<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025</id><updated>2012-02-02T11:43:50.201+07:00</updated><category term='Muhasabah'/><category term='Info Buku'/><category term='KIsah Sejati'/><category term='cinta'/><category term='News'/><category term='sakinah'/><category term='hikmah'/><title type='text'>Kado Cinta Indah</title><subtitle type='html'>Kado untuk Para Pecinta Sejati, Seperti Cinta Ibu kepada Anaknya, Bagai Mentari yang Menyinari Dunia ini.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-7192211238056774206</id><published>2011-12-01T06:09:00.001+07:00</published><updated>2011-12-01T18:53:27.623+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Saat Curhat Sahabat Membuat Penat</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-05ufnpOkWfc/Tta3mcp7XvI/AAAAAAAAAW4/1uNFcbfknUA/s1600/Curhat-Seorang-Anak-Kepada-Ayahnya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-05ufnpOkWfc/Tta3mcp7XvI/AAAAAAAAAW4/1uNFcbfknUA/s400/Curhat-Seorang-Anak-Kepada-Ayahnya.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Ada yang curhat minta solusi masalah, tapi begitu dikasihtahu solusinya malah &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;‘keukueh’&lt;/i&gt; denganpendapatnya. Ya udah, terserah kamu sajalah. Itu masalah ya masalahmu. Kamuyang menikmati, kamu yang menjalani, kamu juga yang punya solusinya. Tapi kalautahu gitu gak usah curhat ke aku, buat apa? Nggak ada gunanya.” Begitu tulissebuah status dari sahabat lama saya di Facebook. (Dengan redaksi yang sedikitdiubah)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Kekesalan seperti itu mungkin bukan hanya dialami sahabat lama saya ini,beberapa orang yang lain mungkin juga pernah mengalaminya, termasuk saya. Hanyasaja saya tidak sampai merasa kesal dan marah sih. Namun, setelah saya membacabuku tentang konseling, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;mindset&lt;/i&gt;berfikir saya berubah 180 derajat. Konseling merupakan sistem dan prosesbantuan untuk mengentaskan masalah yang terbangun dalam suatu hubungan tatapmuka antara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dua orang individu (klienyang menghadapi masalah dengan konselor yang memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan).Kerangka kerja konseling perorangan dilandasi oleh beberapa prinsip dasar,antara lain bahwa &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;klien adalah individuyang memiliki kemampuan untuk memilih&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tujuan, membuat keputusan, dan secara umum mampu menerima tanggung jawabdari tingkah lakunya&lt;/b&gt;. Intinya, &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;klienbukanlah boneka atau robot yang bisa kita setir semau kita&lt;/b&gt;. Hal ini selarasdengan salah satu asas konseling, yaitu “Asas Keputusan Diambil oleh KlienSendiri”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Dalam banyak teori konseling, PRINSIP DASAR inilah yang selama inimenjadi “titik poin” pengubahan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;mindset&lt;/i&gt;&amp;nbsp;berfikir saya. Hal inilah yang selama ini tidak saya ketahui, saya cenderungmemaksakan kehendak saya kepada teman curhat saya seolah sayalah orang yangpaling tahu solusi masalah sahabat saya itu. Merasa dia yang butuh saya (dengandatang mencurahkan isi hatinya kepada saya), saya pun seolah berhak mengaturkehidupannya. Kalau ternyata dia tidak menjalankan masukan solusi dari saya,rasa “kesal” pun merayapi hati ini. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Sudahcapek-capek mendengarkan curhatnya dan memberikan solusi dari masalahnya malahnggak dijalankan.”&lt;/i&gt; Begitu gerutu dalam hati saya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Sejak saya belajar konseling meski hanya dari membaca buku, cara sayamenyikapi teman curhat pun berubah. Saya tidak lagi memaksakan “solusi terbaikmenurut saya” (yang belum tentu terbaik untuk sahabat saya itu), tetapimembantunya memahami titik permasalahannya sendiri lalu memberinya beberapaalternatif pilihan solusi dengan berbagai risikonya. Solusi A akan menghadirkanrisiko seperti ini dan ini, solusi B menghadirkan risiko seperti ini, danseterusnya. Lalu, saya memberikan kebebasan kepada sahabat saya untuk memilihsolusi terbaik menurutnya dan yang paling mudah dijalankan olehnya. Namun,sebagai sahabat saya harus memotivasinya kalau dia pasti bisa mengambilkeputusan terbaik untuk dirinya karena hanya dialah yang paling tahu solusiterbaik untuk dirinya sendiri. Saya juga harus men-&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;support&lt;/i&gt; dirinya kalau dia mampu keluar dari masalah yangmembelitnya. Bukankah Allah Swt. sudah berjanji bahwa Dia tidak akan memberikanujian kepada hamba-Nya di luar batas kemampuan hamba-Nya? Itu berarti AllahSwt. sudah memberikan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;software&lt;/i&gt; kepadasetiap hamba-Nya untuk mampu menghadapi masalahnya sendiri. Orang lain hanyabersifat sebagai partner, teman &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;sharing &lt;/i&gt;karenabagaimana pun sebagai makhluk sosial kita memang tidak bisa lepas dari oranglain. Selalu ada tarik-menarik rasa saling membutuhkan antara satu orang denganyang lainnya. Salah satunya melalui curahan hati (curhat). &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Ada satu catatan peting lain bahwa tidak selamanya teman curhat kitaitu sebenarnya membutuhkan masukan solusi dari kita. Ada kalanya dia hanyabutuh teman &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;sharing&lt;/i&gt; untuk menumpahkanemosi jiwanya saja. Ada yang bilang, dengan kita mencurahkan isi hati (emosijiwa) kita kepada orang lain maka separuh dari masalah kita sudah mulaiteratasi. Setidaknya hati kita sedikit lega karena unek-unek yang mengganjal dihati sudah keluar. Hanya saja kita harus selektif mencari teman curhat. Kitapasti akan merasa nyaman kalau orang yang kita curhati bisa menyimpan masalahkita cukup di hatinya, tidak dibeberkan kepada orang lain. Jadi, prinsipkerahasiaan ini yang harus kita jaga apabila kita menerima curhatan orang lainsekalipun kita bukanlah seorang konselor. Membuat sahabat kita nyaman danbahagia dengan kehadiran kita dalam kehidupannya bukankah itu berpahala? Salahsatunya dengan membuatnya nyaman saat melakukan curhat dengan kita dan mampumenjaga kerahasiaan masalahnya dari orang lain (hanya kita yang tahu). &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Mengapa Saya Harus BelajarKonseling?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Saya bukanlah mahasiswa jurusan psikologi atau orang yang bekerja dalambidang yang berkaitan dengan dunia psikologi. Lalu, mengapa saya harusrepot-repot belajar konseling? Sebuah proses panjang bila akhirnya sayatertarik mempelajari konseling dan masalah-masalah psikologi. Sejak SMA sayasudah mulai sering membaca buku-buku psikologi umum, terutama yang berkaitandengan dunia remaja. Awalnya hanya untuk mencari solusi dari masalah yangmenghimpit diri saya sendiri. Maklum, sejak SMP saya boleh dibilang termasukanak yang pendiam dan introvert, sangat tertutup. Ketika menghadapi masalah,saya cenderung diam dan menyimpannya dalam hati, bahkan kepada kedua orang tuasaya sendiri. Saya biasanya menumpahkan unek-unek melalui buku harian(kebiasaan ini alhamdulillah malah menjadi jalan bagi saya memasuki duniatulis-menulis). Dengan cara ini setidaknya cukup membuat hati saya lega.Sedangkan untuk mencari solusinya saya mencari dari buku-buku bacaan psikologiremaja. Dari sanalah saya mulai keranjingan membaca buku-buku psikologi. Sayabahkan jadi tidak terlalu tertarik dengan buku-buku pelajaran sekolah, itusebabnya prestasi akademik saya dari dulu biasa-biasa saja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Saya merasakan betapa tidak mudah mencari orang yang bisa dipercayasebagai teman curhat. Itu sebabnya saya mencoba membuka diri kepadasahabat-sahabat saya yang sekiranya sedang dihimpit masalah. Dari satu temanyang suka curhat, akhirnya bertambah pula teman lain hingga akhirnya sayasering menerima curhatan mereka. Kadang saya berfikir, “Mereka kok begitumudahnya mencurahkan isi hatinya sedangkan saya serasa sulit terbuka kepadaorang lain?” Kadang saya bahkan berfikir, “Buat apa curhat sama orang lain, tohmereka juga curhatnya sama saya.” Apalagi saya juga pernah dikecewakan seorangteman yang tidak amanah menyimpan masalah saya. Dia malah menceritakan masalahsaya kepada orang lain. Sampai akhirnya saya menemukan tempat curhat yangpaling aman, yaitu kepada Allah Swt. melalui doa-doa usai shalat. Insya Allahjauh lebih aman karena Dialah yang memberi kita masalah sehingga kepada-Nyapula kita meminta solusi dari masalah kita. Saya pun tidak takut masalah sayabakal dibeberkan kepada orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Namun, kepada orang lain terutama sahabat saya, saya tetap memberipeluang mereka menumpahkan unek-uneknya kepada saya. Saya hanya berfikir,“Betapa tidak enaknya menghadapi masalah sendirian di dunia ini. Akan lebihbaik bila kita bisa menemukan teman berbagi dalam hidup agar kita tidak merasasendiri dalam menghadapi pahit-getirnya kehidupan ini. Saya pernah merasakanbetapa pahitnya sendirian menghadapi pahitnya masalah kehidupan, saya tidakingin orang lain pun merasakan hal yang sama.” Itu sebabnya saya membuka dirikepada orang lain untuk menjadi tempat curhatnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Menjadi tempat curhat satu-dua orang mungkin biasa. Apalagi bilaprofesi kita memang seorang konselor atau psikolog, menerima klien banyaksekalipun tidak masalah, bahkan akan semakin menguji profesionalitas dalambidang yang digelutinya. Namun, apabila kita bukan seseorang yang mengambilbidang tersebut lalu banyak menerima curhat dari orang lain, tentu akan membuatpenat kepala kita, apalagi bila tidak ditunjang dengan ilmu dan tingkatemosionalitas yang memadai. Saya sering sekali menerima curhatan bahkan dariorang yang baru saya kenal. Pernah suatu ketika saat masih kuliah, saya pulangkampung di Banyumas. Dalam perjalanan kembali ke Bandung dengan mengendarai bis,saya sebangku dengan seorang pria yang mungkin usianya lima tahun lebih tuadari saya saat itu. Penampilannya sedikit cuek dengan postur tinggi besar,pantas jadi seorang preman. Rambutnya gondrong dengan kuncir di belakang. Tidakberapa lama duduk, entah bermula dari mana tiba-tiba dia curhat masalahnyatentang sahabat karibnya yang selalu naksir cewek yang sedang ditaksirnya. Lamabercerita dia mungkin baru sadar, “Saya kok enak saja ya curhat sama Teteh?Padahal kita belum kenal sebelumnya,” katanya. Saya tidak menjawab dan hanyatersenyum. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Ya, mana saya tahu jawabannyakan dia sendiri yang memulai curhatnya.&lt;/i&gt; Dia turun lebih dulu dari saya.Anehnya, sampai dia turun dari bis saya tidak tahu siapa namanya dan dia jugatidak tahu nama saya karena kami memang tidak sempat berkenalan. Namun, sayatahu apa masalahnya. Anah bukan?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Ketika saya menjadi santri di Pesantren Daarut Tauhid (DT) Bandung, sayasering menerima curhat dari para jamaah yang iktikaf di masjid pesantrentersebut meski kami tidak saling kenal sebelumnya. Bahkan ada yang baru sekalibertemu tapi dia langsung enak saja curhat sama saya. Ada teman santri yangbiasa curhat sama saya lalu menjadi dekat dengan jamaah yang biasa hadir di DTdan sering curhat sama saya juga. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;“Kamu kenal Teh Indah?” tanya jamaah tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;“Ya kenal, saya malah biasa curhat sama Teh Indah,” jawab santritersebut. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;“Oh sama, saya juga sering curhat kok sama Teh Indah,” kata jamaah itulagi. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Sejak saat itu mereka seolah jadi sehati dan saling kenal lebih dekat.Aneh memang, tapi nyata. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Intensitas menerima curhat semakin bertambah ketika saya bertugasmenjadi pengurus santri selama sembilan bulanan. Hampir setiap hari ada sajasantri bimbingan yang curhat dengan masalah-masalah yang beragam danberat-berat. Kadang di kepala ini sampai terasa penuh. “Mau ditaruh di kepalabagian mana lagi, nih?” keluhku dalam hati. Namun, meski kadang terasa penatsaya masih tetap menerima curhat mereka. Tidak sampai hati rasanya kalaumenolak mereka. Di sinilah saya merasa butuh ilmu khusus tentang menanganicurhatan, salah satunya dengan belajar konseling. Saya sampai harus meminjam bukukonseling sama teman yang kuliah di jurusan Bimbingan dan Konseling. Meskihanya belajar dasar-dasarnya saja, lumayanlah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Sejak belajar konseling, saya tidak pernah memaksakan solusi tertentukepada teman curhat saya. Kadang saya bahkan hanya mendengarkan curhatan merekatanpa memberi solusi tertentu karena saya lihat dia sebenarnya sudah tahusolusinya. Dia hanya butuh teman &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;sharing&lt;/i&gt;untuk menumpahkan unek-uneknya. “Saya yakin, kamu pasti bisa mengatasi semuaini. Saya turut mendoakan,” hanya itu &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;support&lt;/i&gt;yang saya berikan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;“Saya curhat sama Teh AB dan dia ngasih solusi seperti ini, tapi saya kok kurang sreg dengan solusi yang dia tawarkan, yah. Saya jadi nggakenak, kalau nggak ngejalanin sarannya takut dia marah,” curhat salah satu temansaya. Rupanya dia sebelumnya juga curhat masalah yang sama dengan teman lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;“Teteh merasa nyaman mana, dengan menjalankan masukan solusi dari TehAB yang katanya “harus begini dan begini” atau diberi kebebasan memilih seperticara saya dengan hanya memberikan alternatif solusi A dengan risiko ini dan ituatau solusi B dengan risiko lain?” tanya saya balik kepada sahabat sayatersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;“Ya enakan cara Teh Indah,” jawab sahabat saya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;“Kenapa saya tidak mau memaksakan Teteh untuk menjalankan solusitertentu menurut saya? Karena hanya Teteh sendiri yang tahu solusi terbaikmasalah Teteh. Orang lain seperti saya hanya mencoba membantu memetakan masalahTeteh dan mencarikan alternatif solusinya, selanjutnya Teteh sendiri yang harusmengambil keputusan. Teteh kan bukan robot milik saya yang bisa saya setir sesuaikeinginan saya. Teteh adalah jiwa bebas yang bisa menentukan mana yang terbaikmenurut Teteh,” terang saya panjang lebar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Ternyata “memaksakan” orang lain menjalankan solusi tertentu menurutkita meski itu terbaik (menurut kita) malah membuat orang lain &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;tertekan&lt;/b&gt;. Mungkin kita tidak sengajamemaksanya, tetapi dengan kita “merasa dongkol” ketika dia tidak menjalankanmasukan solusi dari kita akan membuat teman curhat kita “merasa dipaksa”.Semoga Allah Swt. membimbing kita untuk lebih bijak menyikapi masalah dikehidupan ini, termasuk dalam menyikapi masalah orang lain. Amin. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Akhirnya Curhat Jadi Obat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;Ini efek samping dari seringnya menerima curhat. Hal ini saya rasakansetelah saya menggeluti dunia penulisan, terutama setelah menjadi wartawati disebuah media Islami di Bandung. Saya baru merasakan manfaat curhatteman-temanku dulu karena saya banyak mendapatkan ide tulisan dari curhat-curhatmereka, termasuk tulisan ini juga bagian dari inspirasi curhat teman-teman. Satuhal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Dulu saya kadang merasakan curhatanteman sebagai beban yang bikin penat kepala, sekarang malah menghadirkan banyakhikmah. Namun, ada efek samping lain. Sejak saya dikenal sebagai penulis malahjarang teman-teman yang mau curhat sama saya. “Takut ditulis ah, kalau curhatsama Teh Indah,” begitu alasan mereka. Ada-ada saja. Meski ada juga yang malahminta curhatannya ditulis. Hm…itu semua terserah saya, lah yau…..mau saya tulisatau tidak curhatan mereka tergantung &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;mood&lt;/i&gt;di hati. @&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-7192211238056774206?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/7192211238056774206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/12/saat-curhat-sahabat-membuat-penat.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/7192211238056774206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/7192211238056774206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/12/saat-curhat-sahabat-membuat-penat.html' title='Saat Curhat Sahabat Membuat Penat'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-05ufnpOkWfc/Tta3mcp7XvI/AAAAAAAAAW4/1uNFcbfknUA/s72-c/Curhat-Seorang-Anak-Kepada-Ayahnya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-6831104241284807882</id><published>2011-11-28T09:26:00.003+07:00</published><updated>2011-11-28T09:53:21.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sakinah'/><title type='text'>Memilih atau Terpaksa Menjadi Ibu Rumah Tangga?</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KSed5bsm79Y/TtLxOrcnLXI/AAAAAAAAAWw/HBE_208ccxY/s1600/ibu1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://1.bp.blogspot.com/-KSed5bsm79Y/TtLxOrcnLXI/AAAAAAAAAWw/HBE_208ccxY/s400/ibu1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Aku sekarang tinggal di Brebes, Mbak. Suami kerja diBekasi. Habis bosen di rumah, gakda kerjaan. Paling ketemuan seminggu sekali,kadang suami yang ke Brebes atau aku yang ke Bekasi,” kata seorang adiktingkatku dulu di kampus tentang kabar terbarunya setelah menikah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia baru beberapa bulan menikah, otomatis belum punya anaksehingga waktunya di rumah nyaris santai, hanya menunggu suami pulang kerjasambil mengerjakan pekerjaan rumah yang relatif ringan. Akhirnya malah memilihpulang ke kampung halamannya. Wah, apa nggak bikin &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;budget&lt;/i&gt; bulanan membengkak tuh?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Aku pengen kerja lagi nih, Mbak. Bosen di rumah cumanungguin suami pulang. Tapi nggak diizinin sama suami,” sms dari teman lain yangjuga baru beberapa bulan menikah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saya sampai nggak habis pikir kalau ada yang bilang nggakada kerjaan dan bosen di rumah. Pekerjaan rumahku perasaan nggak habis-habis,deh. Memasak kadang butuh waktu 1&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;̶&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;2 jam, bersih-bersih rumah 1,5 jam. Mencucibaju butuh waktu setidaknya dua jam, tapi hanya dua atau tiga kali dalamseminggu, itu pun masih dibantu suami kalau dia libur. Mencuci piring paling 15menit, tapi tidak cukup sehari sekali. Sisanya aktivitas pribadi, dari mulaishalat, mandi, dandan, nonton TV, makan, istirahat, dan lain-lain. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Menyetrika sering membutuhkan waktu minimal dua jam, kalaubanyak bisa sampai tiga jam, tapi risikonya punggung langsung pegel-pegel. Tapitoh itu tidak setiap hari. Belum nyapu dan ngepel rumah, seharusnya setiap harikarena kalau tidak debu bakal luar biasa mengotori lantai. Maklum Cikarangcukup panas hingga debu lumayan banyak. Awal-awal menikah, saya juga nggaklangsung mengasuh anak. Hanya seminggu sekali mengunjungi anak di pesantren (anakdari suami, tentunya). Meski rutinitas seperti itu terus berjalan setiap hari,rasanya saya nggak pernah bosen di rumah meski jarang keluar rumah. Seminggusekali kadang pergi ke pasar, tapi lebih sering hanya membeli sayuran daritukang sayur yang lewat di depan rumah. Sesekali mengunjungi tetangga yangsakit. Gimana mau keluar rumah, pekerjaan rumah saja rasanya nggakselesai-selesai. Kalau lagi kambuh rasa males buat ngerjain pekerjaan rumah,paling diisi dengan main internet. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Bedanya dengan mereka, saya punya pelampiasan mengisi waktuluang, yaitu menulis. Untung ada laptop yang menemaniku menuangkan pemikirandan perasaan. Apalagi sebulan kemudian suami memasilitasi rumah denganinternet, jadi lebih berwarna deh hari-hariku di rumah. Aku bisa &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;chatting-&lt;/i&gt;an dengan teman-teman lama,bisa mudah mengakses pekerjaanku (editan) ke pengorder, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Namun, lebih dari semua itu, pasti sangat berbeda perempuanyang “terpaksa menjadi ibu rumah tangga” karena tidak ada pilihan lain denganperempuan yang “memilih menjadi ibu rumah tangga”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;#1 “Kalau sudah menikah ya tinggal di rumah, mau ngapainlagi. Cari kerja susah.”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Atau &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;#2 “Ya, gimana lagi, suami nggak ngizinin aku kerja.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Begitu kata perempuan yang terpaksa menjadi ibu rumahtangga. Coba bandingkan dengan kata-kata ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;#3 “Aku ingin mengoptimalkan peran sebagai ibu rumah tanggadengan baik, ingin menjadi ibu sepenuhnya buat anak-anak yang bisa setiap saathadir ketika mereka membutuhkanku.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;#4 “Aku ingin meraih surga dalam peranku sebagai ibu rumahtangga dan mengantarkan anak-anak menuju kesuksesan dunia-akhirat.” Serta berbagaialasan lain. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pernyataan #1 dan #2 tentu nuansanya terasa berbeda denganpernyataan #3 dan# 4. Bisa dibayangkan bagaimana &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;booring&lt;/i&gt;-nya ibu rumah tangga #1 dan #2 dalam menjalani aktivitasnyasehari-hari. Apalagi pekerjaan ibu rumah tangga banyak menyita aktivitas fisikdan kesabaran hati. Mengurus pekerjaan rumah dari mulai memasak, menyapu danmengepel lantai, mencuci piring dan baju, menyetrika, merapikan rumah. Semuabutuh tenaga ekstra. Bagi perempuan yang tidak biasa mengerjakan semua itupasti bakal ngedumel. Apalagi kalau suami ternyata tidak mau pengertian untukturut berbagi meringankan pekerjaan rumah karena menganggap semua itu pekerjaanperempuan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Namun, akan sangat berbeda bagi ibu rumah tangga #3 dan #4yang memang menjadikan “ibu rumah tangga” sebagai pilihan hidupnya. Dia akanpunya &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;planning&lt;/i&gt; dan sasaran yang pastitentang apa yang akan dilakukannya di rumah. Meski di rumah dan mengerjakansegala aktivitas yang bagi sebagian orang dianggap “pekerjaan pembantu” akandilakukannya dengan ikhlas dan ringan karena di sanalah peluang surganya didapatkan.Dia akan rela menanggalkan titel kesarjanaan ataupun tawaran karir setinggilangit demi menjadi “ibu rumah tangga sepenuhnya” karena itulah “pilihanhidupnya”. Tentu semua itu akan menjadi lebih ringan dijalani bila didukungpengertian dari suami. Suami yang baik tidak akan membiarkan istrinyamengerjakan pekerjaan-pekerjaan berat di rumahnya sendiri. Apalagi kalau sudahada anak. Mengurus anak saja sudah mengeluarkan energi dan waktu tersendiri.Hendaknya suami tahu mana yang bisa dilakukannya sendiri dan mana yang khususdilakukan istri.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saya bersyukur dikaruniai kemampuan menulis sehingga tetapbisa berkreasi di rumah sambil tetap mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumahlainnya. Namun, bagi ibu rumah tangga lain yang mungkin merasa tidak berbakatmenulis, bukan berarti tidak punya wadah untuk berkreasi. Kuncinya adalah KEMAUNUNTUK TERUS BELAJAR. Bagi ibu rumah tangga baru yang belum memiliki anak,aktivitasnya bisa diisi dengan belajar memasak, misalnya. Saya sendiri waktuawal-awal menikah belum mahir memasak. Waktu suami meminta saya masak untukmenjamu teman kantornya, saya harus menelepon kakak saya di kampung untuk minta resep membuatayam goreng dan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;kluban&lt;/i&gt; (sayur urab).Itu pun masih butuh tenaga tambahan dari adik ipar. Meski perdana, alhamdulillahtidak mengecewakan suami.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Masakan Mama sukses,” puji suamiku. “teman-teman Mas sampaihabis banyak tuh makannya,” sambungnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Padahal ayam gorengnya masih terlalu keras, maklumngegorengnya terlalu kering, kurang asin lagi. Mereka kan datang pas sianghari, ya pasti laparlah. Makanya habis banyak. Mau makanan apa saja pastidisikat. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jujur, sebelum menikah, saya hanya bisa masak sayur tumisdan sayur sop. Hehehe …. Teman-teman dan saudara bahkan meragukan kemampuansaya dalam memasak. “Sudah bisa masak belum?” begitu selalu pertanyaan mereka begitutahu saya sudah menikah. Setelah menikah, suami juga sering meminta dimasakin makanantertentu, minta bikinin sayur asem, sayur lodeh, dan lain-lain. Setelah adainternet di rumah, saya tinggal tanya sama Mbah Google. Jadi deh. Mau masakanapa saja juga ada resepnya di google.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bagi ibu muda yang sedang menunggu kelahiran anak juga bisabelajar banyak tentang mengurus bayi dan menangani balita, baik darikursus-kursus atau dari buku bacaan. Sekarang banyak buku-buku tentang merawatbayi dan balita. Kalau ada internet di rumah, lebih mudah lagi, bisa tanya samaMbah Google.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Intinya, &lt;b&gt;tidak ada waktu luang yang percuma kok kalau kitamau kreatif memanfaatkan setiap detik demi detik di kehidupan kita, &lt;/b&gt;kuncinyaitu tadi “KEMAUAN untuk terus BELAJAR”. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitupun saat kita menikah. Pasti banyak hal yang belum kita ketahui dan pelajaridalam hidup berumah tangga. Itu sebabnya kita harus terus belajar. Belajar bisadari mana saja, bisa dari bacaan, dari pengalaman orang lain, dari apa yangkita lihat di lingkungan, dan lain sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Membangun Ritme Hidupyang Berbeda 180&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;⁰&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kehidupan saya sebelum menikah boleh dibilang sangat berbeda180 derajat dengan setelah menikah. Sejak kuliah saya terbiasa mengisi waktudengan seabreg aktivitas selain kuliah, yaitu dengan berorganisasi di beberapaorganisasi sekaligus, baik intra maupun ekstra kampus. Organisasi boleh dibilangsebagai kampus kedua bagi saya. Apalagi sejak didaulat sebagai ketua umum disuatu organisasi dan sebagai bendahara umum di organisasi lain dalam waktubersamaan. Nyaris waktu saya habis di kampus. Kamar kos hanya sebagai tempatnumpang tidur dan menyimpan barang-barang doang. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Begitu masuk dunia kerja, terutama sejak menjadi wartawati disebuah media Islami di Bandung, waktu saya pun nyaris habis hanya untuk menulisdan menulis. Demi mengejar &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;deadline&lt;/i&gt;tulisan, kadang saya sampai &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;camping &lt;/i&gt;dikantor hingga pagi, baik dengan rekan-rekan kerja lain maupun sendiri. Habisshalat shubuh di kantor terus pulang buat istirahat sejenak. Pukul 10.00 atau11.00 baru nongol lagi di kantor. Begitu seterusnya hingga kerjaan kelar. HariMinggu pun kadang harus rela kerja kalau ada jadwal wawancara dengan narasumber yang hanya punya waktu di hari Minggu. Hampir sebulan sekali keluarkota, terutama ke Jakarta, untuk mewawancarai nara sumber yang sebagaian besarberdomisili di Jakarta. Kadang sampai menginep 2&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;̶&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;3 hari di sana. Pernah juga hingga ke Pangandaran untuk meliput tsunami,ke Jogja untuk meliput gempa, dan lain sebagainya. Boleh dibilang, pekerjaanwartawan memang tidak mengenal waktu. Harus siap 24 jam. Saya bahkan pernahmewawancarai Menteri Pertanian, Pak Anton Apriantono, pukul 06.00. Saat itusaya bahkan belum sempat mandi, hanya sikat gigian, ganti baju, dan semprotwewangian sedikit. Berangkat deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjadi Senior Editor di sebuah penerbit buku, baru ritme hidup saya sedikit santai karena ruang kerjanya sudah "di kandang" sepenuhnya. Maksudnya selalu berada di kantor dan jarang keluar kota. Meski demikian, lembur-lembur kadang masih menyusupi hari-hari saya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saat ini, ketika status “Ibu Rumah Tangga” saya sandang,waktu saya justru hampir sepenuhnya dihabiskan di rumah. Keluar rumah hanya Sabtu-Minggukarena menunggu suami libur. Waktu masih lajang saya terbiasa kemana-manasendiri, sekarang nggak enak rasanya kalau pergi-pergi tanpa didampingi suami.Begitu anak ikut dengan kami, baru saya lebih sering keluar rumah, tetapi untukbermain bola dengan anak lelaki saya atau bermain sepeda dengannya kelilingkampung. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mungkin, bagi teman-teman yang tahu bagaimana kehidupan sayasebelum menikah, akan merasa heran dan bertanya-tanya, “Kok bisa?”, “Apa nggaksayang ilmu yang selama ini dimiliki kalau akhirnya hanya mengendap di rumah?”,“Apa nggak &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;booring&lt;/i&gt; setiap hari dirumah?”. Begitu mungkin di antara sekian banyak pertanyaan yang keluar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bapak saya sendiri sempat protes waktu tahu saya sudah tidakbekerja lagi dan memilih tinggal di rumah sebagai ibu rumah tangga saja.“Dikuliahin tinggi-tinggi, dapat IPK bagus, kok cuma tinggal di rumah,” begituprotes Bapak. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setiap insan pasti akan selalu dihadapkan dengan berbagaipilihan dalam hidup, termasuk pilihan yang saya ambil sekarang. Setiap pilihanpasti akan menghadirkan risiko tertentu. Dengan ritme hidup yang berbeda memangmembutuhkan penyesuaian-penyesuaian baru. Bagi saya, hidup adalah SEBUAH PROSESBELAJAR. Kalau sebelum menikah saya banyak belajar tentang segala hal di luarrumah, maka setelah menikah saya belajar tentang segala hal di dalam rumah.Bukankah hal ini justru membuat hidup saya menjadi seimbang? Alhamdulillah, prosesbelajar yang saya jalani ini tetap terasa ringan dengan didasari niat tulusuntuk memberikan yang terbaik bagi keluarga kecil saya yang saya cintai ini.Hingga detik ini saya tidak pernah merasa bosan tinggal di dalam rumah. Kalausesekali harus menyesap rindu dengan suami saat dia di kantor, saya pikir ituwajar, toh tidak sampai membuat saya merasa kesepian. Justru rasa rindu iniyang akan semakin mengeratkan cinta kami.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bagi perempuan yang menjadikan “ibu rumah sebagai pilihan”berbahagialah karena insya Allah dari Andalah akan lahir generasi bangsa yanglebih baik dan berkarakter. Meski oleh sebagian orang “ibu rumah tangga”dianggap bukan pekerjaan yang “keren” dan “bergengsi”, tetapi insya Allah dihadapan Allah justru menjadi pekerjaan yang sangat mulia. Hampir tidak pernahterbayangkan sebelumnya saat kita kecil dulu untuk bercita-cita menjadi “iburumah tangga” bukan? Ketika seorang anak ditanya apa cita-citamu? Hampir semuabilang ingin jadi dokter, insinyur, wartawan, pilot, tentara, guru, ilmuwan,dan lain sebagainya. Hampir tidak ada yang menyatakan diri, “ingin menjadi iburumah tangga seperti ibuku”. Namun, bila kini hal itu menjadi pilihan kita,yakinlah bahwa kita telah memilihnya dengan tepat. Yakinlah bahwa “ibu rumahtangga” pun merupakan karir terbaik untuk kita. Di tangan ibu sejati masa depanseorang anak menjadi gemilang sehingga nasib bangsa pun menjadi lebih baik.Dari sebuah keluarga kecil dengan ketulusan seorang istri yang bersediamenyediakan waktu sepenuhnya untuk keluarga insya Allah kebahagiaan akan lebihdekat merasuk ke dalam sanubari penghuninya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bagi perempuan yang merasa terpaksa atau bahkan merasa “terjebak”sebagai ibu rumah tangga, mulailah ikhlas menerima hal itu sebagai pilihan yangmulia. Bagaimanapun di tangan seorang ibu yang siap sedia dan ikhlas mengembanamanah keibuan, insya Allah akan lahir keluarga yang harmonis dan anak-anakyang memiliki dunia keceriaan dengan penuh kehangatan kasih seorang ibu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bagaimanapun, memilih dengan keikhlasan akan lebihmeringankan langkah kita ke depan dengan hasil yang lebih baik, daripada“terpaksa memilih”. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Salam hangat buat para ibu rumah tangga yang berbahagia,yang dengan kebahagiaannya akan menghangatkan rumah dengan tebaran kasihsayang.@&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-6831104241284807882?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/6831104241284807882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/11/memilih-atau-terpaksa-menjadi-ibu-rumah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/6831104241284807882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/6831104241284807882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/11/memilih-atau-terpaksa-menjadi-ibu-rumah.html' title='Memilih atau Terpaksa Menjadi Ibu Rumah Tangga?'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KSed5bsm79Y/TtLxOrcnLXI/AAAAAAAAAWw/HBE_208ccxY/s72-c/ibu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-3265153593724056930</id><published>2011-08-16T10:20:00.002+07:00</published><updated>2011-08-16T12:07:42.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sakinah'/><title type='text'>Indahnya Hidup tanpa Mengomel</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OQpgEH-TSbQ/TknhwuP7SgI/AAAAAAAAAWs/lSkGynIGZks/s1600/timthumb.php.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="263" src="http://3.bp.blogspot.com/-OQpgEH-TSbQ/TknhwuP7SgI/AAAAAAAAAWs/lSkGynIGZks/s400/timthumb.php.jpeg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kutatap wajah cintaku, kuberikan dia senyuman lalukukecup keningnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Mama kok tetap bisa tersenyum walaupun lagi nggakpunya uang?” tanya suamiku, cintaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Trus mo ngapain? Marah? Ngapain juga marah-marah,ngabisin energi. Rugi amat, udah nggak punya uang, marah-marah lagi. Mendingtetap senyum,” jawabku enteng yang langsung disambut dengan pelukan oleh suami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Setiap rumah tangga pasti pernah mengalamimasa-masa sulit seperti yang sedang kami alami sekarang. Uang belanja menipis,tinggal Rp10.000. Pada saat yang sama, bensin motor suami juga sudah mintadiisi, air mineral galon di rumah habis. Baru dua hari lagi kami kemungkinanmendapatkan suntikan dana tambahan. Dua bulan ini boleh dibilang kami harusmenguras dana yang kami miliki untuk kebutuhan anak-anak. Untuk daftar ulangsekolah anak saja menghabiskan sekitar 2 jutaan, begitupun untuk acara liburanmereka. Maklum, kami mengajak anak-anak liburan di dua tempat, di Banyumas(kampung halamanku) dan di Jogja (kampung halaman suami). Untuk transportasidari Bekasi ke kampung saja sudah cukup menguras dana, apalagi buat kebutuhanselama liburan di sana. Asal anak-anak senang kami pun turut senang karena bagikami kebahagiaan anak-anak adalah prioritas. Masa kecil mereka tidak akanterulang, sedangkan kami baru bisa berkumpul bersama-sama hanya pada saatliburan. Jadi, berapa pun biayanya liburan bersama ini harus tetap kami jalani.Namun, risikonya ya seperti sekarang ini. Kami harus mengirit pengeluaranbelanja setelahnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Liat rumah berantakan kayak kapal pecah kok gakmarah?” kata suamiku pada awal-awal pernikahan kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Ngapain ngomel dan marah-marah. Kalo rumahberantakan ya tinggal dibersihin. Emang kalo ngomel-ngomel rumah bisa jadibersih dan rapi?” jawabku sambil memberesi rumah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Bagus,” kata suami menyunggingkan senyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pada awal menikah, kami memang masih tinggalberjauhan, saya di Bandung sedangkan suami di Bekasi. Saat &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;weekend,&lt;/i&gt; kadang suami yang ke kosan saya di Bandung atau saya yangke Bekasi. Jadi, otomatis saya belum bisa sepenuhnya mengurus rumah suami saya ini.Sedangkan suami, karena kesibukan kerja kantor juga tidak terlalu telaten untukbersih-bersih rumah. Walhasil, begitu saya ke Bekasi sering mendapat sambutankondisi rumah yang super kotor. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mungkin, perempuan identik dengan “cerewet dansuka ngomel” kali, yah? Makanya suamiku aneh ngeliat istrinya ini malah nyantemenyikapi kondisi rumah tangga kami yang bagi sebagian wanita dapat menaikkansedikit emosinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Yah, saya hanya nggak mau dibuat pusing saja samakeadaan. Kalo soal materi, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;alhamdulillah&lt;/i&gt;saya sudah terbiasa hidup sederhana. Meskipun keluarga kami tidak terlalukesulitan dari sisi ekonomi, tapi sedari kecil ibu saya sudah mengajarkan hidupsederhana kepada anak-anaknya. Jadi, saya tidak terlalu kaget atau stresmenghadapi kondisi seperti ini. Tinggal bersabar sedikit apa salahnya. Masa sih,Allah akan menelantarkan hamba-Nya tanpa diberi makan? Di luar sana pastibanyak orang yang lebih sulit kondisinya dari kami. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mungkin ada istri yang suka marah dengan suaminya ketikauang belanjanya kurang atau habis sebelum waktu gajian tiba. Menurut saya,marah dalam kondisi seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kita akanrugi sendiri dan hanya buang-buang energi. Bagi suami, hanya akan membuatnyastres sehingga sulit berpikir jernih. Intinya, marah dan ngomel sama sekalitidak memberikan dampak positif untuk memperbaiki keadaan. Daripada ngomel danmarah-marah, saya lebih suka mengingat perjuangan suami dalam mencari nafkah.Dia sudah menguras tenaga dan pikirannya di kantor demi menafkahi kami, istri dananak-anaknya. Apalagi rumah kami jauh dari tempat kerjanya. Dia harus menempuhsekitar dua jam perjalanan untuk sampai ke kantornya. Pulang-pergi berartimemakan waktu empat jam setiap hari. Peluh dan lelah tidak dia pedulikan asalbisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Apa jadinya kalau saya sebagaiistrinya malah marah-marah saat uang belanja kami habis sebelum waktunya?Padahal dia sudah menyerahkan semua uang gajinya kepada saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sabar dan berpikir jernih, insya Allah ada jalankeluar yang mungkin tidak kita sangka-sangka datangnya. Saya yakin dengan halitu. Seperti kondisi kami kemarin, meski akhirnya kami harus menjual barangyang mungkin tidak terpakai lagi di rumah, setidaknya bisa kami gunakan untukmenyambung hidup. Daripada barang itu teronggok mengotori dan menyempitkanruangan, dijual ternyata malah lebih bermanfaat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Salam penuh takzim buat para istri dan calon istri yangsedang berjuang untuk memberikan kebahagiaan bagi keluarga. Apa pun yangterjadi dalam kehidupan rumah tangga kita, semoga kita tetap tidak kehilangan senyumtermanis kita untuk keluarga. Percayalah, “ngomel” dan “marah-marah”─yangmembuat perempuan dicap “cerewet”─tidak akan menyelesaikan masalah. Sepahit apapun hidup yang kita alami, itulah cara kehidupan menyentuh kita. Saat manisnyahidup menyapa kita, berarti kehidupan sedang “mengelus” kita. Bila kepahitanyang menyapa maka berarti kehidupan sedang “mencubit” kita.Kebahagiaan/kesengsaraan hadir bukan bergantung pada “elusan” atau “cubitan”kehidupan, tetapi bergantung dari bagaimana cara kita menyikapinya. “Elusankehidupan” akan terasa menyakitkan bila ada bisul di tubuh kita. Sebaliknya, “cubitankehidupan” bisa jadi lebih terasa nikmat bila kita menyikapinya dengan penuhkearifan, kita anggap itulah cara kehidupan “mencandai” kita. Ayo, kita“candai” lagi kehidupan ini agar terasa lebih berwarna! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="margin-left: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="color: blue; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tanpa mengomel dan marah-marah,insya Allah anak-anak tetap bisa diajak menjadi baik. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="color: blue; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tanpa mengomel dan marah-marah,insya Allah kita tetap bisa menyampaikan keinginan kita dengan baik kepadasuami.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="color: blue; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tanpa mengomel dan marah-marah,insya Allah kita tetap bisa memperbaiki keadaan rumah tangga kita. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="color: blue; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tanpa mengomel dan marah-marah,insya Allah kita akan tampil menjadi ibu yang lebih bijaksana.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="color: blue; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tanpa mengomel dan marah-marah,insya Allah kita bisa menjadi istri yang lebih disayang suami. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bagi para suami yang memiliki istriyang kadung “cerewet”, bersabarlah. Ada baiknya kita mengambil hikmah darikisah Khalifah Umar bin Khathab r.a. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="margin-left: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="color: blue; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dikisahkan, suatu hari adaseorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman Khalifah Umar binKhathab r.a. Dia ingin mengadu pada khalifah karena tidak tahan dengankecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itutertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel dan marah-marah.Cerewetnya melebihi istrinya. Akan tetapi, tidak sepatah kata pun terdengarkeluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja sambil terus mendengarkan istrinyayang sedang gundah. Akhirnya, lelaki itu mengurungkan niatnya untuk melaporkanistrinya kepada Umar.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="color: blue; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apayang membuat seorang Umar bin Khathab yang disegani kawan maupun lawan berdiamdiri saat istrinya ngomel? Mengapa dia hanya mendengarkan, padahal di luar sanadia selalu tegas kepada siapa pun?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="color: blue; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SaatUmar diam mendengarkan keluhan istrinya, ternyata dia sedang mencoba berempatikepada istrinya, “Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala bebanrumah tangga di pundaknya,” ungkapnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="color: blue; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; MenurutUmar, seorang istri telah berperan besar dalam lima hal: (1) istri telahberusaha membentengi suami dari api neraka (saat godaan syahwat menghampiri), (2)memelihara harta suami saat suami tidak berada di rumah, (3) menjaga penampilansuami, (4) mengasuh anak-anak, dan (5) menyediakan hidangan untuk keluarganya. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="color: blue; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuksegala kemurahan hati sang istri itulah Umar rela mendengarkan keluh kesah buahlelah istrinya. Umar lebih memilih untuk mengingat kebaikan-kebaikan istrinyadaripada mencela kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya,barulah dia menasihati dengan cara yang baik, kadang malah dengan bercandasehingga terhindar dari caci maki yang tidak terpuji.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoSubtitle" style="color: blue; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Semogadengan meneladani sikap Umar bin Khathab ini, para suami bisa lebih bersabarmenghadapi kecerewetan istri dan melihat sisi lain kelebihan istrinya. Dengandemikian, rumah tangga akan dilingkupi kedamaian dan tenteram. Apa jadinyakalau istri yang bertabiat cerewet dihadapi dengan emosional pula? Bisa terjadiperang dunia ketiga deh dalam rumah tangga kita.@&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-3265153593724056930?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/3265153593724056930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/08/indahnya-hidup-tanpa-mengomel.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/3265153593724056930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/3265153593724056930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/08/indahnya-hidup-tanpa-mengomel.html' title='Indahnya Hidup tanpa Mengomel'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OQpgEH-TSbQ/TknhwuP7SgI/AAAAAAAAAWs/lSkGynIGZks/s72-c/timthumb.php.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-8708247287113196607</id><published>2011-08-10T14:03:00.003+07:00</published><updated>2011-08-10T14:09:03.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sakinah'/><title type='text'>Menakar Kewibawaan Suami</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-fPWdNI6yyz8/TkIrY3tsYHI/AAAAAAAAAWo/Nh-d1v73-wo/s1600/945933953l.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-fPWdNI6yyz8/TkIrY3tsYHI/AAAAAAAAAWo/Nh-d1v73-wo/s400/945933953l.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Dulu, sebelum menikah, saya selaluberdoa kepada Allah Swt., “Ya Allah, pertemukan hamba dengan seorang suami yangtaat kepada-Mu agar ketaatan hamba kepadanya bermuara kepada-Mu. Buatlah diamemiliki wibawa di mata hamba agar mudah bagi hamba untuk menaatinya.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Kenapasaya berdoa seperti itu? Karena bagaimana pun tugas utama seorang istri adalahmenaati suami. Seperti sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;"&lt;i&gt;Seandainya aku bolehmenyuruh seseorang agar sujud kepada orang lain, niscaya aku akan menyuruhseorang istri agar sujud kepada suaminya." &lt;/i&gt;(HR At Tirmidzi, sanadnya sahih)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Lalu, mengapa saya meminta kepadaAllah Swt. seorang suami yang memiliki wibawa di mataku? Karena seorang suamiyang berwibawa akan membuat seorang istri mudah untuk tunduk menaatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Mendengar kata “wibawa” mungkin yangterbayang dalam benak kita adalah seorang yang tinggi besar seperti SBY, atau berpendidikantinggi dengan titel serenceng, atau orang yang memiliki harta berlimpah danketurunan keluarga terpandang, atau orang yang memiliki pekerjaan bagus dengangaji selangit, atau seorang pejabat yang berpengaruh dan memiliki kedudukantinggi di masyarakat, atau seorang yang memiliki tubuh berotot dan kuat sepertiAde Ray, atau bahkan seorang pemberang seperti preman sehingga orang laintunduk takut kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Membahas masalah “wibawa suami” seringberbanding terbalik dengan bahasan “Suami Takut Istri”. Tidak sedikit artikelyang membahas masalah “Suami Takut Istri” yang mengaitkan dengan tidak adanyawibawa suami. Saya tidak ingin berteori tentang apa yang membuat seorang suamimenjadi takut dengan istrinya sendiri sehingga tidak memiliki wibawa di hadapanistrinya. Saya hanya ingin &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;sharing&lt;/i&gt;tentang bagaimana wibawa seorang pria (baca: suamiku) di mataku. Bukan untukmenguliti dirinya, tapi semoga tulisan ini akan membuka cara pandang kitatentang “wibawa suami” yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Hal apa saja yang membuat seseorangtampak berwibawa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Harta dan kedudukan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Apakah kekayaan dankedudukan yang membuat suamiku tampak berwibawa di mataku? Realitasnya, dialahir dari keluarga biasa yang secara ekonomi boleh dibilang masih di bawahkeluarga saya. Pekerjaan dan penghasilan bulanannya sekadar cukup untukkebutuhan keluarga dan pendidikan anak. Namun, dia menjadi berwibawa di matakukarena dia seorang yang bertanggung jawab dan memiliki kesadaran penuh tentang bagaimanaseharusnya menafkahi keluarganya. Dia sangat &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;all out&lt;/i&gt; memberikan waktu, tenaga, dan materi yang dia miliki untukkeluarganya. Dia tidak pernah gengsi memberikan tangannya untuk membantukumencuci baju dan menyetrikanya dengan suka rela tanpa diminta. Dia juga tidakgengsi pergi ke dapur membuatkan mie instant untuk kami makan sepiring berdua.(Satu pekerjaan yang oleh sebagian orang dianggap menurunkan derajat kaumpria). Namun, bagiku ini bentuk rasa sayang dan perhatian suamiku kepada sayasebagai istrinya. Pemberian materi kepada keluarga memang penting, tetapipemberian waktu dan kasih sayang untuk keluarga jauh lebih penting. Terimakasih untuk suamiku yang telah memberikan semua yang kau miliki dan mampu kaulakukan untuk keluarga kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Satu hal yang sayasuka darinya, dia tidak pernah tampak minder di hadapan keluargaku meski secaraekonomi keluargaku boleh dibilang lebih mapan. (Pede itu penting, bro. Itulahyang dimiliki suamiku. Pede abis dan sedikit nekat itu pula “modal”-nya saatmenikahiku). Minder hanya akan membuat “wibawa” seseorang hilang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Berpendidikan tinggidengan titel serenceng?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Karena kondisiekonomi, suami saya hanya sempat menyelesaikan pendidikan terakhirnya ditingkat SMA. Meski saya bolah dibilang berpendidikan lebih tinggi hinggasarjana, tetapi kami tetap bisa nyambung dalam berkomunikasi. Bukankah intidari komunikasi adalah “bisa nyambung” dengan lawan bicara? Meski kitaberbicara dengan seorang doktor sekalipun, tetapi kalau kita tidak bisa“nyambung” dan paham dengan apa yang dia bicarakan─dan dia juga tidak pahamdengan apa yang kita bicarakan─itu berarti komunikasi tidak berjalan efektif. Meskitidak berpendidikan tinggi, tetapi suamiku seorang yang sangat cinta ilmu, mauterus belajar dan memperbaiki diri. Dia juga hobi membaca. Koleksi bukunya bisajadi lebih banyak dari koleksiku. Kami bisa &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;sharing&lt;/i&gt;apa pun sesuai tema yang kami inginkan. Meski bukan lulusan pesantren, tetapidia sangat giat belajar agama di berbagai majelis taklim (dan mengamalkannya).Bagiku, ini cukup membuatnya tampak berwibawa di mataku karena menurutku orangseperti dialah “pembelajar sejati”. Seorang sarjana sekalipun belum tentu bisadisebut “pembelajar sejati” bila proses belajarnya berhenti hanya sampai ketikadia mendapatkan selembar ijazah kesarjanaan. Apalagi bila ilmu yang didapatselama ini tidak diamalkan.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Kekuatan fisik?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Orang seringmenyetarakan wibawa dengan kondisi fisik seseorang; tinggi besar seperti SBYmungkin, atau sekuat Ade Ray, atau segarang preman. Realitasnya, suami sayahanya pria biasa yang berperawakan sedang meski tetap lebih besar dan tinggidibanding saya (maklum saya kan imut. hehehe). Konon ceritanya waktu kecil diamalah sering sakit-sakitan. Dia tidak pernah tampil garang dan pemarah dihadapanku hingga membuatku tunduk dalam ketakutan. Dia juga tidak pernahmenyuruhku dengan tegas dan otoriter. Bahkan, kadang rengekan dan kemanjaannyamalah mudah membuatku luluh untuk menurutinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Tidak sedikit priayang menggunakan ototnya untuk menguasai perempuan (baca: istrinya). Bilaistrinya tidak taat dia gunakan tangannya untuk menampar dan menyakiti istrinyasendiri secara fisik. Padahal, istri seharusnya dilindungi dan disayangi.Mungkin itulah cara yang dianggap efektif untuk membuat istrinya tunduk patuhkepadanya. Kekuatan fisik mungkin ampuh membuat seorang istri tunduk kepadasuaminya, tetapi “ketundukan” yang menakutkan. Padahal, yang dibutuhkan seorangsuami sebenarnya adalah “ketaatan yang penuh ketakziman” dari istrinya.Ketaatan seperti ini pula yang seharusnya diberikan oleh istri, bukan“ketundukan yang membuatnya terkungkung dalam rasa takut”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Seorang suami yangmemberikan cinta dan kasih sayang kepada istrinya akan membuat istri puntergerak hati untuk memberikan cinta dan kasih sayang kepadanya. Pemimpin yangpenuh kasih sayang akan membuat orang yang dipimpinnya memberikan ketaatankepadanya dengan sukarela penuh ketakziman. Bagaimanapun, seorang istrimemiliki hak untuk dipimpin oleh suami dengan penuh kasih sayang seperti yangRasulullah saw. ajarkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;Rasulullahsaw. pernah ditanya tentang apa hak istri yang wajib dipenuhi oleh suami? Lalu,beliau menjawab, "Kamu memberi makan kepadanya, jika kamu makan. Dan kamumemberi pakaian untuknya, jika kamu memakai pakaian. Dan janganlah kamu memukulwajah, menjelek-jelekkannya, dan jangan pula kamu mendiamkannya kecuali didalam rumah." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;(HR. Ahmad dan Abu Daud)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Kekuatan psikis?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Bila tugas utama seorangistri adalah “taat” kepada suami sesuai hadits yang telah saya sebutkansebelumnya, maka tugas utama seorang suami adalah menjadi “imam” atau &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“leader”&lt;/i&gt; bagi keluarganya. Seseorangyang memiliki jiwa &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“leader”&lt;/i&gt;(pemimpin) secara psikis akan memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain untukmengikuti perintahnya tanpa membuat orang tersebut merasa disuruh. Kekuatanmempengaruhi ini bisa jadi dipengaruhi oleh “wibawa” atau “kharisma” yangdimiliki seseorang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Seorang pria (baca:suami) boleh saja lemah secara fisik, cacat atau lumpuh sekalipun seperti AhmedYassin (pemimpin Palestina), tetapi dia tidak boleh lemah secara psikis. Diaboleh miskin materi tapi tidak boleh miskin hati. Dia boleh tidak punyakedudukan berarti di mata manusia, tetapi tidak boleh menjadi hina di mataAllah Swt. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Bila poin-poinsebelumnya tidak berlaku bagi saya, tetapi untuk yang terakhir ini sangatberpengeruh bagi saya tentang kesan seorang yang berwibawa. Suamiku memangtidak sekaliber Ahmed Yassin dalam memimpin umat, tetapi dia mampu memimpin hatikudalam ketaatan kepada-Nya, bisa menjadi imam shalat yang baik, siap menegurkuketika lalai dalam ibadah sesuai yang disyariatkan Rasulullah saw. Bagiku, inicukup membuatku untuk “menaatinya”. Ketaatan yang membuatku semakinmenyayanginya, bukan ketaatan yang mengungkungku dalam ketakutan. Ketaatan yangsemoga bermuara pada ketaatan kepada Allah Swt. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Tidak peduli apa kata orang laintentang suamiku, yang penting bagiku dia tetap seorang suami yang penuh wibawadi mataku. Saya bersyukur Allah Swt. telah mengabulkan doa hamba-Nya yang lemahini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Tidak ada manusia sempurna di duniaini, begitupun suamiku. Namun, kekurangannya justru membuatku sadar danbersyukur karena berarti aku menikahi manusia biasa, bukan malaikat. Kalau dia mampumenerima kekuranganku yang jauh lebih banyak daripada kekurangannya, kenapasaya tidak mampu menerima kekurangannya yang mungkin hanya sepele? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Kalau saya menulis materi ini bukanberarti telah sempurna ketaatanku kepada suami. Saya sadar bahwa saya masihharus berusaha keras untuk menjadi istri yang taat kepada suami dalam ketaatankepada-Nya sambil terus berdoa, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“YaAllah, bimbing hamba agar mampu menaati suami dalam koridor ketaatankepada-Mu.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Tulisan ini sekadar &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;sharing&lt;/i&gt;. Semoga mampu menggugah &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;para istri atau calon istri&lt;/b&gt; untuksemakin menguatkan “ketaatan” kepada suami dalam syariat-Nya. Bila mungkinmemiliki suami yang tampak belum “berwibawa”, mintalah kepada Allah Swt. agardia dibimbing oleh Allah menjadi suami yang memudahkan Anda untuk menaatinyadalam syari’at-Nya, atau ditunjukkan “wibawa”-nya kepada Anda sehinggamemudahkan Anda untuk menaatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Bagipara suami atau calon suami&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;, semoga tulisan inimemotivasi Anda untuk menjadi “imam” yang sebenarnya bagi istri dan anak-anak.Apa pun kondisi istri Anda, apakah dia lebih dari Anda secara materi,pendidikan, status sosial, dan sebagainya, kendali tetaplah di tangan Andasebagai &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“leader”&lt;/i&gt;. Bimbinglah istridalam ketaatan kepada-Nya. Bila mendapati istri Anda belum taat, janganlah terburu-burumenyalahkan istri Anda, tetapi introspeksilah, apakah Anda termasuk suami yang“patut” untuk ditaati?Jadikan Anda seorang yang taat kepada Allah Swt. sehinggapantas untuk ditaati oleh istri Anda dan dia pun akan menaati Anda karena-Nya. @&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-8708247287113196607?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/8708247287113196607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/08/menakar-kewibawaan-suami.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/8708247287113196607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/8708247287113196607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/08/menakar-kewibawaan-suami.html' title='Menakar Kewibawaan Suami'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fPWdNI6yyz8/TkIrY3tsYHI/AAAAAAAAAWo/Nh-d1v73-wo/s72-c/945933953l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-8217624644172409359</id><published>2011-08-04T14:34:00.008+07:00</published><updated>2011-08-09T10:27:59.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sakinah'/><title type='text'>Menentukan Prioritas Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-lImlH5FVurc/TjpKRjWgvMI/AAAAAAAAAWc/H19K5vQW5r8/s1600/real_estate.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-lImlH5FVurc/TjpKRjWgvMI/AAAAAAAAAWc/H19K5vQW5r8/s400/real_estate.png" width="356" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Setiap orang yang membangun rumahtangga─kalau bisa─pasti ingin memiliki kehidupan sempurna; memiliki pasanganhidup yang saling mencintai dan setia, anak-anak manis yang pintar dan salehdengan pendidikan tinggi, berkecukupan secara materi (memiliki rumah megah,mobil mewah, dan uang setampah). Dari sisi pribadi bisa terus meningkatkanpendidikan dan karier dengan kedudukan atau status sosial tinggi di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Namun, realitasnya kehidupan tidaklahsesempurna itu. Bila semua itu tidak mungkin diraih secara bersamaan, mana yangharus diprioritaskan? (1) Mengejar pemenuhan materi rumah tangga terlebihdahulu sehingga bisa segera memiliki rumah bagus sesuai harapan, memiliki mobilyang nyaman sebagai sarana mobilitas, serta tabungan yang cukup untuk hari tua,(2) Mengembangkan karier setinggi mungkin, termasuk membekali diri dengan terusmeningkatkan strata pendidikan, (3) Memiliki anak-anak yang pintar dan salehdengan menyekolahkan di sekolah terbaik meski dengan biaya yang tidak sedikit(tentu kasih sayang dan pendidikan orang tua tetap diprioritaskan), (4) atauprioritas lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Semuanya sah-sah saja kita lakukan.Namun, perlu diingat bahwa akan ada risiko lain yang kadang harus ditanggungbila mengejar salah satu prioritas tersebut. Saya tidak akan menyalahkan siapapun dengan apa pun prioritas seseorang dalam membangun rumah tangganya. Sayahanya akan mengajak berfikir bersama kira-kira risiko apa yang akan kitatanggung bila mengambil satu prioritas tersebut, atau mungkin prioritas yanglain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Prioritaspertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;, Mengejar pemenuhan materi rumahtangga terlebih dahulu sehingga bisa segera memiliki rumah bagus sesuaiharapan, memiliki mobil yang bagus dan nyaman sebagai sarana mobilitas, sertatabungan yang cukup untuk hari tua. Kebutuhan inilah yang menjadi prioritasutama pada banyak rumah tangga, apalagi keluarga baru. Bukankah sedari SD dulukita diajarkan tentang prioritas kebutuhan manusia? Ada kebutuhan primer,sekunder, dan tertier. Kebutuhan primer (seperti yang selama ini kita kenal) adalahsandang, pangan, dan papan. Kebutuhan sandang dan pangan sejak sebelum menikahpun biasanya sudah terpenuhi. Karenanya, saat menikah, kebutuhan lain yangsering menjadi prioritas adalah “rumah sebagai tempat berteduh”. Bisa ngontrakrumah, tinggal di mertua indah, dan bila materi mencukupi bisa langsungmengambil kredit rumah atau bahkan membeli secara &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;cash&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Pada awalnya, rumah memang merupakankebutuhan pokok karena bagaimana pun kita harus memiliki tempat berteduh yanglayak. Namun, dalam perkembangannya, memiliki rumah sering diiringi dengankebutuhan akan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;prestice&lt;/i&gt; ataukebanggaan. Kalau ada teman, saudara, atau keluarga yang berkunjung ke rumahkita, bangga rasanya bila mereka terkagum-kagum dengan desain rumah dankeunikan furniture rumah yang kita miliki. Tidak cukup hanya dengan memilikirumah, kebanggaan lain yang sering menjadi pemikat &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;prestice&lt;/i&gt; seseorang adalah memiliki mobil mewah sehingga kalau kitapergi kemana-mana akan ada orang yang berdecak kagum dengan kendaraan kita. (Padahal, apakah kebanggaan seperti ini yang sebenarya kita cari dalam hidup?)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Memang, sah-sahsaja kita memiliki semua itu asal halal. Saya hanya ingin memberikan satuilustrasi kisah yang semoga bisa membuka kesadaran kita akan prioritaskebutuhan rumah tangga yang sebenarnya. Semoga kita tidak salah dalam memilih prioritas dalam rumah tangga kita. Kesalahan menentukan prioritas bisa jadi akan menghilangkan tujuan menikah yang sebenarnya, yaitu untuk mendapatkan "kebahagiaan". Jangan sampai kita mengejar prioritas yang hanya sebatas &lt;i&gt;"prestice"&lt;/i&gt;, tetapi kebahagiaan yang sesungguhnya kita butuhkan malah melayang jauh dari jangkauan kita. &lt;i&gt;Na'udzubillahi min dzalik.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5clbtIwAX7E/TjpLFmB37vI/AAAAAAAAAWk/ETKe30fbmzU/s1600/rumah-mewah-300x240.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-5clbtIwAX7E/TjpLFmB37vI/AAAAAAAAAWk/ETKe30fbmzU/s400/rumah-mewah-300x240.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoQuote" style="background-color: #93c47d; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;Fahri dan Rifa (sebut saja begitu), pasangansuami-istri yang baru beberapa bulan menikah ini memiliki impian untuk punya rumahdengan desain tertentu dan dirasa unik. Setelah melakukan kalkulasi kebutuhandana untuk pembangunan rumah itu, tersebutlah angka yang tidak sedikit. Demimemenuhi “nominal angka” tersebut, kedua pasangan ini berpikir keras bagaimanacara untuk segera mendapatkan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;sejumlah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;uang yang mereka anggarkandemi mewujudkan rumah impian mereka. Akhirnya diambillah keputusan mereka untukbahu-membahu mencari alternatif sumber-sumber ekonomi tambahan. Fahri sebagaisuami, selain bekerja kantoran sebagaimana biasa, juga mencoba membuka peluangusaha rekanan dengan temannya. Sementara Rifa melamar kerja ke beberapaperusahaan dan akhirnya diterima sebagai sekretaris di sebuah perusahaan besardi kotanya dengan gaji lumayan. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #93c47d; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #93c47d; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;Sebulan,dua bulan, setahun, dua tahun, waktu terus berjalan dan mereka masih mengejarmimpi untuk membangun rumah impian mereka. Rupiah demi rupiah pun terkumpulhingga mereka bisa membeli tanah yang dirasa strategis untuk membangun rumahtersebut. Sampai akhirnya mereka bisa mulai membangun rumah. Tidak langsungsempurna sesuai keinginan mereka, tetapi setidaknya rumah itu sudah bisaditempati sambil terus melakukan pembangunannya. Mereka pun tidak sabar inginsegera menyelesaikan rumah impian mereka. Karenanya, mereka terus memacu dirilebih keras dalam mengumpulkan rupiah hingg tanpa sadar ada sesuatu yang hilangdalam rumah tangga mereka, yaitu kebersamaan dan perhatian antarpasangan. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #93c47d; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #93c47d; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;Fahrimulai merasakan perhatian Rifa kepadanya sudah berkurang, tidak ada lagi kopidan sarapan pagi buatan istri tercintanya, tidak ada lagi ciuman tangan istrisaat menyambutnya pulang dari kantor. Pagi-pagi sekali Rifa sudah pergi kekantor hingga urusan masak dan menyiapkan makanan beralih ke tangan pembantu.Saat pulang kerja, istrinya kadang belum pulang ke rumah karena ada lembur dikantor, atau ada di rumah tapi sudah lelap dalam tidurnya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #93c47d; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #93c47d; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;Rifapun ternyata merasakan hal yang sama. Keromantisan Fahri seperti hilang entahke mana. Tidak ada lagi candaan suaminya ketika menjelang tidur, tidak ada lagiciuman hangat suami yang selama ini selalu dirindukannya. Suasana panas selalumelingkupi hati mereka ketika berada di rumah. Masalah kecil saja bisa memantikkemarahan dan pertengkaran.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #93c47d; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;Rifa justru merasakan kenyamanan ketikamendapatkan perhatian dari bosnya. Pria yang juga sudah menikah ini seolahmemberikan perhatian dan kasih sayang lebih daripada Fahri, suaminya. Akhirnya,jalinan kasih terlarang itu pun terbina di antara mereka. Tanpa sepengetahuanRifa, Fahri pun ternyata punya "hubungan gelap” dengan rekan kerjanya dikantor. Sinta, wanita &lt;/span&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;single&lt;/span&gt; yangterkenal seksi di kantornya ini begitu mengagumi kinerja Fahri yang rajin danulet. Di matanya, Fahri adalah lelaki impiannya selama ini. Dia bahkan tidakmalu-malu untuk menyatakan kekagumannya ini kepada Fahri. Sebagai pria yangtidak lagi mendapat penghargaan apalagi sanjungan dari istri merasa begitumelambung ketika mendapat sanjungan dan perhatian dari wanita lain. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #93c47d; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #93c47d; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;Berbilangbulan, “hubungan gelap” masing-masing pasangan ini pun terus berlanjut hinggamembuat mereka terperosok begitu jauh. Mereka tidak lagi menganggap pasangansahnya&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;─sebagaisuami-istri&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;─&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;menjadipasangan yang menyenangkan lagi. Rumah sudah menjadi seperti neraka bagi merekaketika pertengkaran demi pertengkaran terus membakar rumah mereka. Atau bisamenjadi seperti kuburan bila mereka sedang melakukan perang dingin. Rumahimpian mereka “belum jadi sempurna” seperti yang mereka inginkan, mungkintinggal sedikit melakukan renovasi tambahan lagi. Namun, ironisnya rumahtangga mereka malah hancur sebelum mereka bisa menikmati rumah impian itu. &lt;/span&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Na’udzubillahi min dzalik.&lt;/span&gt; Semoga kita tidak mengalami haldemikian. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #93c47d; border: medium none; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; padding: 0in 0in 1pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: none; mso-border-bottom-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 0in 1.0pt 0in; padding: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-color: #6aa84f;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Prioritaskedua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;, mengembangkan karier setinggimungkin, termasuk membekali diri dengan terus meningkatkan strata pendidikan. Banyakalasan mengapa seseorang harus mengembangkan karier termasuk meningkatkanpendidikannnya. Alasan utama biasanya untuk mandapatkan penghasilan lebih demimemenuhi kebutuhan hidup sehingga perlu meningkatkan strata kariernya, bisajuga untuk mengejar prestice. Begitu pun dalam meningkatkan strata pendidikan,biasanya karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan karyawannya memilikistrata pendidikan tertentu. Meski ada juga yang murni karena ingin menuntutilmu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Banyak yang memulai bekerja denganbekal ijazah SMA, dengan lamanya waktu bekerja, posisinya pun sedikit demisedikit meningkat hingga perusahaan menuntutnya untuk memiliki ijazah sarjanaatau minimal D3, bagi yang S1 dituntut memiliki ijazah S2, dan seterusnya. Padasaat yang sama kebutuhan rumah tangga, terutama pendidikan anak, terusmeningkat. Dia seolah dihadapkan dengan pilihan untuk memilih meningkatkanstrata pendidikannnya sendiri sehingga dapat memuluskan peningkatan kariernya(termasuk meningkatkan gajinya), tetapi di sisi lain dia harus berbagi ataumengurangi jatah dana pendidikan anaknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Dengan dana yang ada, dia harusmembiayai kuliahnya dan juga pendidikan anaknya. Kalau dia memakai dana itusepenuhnya untuk pendidikan anak, dia bisa menyekolahkan anaknya di sekolahyang bagus (yang notabene berbiaya mahal). Namun, bila harus berbagi untukmembiayai juga kuliahnya, otomatis dia hanya bisa menyekolahkan anak di sekolahseadanya, bila perlu di sekolah negeri yang gratis. Bila ditunjang denganpendidikan orang tua di rumah yang memadai, tentu tidak masalah, anaknya bisatetap berprestasi meski dia bersekolah di sekolah biasa. Namun, bila anak bisabersekolah di sekolah yang banyak memberikan keunggulan dibanding sekolah umum,biasanya potensi anak pun akan lebih terasah. Apalagi sekarang banyak sekolahyang menawarkan pengembangan potensi anak bukan hanya sisi kognisi atauintelektualnya semata, tapi juga sisi religi, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;leadership&lt;/i&gt;, dan lain-lain. Namun, harganya tentu berbeda jauh dengansekolah umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: solid #4F81BD 1.0pt; border: none; margin-left: .65in; margin-right: .65in; mso-border-bottom-alt: solid #4F81BD .5pt; mso-border-bottom-themecolor: accent1; mso-border-bottom-themecolor: accent1; mso-element: para-border-div; padding: 0in 0in 4.0pt 0in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-bnu46nuSE7E/TjpKwL51B3I/AAAAAAAAAWg/ZSv_Jugrrrs/s1600/education.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/-bnu46nuSE7E/TjpKwL51B3I/AAAAAAAAAWg/ZSv_Jugrrrs/s320/education.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="margin-bottom: 14.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin: 10pt 0in 14pt;"&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-weight: normal;"&gt;Saya punya kisah nyata seorang sahabat seputarmasalah karier ini. Sebut saja namanya Zahra. Dia bekerja di sebuah perusahaanmakanan dengan modal ijazah SMA. Pada awalnya dia bekerja sebagai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Cleaning Service&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-weight: normal;"&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Kinerjanya yang rajin mulaidilirik atasannya sehingga dia menjanjikan untuk menaikkan posisi kerja yangotomatis akan menaikkan pula gajinya. Namun, dengan syarat dia harus memilikiijazah D3. Tergiur dengan posisi yang menjanjikan dan keinginan untuk menaikkantaraf hidup dan pendidikan, dia pun mengambil kuliah program D3. Berbagi waktudengan pekerjaan kantor, kuliah, dan mengurus anak, membuat kuliahnya sedikittersendat hingga baru bisa menyelesaikan kuliah empat tahun kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin: 10pt 0in 14pt;"&gt;&lt;span class="MsoIntenseEmphasis"&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-weight: normal;"&gt;Pada saat yang sama, di perusahaan tempatnya bekerjaterjadi restrukturisasi karyawan. Bosnya yang dulu pernah menjanjikan sebuahposisi yang lebih baik malah terkena PHK. Jadi, meski saat itu dia sudahmengantongi ijazah D3, tetapi tetap tidak bernilai apa-apa di perusahaannya.Dia bisa naik posisi, tapi harus dipindahkan ke perusahaan cabang yang lebihjauh dari tempat tinggalnya. Akhirnya, dia malah memilih keluar dari pekerjaan.Dengan ijazah D3 yang dimiliki akhirnya dia bisa diterima sebagai pengajar disebuah SMK di kotanya. Namun, gajinya masih jauh dari yang diharapkan.Akhirnya, dia hanya bertahan satu semester lalu kembali keluar. Kini, dia malahnyaman menjadi ibu rumah tangga. Usahanya untuk meningkatkan taraf pendidikanmemang tidak sia-sia karena dia mendapatkan ilmu dari sana. Namun, bilatujuannya untuk meningkatkan posisi dalam kariernya, realitasnya itu malah jauhdari genggamannya. Sementara, dia sudah kehilangan banyak waktu yang seharusnyadipergunakan untuk mendidik anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Prioritasketiga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;, memiliki anak-anak yang pintar dansaleh dengan menyekolahkan di sekolah terbaik meski dengan biaya yang tidaksedikit. Bila dana yang kita miliki cukup atau bahkan berlebih mungkin tidakmenjadi masalah. Namun, bagaimana bila dana yang dimiliki sebenarnya terbatas? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Saya pernah melihat sebuah keluargasederhana, tetapi menurut saya sangat terpelajar. Suaminya seorang guru PNSdengan gaji tergolong biasa. Maklum, ijazahnya hanya SPG. Sementara istrinyaseorang ibu rumah tangga biasa tanpa memiliki penghasilan tambahan lain. Namun,mereka ternyata mampu menyekolahkan kelima anaknya hingga menjadi sarjana. Bilamereka memiliki penghasilan besar, tentu memiliki lima anak yang bertitelsarjana merupakan hal mudah. Namun, dengan kondisi ekonomi yang serba terbatasmereka tetap mampu menyekolahkan kelima anaknya hingga perguruan tinggi adalahhal yang luar biasa. Tentu saja ada risiko yang harus mereka tanggung. Hinggakelima anaknya menjadi sarjana, rumah mereka masih sangat sederhana, hanyarumah berdinding kayu dan lantai berkalang tanah. &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;. Anak-anak merekapasti bangga memiliki orang tua seperti mereka yang rela hidup sederhana demimemberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Prioritas ketiga inilah yang sekarangsedang dibangun dalam rumah tangga kami. Saya menikah dengan seorang dudaberanak dua. Rumahnya sangat sederhana, tipe 21 dengan cicilan masih beberapatahun lagi. Namun, beberapa bagian rumah sudah minta direnovasi. Saya sajasampai harap-harap cemas kalau  hujan tiba karena ada bagian rumah kami yangbocor. Namun, saya tetap bangga dengan suamiku, terutama dengan caranyamendidik anak-anak. Demi menyekolahkan anak-anaknya di sekolah terbaik sesuaikemampuan, dia rela menunda pembangunan rumahnya ini. Padahal, rekan-rekankerja seangkatannya yang gajinya kurang lebih sama sudah memiliki rumah bagus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Bukan hanya itu, dia juga relamengesampingkan kesempatan peningkatan karier di kantornya demi fokusmemberikan sarana pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Dengan ijazah SMA yangdimilikinya memang agak sulit untuk mencapai posisi di atas staf. Bila inginmencapai jenjang karier lebih tinggi dia harus memiliki ijazah S1. Namun, padasaat yang sama anak pertamanya membutuhkan biaya sekolah yang tidak sedikit.Maklum, dia memilih menyekolahkan anaknya di SDIT yang biayanya tidak sedikit.Uang masuknya saja waktu itu sudah mencapai 4,5 juta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;“Biarin Mas begini saja asal anak-anakbisa sekolah di tempat terbaik. Kini masanya untuk perbaikan pendidikan mereka,bukan pendidikan Mas. Yang penting Mas masih bisa membiayai mereka.” begitu jawabansuamiku kalau ditanya tentang alasannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Namun, pengorbanannya menurut sayatidaklah sia-sia. Kini, anak pertama kami itu sudah duduk di kelas II MTs(setingkat SMP) dengan prestasi yang bisa dibanggakan. (Semoga ini bukan untuk tujuan riya' atau sum'ah, tapi &lt;i&gt;sharing &lt;/i&gt;saja) Sedari SD rangkingnyatidak kurang dari 3, bahkan pernah 2x rangking 1. Semester kemarin dia jugarangking pertama. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;.Meski kini anak kami jauh dari kami karena tinggal di pesantren, tetapi kamimasih terus memantau perkembangannya dengan mengunjunginya seminggu sekali. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, kini dia sudah memilikihafalan Al Qur’an 5 juz. Semoga dia bisa istiqamah menjadi hafidzah. Amiin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Kini tinggal membimbing anak keduakami yang masih sekolah di TKIT. Kalau kakaknya mulai serius menghafal AlQur’an sejak SMP, kami berharap anak kedua bisa menjadi penghafal Al Qur’anlebih dini, yakni sejak sekolah dasar. Bagi kami, anak-anak inilah prioritasutama dalam rumah tangga kami. Saya akan dengan sukarela menyimpan ijazahsarjana saya demi fokus mendidik mereka. Allah…bimbing hamba menjadi ibuterbaik bagi anak-anak kami, anak-anak yang akan menjadi generasi penentu masadepan bangsa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Setiap rumah tangga pasti memilikiprioritas tujuan yang berbeda-beda. Namun, satu hal yang perlu diingat, masadepan bangsa bisa jadi berawal dari prioritas setiap rumah tangga ini. &lt;b&gt;Apakahprioritasnya sebatas pemenuhan ekonomi (sukses materi), &lt;i&gt;prestice&lt;/i&gt; diri (sukses diri pribadi), atau menyukseskan anak-anak untuk membangungenerasi bangsa ke depan yang salih, tangguh, danberkepribadian utuh?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Semoga tulisan kecil ini memberikansumbangsih besar bagi bangsa ini. Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-8217624644172409359?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/8217624644172409359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/08/menentukan-prioritas-rumah-tangga.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/8217624644172409359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/8217624644172409359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/08/menentukan-prioritas-rumah-tangga.html' title='Menentukan Prioritas Rumah Tangga'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lImlH5FVurc/TjpKRjWgvMI/AAAAAAAAAWc/H19K5vQW5r8/s72-c/real_estate.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-502025302589534059</id><published>2011-06-14T10:46:00.004+07:00</published><updated>2011-06-20T15:27:19.768+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Keseimbangan Hidup</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-uSjcj2eIJWM/TfbXNo_7CNI/AAAAAAAAAWQ/M0Gc29Qj7pk/s1600/0001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-uSjcj2eIJWM/TfbXNo_7CNI/AAAAAAAAAWQ/M0Gc29Qj7pk/s400/0001.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Salutngeliat Si A, getol banget nyari duitnya. Salut dengan kerja kerasnya yangpantang mengeluh. Setiap hari kerja di kantor, hari Minggu masih dagang bajubareng istrinya.” Cerita suamiku tentang rekan kerja sekaligus tetangga kami dikompleks.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Orang yangkami sebutkan ini bekerja di sebuah perusahaan swasta di Bekasi. Meski sebagaikaryawan staff biasa, tetapi gajinya masih lebih baik daripada karyawan bagianproduksi yang otomatis tenaganya diperas sedemikian rupa meski dengan penghasilanpas-pasan. Sementara istrinya, setelah di-PHK dari perusahaan yang sama dengansuaminya, mengelola usaha fasion di rumah. Setiap hari Minggu mereka menjualbaju-bajunya di sebuah pasar kaget di kompleks perumahan kami. Di perumahankami memang ada pasar kaget yang digelar setiap hari Minggu karena banyaknyaorang yang jalan-jalan atau olah raga di hari libur tersebut. Sebulan sekalimereka membawa dagangannya ke sebuah pesantren di Karawang yang menggelarpengajian umum di sana. Biasanya mereka berangkat siang hari setelah berjualandi pasar kaget. Setiap Sabtu-Minggu konon ceritanya mereka menggelardagangannya ke beberapa tempat. Usahanya ini terus berkembang meski sempatturun-naik. Kini mereka mulai membuka toko busana muslim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Kitaikutan jualan aja, Mas, di pasar kaget.” Kataku iseng berkomentar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Ngapain&lt;i&gt;ngoyo-ngoyo&lt;/i&gt; nyari duit. Mending buat pacaran. Sabtu-Minggu kan waktu buatkeluarga, bukan buat kerja.” Jawab suami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hari libursuamiku memang hanya Sabtu-Minggu. Setiap hari dia berangkat kerja mulai pukul07.00 (seharusnya pukul 06.00 sih), biasanya sampai di kantor pukul 09.00.Jarak perjalanan Bekasi (rumah kami) ke Ancol (kantor suami) memang cukup jauh.Bisa dua jam perjalanan. Dia pulang kantor pukul 17.00., biasanya sampai rumah saatadzan Isya atau setelahnya. Dengan mengendarai motor, dia lebih bebas berhentiuntuk jamaah shalat Maghrib&amp;nbsp; dan Isya dimasjid yang dilewati. Otomatis waktu kebersamaan kami hanya malam hari. Itusebabnya Sabtu-Minggu bener-bener diopmalkan buat keluarga. Sabtu biasanya kamipakai buat jalan-jalan berdua, nonton film di bioskop, ikut kajian, dansebagainya. Setiap hari Minggu kami mengunjungi anak kami yang bersekolah dipesantren di daerah Karawang, sekitar satu jam perjalanan dari rumah kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bukan kamitidak butuh banyak uang untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga. Kami inginbisa segera melunasi cicilan rumah dan motor, bayar tagihan rutin bulanan,ingin punya dana buat renovasi rumah, pengen punya tabungan yang cukup buatpendidikan anak (kami ingin menyekolahkan &amp;nbsp;anak di tempat terbaik), kami juga pengenpunya tabungan haji. Namun, waktu kebersamaan dengan keluarga, menemani anak,juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-mrI7MjNjXQs/TfbXuW22p7I/AAAAAAAAAWU/h4_WbAiFIzY/s1600/father-and-son.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="292" src="http://3.bp.blogspot.com/-mrI7MjNjXQs/TfbXuW22p7I/AAAAAAAAAWU/h4_WbAiFIzY/s320/father-and-son.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Usiakanak-kanak kan hanya sebentar. Itu berarti masa bermain-main dengan merekajuga tidak lama, paling-paling hanya sampai sekolah dasar. Setelah itu merekasudah punya dunia sendiri yang kadang tidak terlalu membutuhkan orang tua disampingnya. Masak sih kita mau melewatkan masa-masa itu begitu saja hanyakarena sibuk nyari uang. Masak untuk bermain dengan anak nunggu sampai punyabanyak uang dan terpenuhi segala kebutuhan materi keluarga. Saat inginbermain-main dengan anak-anak, tahu-tahu mereka sudah besar dan tidak maubermain seperti anak kecil lagi. Saat itu kita sudah tidak bisa menimang merekalagi.” Kata suami berdiskusi tentang prioritas kebutuhan saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Saya sangatsetuju dengan prinsip suami. Hal ini pula yang membuat saya semakin kagumkepadanya. Bagi kami, anak adalah harta yang tidak ternilai harganya dan harusmenjadi prioritas. Bukan sekadar memenuhi kebutuhan materinya, tetapi jugakebutuhan psikologisnya. Mereka harus benar-benar bisa merasakan kehadirankedua orang tuanya di hatinya, harus benar-benar merasakan perhatian dan kasih sayangkami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Keluarga ituprioritas. Kalau waktu habis buat nyari duit, kapan bermesraan sama istri? Masakmau bermesraan dengan istri aja nunggu nanti kalau sudah tua. Sudah jadiaki-aki dan nini-nini baru mesra-mesraan. Mana nikmatnya?” kata suami lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bagaimana punkami sudah sangat bersyukur dengan kondisi kami. Meski banyak cicilan yangharus dipenuhi, tapi kami masih bisa makan layak, bisa punya rumah meski kondisinyasudah minta direnovasi di sana-sini, punya motor untuk memudahkan mobilitaskami, dan bisa menyekolahkan anak di tempat yang layak meski biayanya tidaksedikit. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Maka nikmat Tuhan kamu yangmanakah yang kamu dustakan?”&lt;/i&gt; (QS Ar Rahmân) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tanpa mengurangihormat kami kepada orang-orang yang banyak menghabiskan waktunya untuk bekerjamembanting tulang memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, kami salut denganmereka. Namun, tidak sedikit orang yang kemudian lupa untuk memenuhi kebutuhanpsikologis mereka. Sibuk mengejar “kesuksesan” dalam ukuran materi, tetapikemudian sering mengabaikan kebutuhan lain, seperti kebersamaan dengankeluarga, kebutuhan untuk menuntut ilmu agama (mengikuti kajian), dansebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Idealnya,kita bisa seimbang menikmati dan menjalani hidup. Saya jadi teringat dengan kisahyang banyak ditulis di internet tentang seorang nelayan dengan pengusaha. Ceritaini banyak ditulis dalam berbagai versi. Saya akan merangkum dengan versi saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-VqQfedPlaI8/TfbZU7qf2FI/AAAAAAAAAWY/ez-fMxQtLQM/s1600/57007_nelayan_tidak_melaut_300_225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-VqQfedPlaI8/TfbZU7qf2FI/AAAAAAAAAWY/ez-fMxQtLQM/s400/57007_nelayan_tidak_melaut_300_225.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none; color: blue; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 0.65in; margin-right: 0.65in; padding: 0in 0in 4pt;"&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="margin: 10pt 0in 14pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Senja di pinggir sebuah pantai saat itu tampak begituindah. Semburat merah jingga mentari di ujung pantai melukiskan keindahannya. Semilirangin lembut khas pantai menyentuh kulit seseorang yang sedang santai berliburdi pantai itu. Dia seorang pengusaha yang dibilang “sukses” di kotanya. “Bersantai”seperti itu baginya merupakan suatu hal yang “mewah” dan jarang didapatkan. Maklum,waktunya selama ini banyak dihabiskan untuk bekerja keras karena dia yakin bahwakekayaan dan kesuksesan hanya dapat diperoleh dengan bekerja keras. Tiada haritanpa bekerja.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="margin: 10pt 0in 14pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Dia menyapu pandangannya ke seluruh penjuru pantaiuntuk menikmati keindahannya. Dia kemudian melihat seorang nelayan yang sedang duduksantai di atas kapal nelayan sambil menikmati pemandangan pantai. Terusik dengankesantaian orang tersebut, pengusaha ini pun mendekatinya. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="margin: 10pt 0in 14pt;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Pak, mengapa bapak tidak melaut?” sapa pengusahakepada nelayan itu.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Saya sudah melaut semalam dan saya perlu beristirahat,” jawab nelayan singkat.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Kalau bapak melaut lagi, Bapak akan menghasilkan banyak ikan sehingga Bapakbisa mengumpulkan uang untuk membeli sebuah perahu. Dengan perahu itu. Bapaktidak perlu lagi menyetorkan sebagian keuntungan Bapak kepada pemilik perahu.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Lalu?” kata nelayan menyela.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Bapak bisa mengumpulkan lebih banyak uang untuk membeli perahu kedua, perahuketiga, perahu keempat, perahu kelima, dan seterusnya.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Lalu?”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Jika perahu Bapak sudah banyak. Bapak bisa menyewakannya kepada nelayan lainsehingga Bapak tidak perlu lagi melaut.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Lalu?”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Bapak bisa hidup tenang dan bersantai.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Nelayan itu tersenyum dan berkata, “Menurut bapak, apa yang sedang saya lakukansekarang?”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Nasihat pengusaha itu baik. Namun, apa yang dilakukan nelayan itu justrumengajarkan kita satu hal, &lt;b&gt;HIDUP HARUS SEIMBANG.&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Semoga kisahini memberikan pencerahan bagi kita akan pentingnya keseimbangan hidup. Jangan sampaikita sibuk (yang biasanya untuk mengumpulkan pundi-pundi materi), tetapikehilangan kenikmatan dan kebahagiaan yang seharusnya bisa dinikmati kapan pun,tidak harus menunggu kaya dan dibilang “sukses” oleh orang lain yang biasanyaukurannya hanya sebatas materi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Terima kasih untuk suamiku yangmengajarkan aku untuk menikmati keseimbangan hidup. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;U are d’best&lt;/i&gt;. Aku bangga padamu. @&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-502025302589534059?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/502025302589534059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/06/keseimbangan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/502025302589534059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/502025302589534059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/06/keseimbangan-hidup.html' title='Keseimbangan Hidup'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uSjcj2eIJWM/TfbXNo_7CNI/AAAAAAAAAWQ/M0Gc29Qj7pk/s72-c/0001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-7202449688256004839</id><published>2011-06-13T13:49:00.004+07:00</published><updated>2011-06-14T07:49:12.772+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KIsah Sejati'/><title type='text'>Nge-Blog dapat Jodoh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ccbqok1nJcU/TfWuRtvyyjI/AAAAAAAAAWI/A1PpyR_pMB4/s1600/59.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ccbqok1nJcU/TfWuRtvyyjI/AAAAAAAAAWI/A1PpyR_pMB4/s400/59.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teman memintaku untuk menulis proses perkenalanku dengan seorangpria hingga dia menjadi suamiku. Mungkin karena dianggap aneh, “Kenalan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;via&lt;/i&gt; BLOG kok bisa sampai nikah?”Biasanya orang berkenalan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;via&lt;/i&gt;jejaring sosial, seperti Facebook atau yang lainnya, atau &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;chatting via&lt;/i&gt; YM, dll. Tapi kami berkenalan dan menjadi semakindekat justru melalui penelusuran tulisan-tulisan kami di blog kamimasing-masing. Belum lagi proses perkenalan kami hingga ke nikah hanyamembutuhkan waktu satu bulan. Aneh atau tidak, tapi itulah realitasnya. &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mungkin karena prosesnya yang begitu cepat itulahmembuat saya sendiri kadang masih nggak percaya kalau saya sudah menikah. Akhirtahun 2010 masih lajang, tahun baru 2011 sudah berstatus sebagai istri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Setelah beberapa kali membuat tulisan ini denganbeberapa kali edit ulang, akhirnya tulisan ini kelar juga. Bisa jadi inilahtulisanku yang terlama prosesnya. Butuh waktu berbulan-bulan. Prolog beberapakali diganti karena merasa nggak sreg.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;IsengNge-Blog&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tulisan-tulisan lamaku yang pernah dimuat sebuah media Islami di Bandung ketikasaya menjadi wartawati di sana teronggok di folder kamarku. Mau diapain? Dibuatkliping? Hanya bisa dinikmati diri sendiri. Sejak pensiun sebagai wartawati,penaku seakan tumpul. Sesekali saya menulis buku, tetapi tidak cukup. Banyakyang ingin dituangkan melalui tulisan dengan tema bebas tanpa dibayangituntutan laku/tidak secara komersil dan bakal dibaca banyak orang atau tidak.Biasanya saya menulis di buku harian (sejak SMP hingga perguruan tinggi),tetapi kini rasanya sudah tidak relevan lagi. Sampai akhirnya saya menemukancara jitu dan efektif menuangkan pemikiran, yaitu melalui blog. Sejak tahun2009 saya memulai debut penulisan melalui blog. Tidak pernah terpikir apakah nantitulisanku bakal dibaca orang atau tidak. Asal saya punya tempat untukmenuangkan pikiran dan perasaan, cukuplah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-dua sahabat &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;off line&lt;/i&gt; yangsama-sama mengelola blog saling mengunjungi dan mengomentari tulisan kamimasing-masing. Respons dari orang lain inilah yang membuat saya semakinsemangat menulis sampai akhirnya banyak juga pembaca &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;on line&lt;/i&gt; yang sama sekali tidak saya kenal sebelumnya. Ketika adasabahat &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;on line&lt;/i&gt; yang mengakumerasakan manfaat dari tulisan-tulisanku, semangat menulis pun kian membubungtinggi meski sama sekali tidak mendapatkan rupiah apalagi dolar dari kegiatanmenulis ini. Saya sudah cukup senang karena tulisan saya dibaca orang danbermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak terlalu aktif, tetapi saya usahakan untuk memosting tulisanminimal satu bulan satu tulisan. Kadang saya mengambil dari tulisan-tulisanlamaku yang pernah dimuat di media massa tempatku bekerja dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sekali Bertemu untuk Menikah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun 2010, tepatnya awal Desember, ada seorang pembaca yang sangataktif mengomentari tulisan-tulisanku. Bukan hanya postingan baru, postinganlawas pun dikomentarinya. Bahkan, hampir semua tulisanku di blog dia komentari.&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Ini orang gila bener. Tulisan-tulisankudi blog dibaca semua kali, yah?&lt;/i&gt; Batinku. Padahal tulisanku di blog inisudah lumayan banyak, lebih dari 60 tulisan. Penasaran. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Siapa sebenarnya dia? Kok mau-maunya menghabiskan waktu buat membacahampir semua tulisanku di blog.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama berselang, ada &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;email&lt;/i&gt;masuk ke &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;inbox&lt;/i&gt;-ku. Rupanya darikomentator teraktif di blog-ku. Tidak langsung mengajak kenalan, tetapi memintakesediaanku untuk berdiskusi soal tulisan-tulisan. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Mengulas tentang tulisan, siapa takut?&lt;/i&gt; Siapa tahu saya akanmendapat masukan tentang tulisan-tulisan di blog-ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya dia hobi nulis juga. Aku baca juga blog miliknya &lt;a href="http://oyotgatelpalungsalwangga.blogspot.com/" style="color: blue;"&gt;“Catatan Salwangga”&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;.&lt;/span&gt; Tulisan-tulisannya lumayan enak dibaca. Tema keseharian yang cukupsegar. Banyak mengulas tentang pengalaman sehari-harinya bersama anak-anak danistrinya. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Hmm, seorang ayah yang baik dansuami yang cukup bertangggung jawab. &lt;/i&gt;Itu kesanku dari membacatulisan-tulisannya di blog.&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt; Selain itu, kayaknyanih orang lumayan kocak juga.&lt;/i&gt; Batinku. Ternyata, mempelajari kepribadianseseorang bisa melalui penelusuran pemikiran dan perasaan yang ditulisseseorang. Mungkin itu juga yang dia pelajari dari tulisan-tulisanku di blogpribadiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain saling menikmati tulisan di blog dan berdiskusi melalui &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;email,&lt;/i&gt; kami pun berkomunikasi &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;via&lt;/i&gt; &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;chatting&lt;/i&gt;YM. Alhamdulillah, kemunikasi kami lancar. Salah satu tulisan hasil &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;chatting-&lt;/i&gt;an kami bisa dibaca padatulisan berjudul &lt;a href="http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/03/adaku-bersama-adamu.html" style="color: blue;"&gt;“Adaku Bersama Adamu, Adamu Bersama Adaku”&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dari bicara soal tulisan, obrolan kami kemudian berlanjut hingga curhatmasalah pribadi. Nuansa kepedihan tampak begitu lekat di benaknya. Rupanya diabaru kehilangan istrinya yang meninggal karena sakit dua bulan sebelumnya,yaitu Oktober 2010. Sebagai sahabat (meski belum lama kenal), saya mencobauntuk men-&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;support&lt;/i&gt; dia semampuku.Tidak puas hanya berkomunikasi &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;via&lt;/i&gt;dunia maya, seminggu kemudian dia mengajak bertemu. Entah mengapa saya mau sajadiajak bertemu muka, padahal sebelum-sebelumnya saya lumayan selektif untukmasuk lebih jauh dalam kehidupan orang yang baru dikenal, apalagi denganmakhluk bernama cowok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terpisah di dua kota, Bandung dan Bekasi. Pulang kerja dia langsungmeluncur ke Bandung. Karena memakai kereta malam dan sampai di Bandung di ataspukul 23.00 wib., kami baru bisa bertemu keesokan paginya di penginapan dekatstasiun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana dan apa adanya. Itulah kesan yang aku tangkap dari caranyaberpenampilan. Kami ngobrol-ngobrol sambil sarapan pagi di warung dekat stasiunBandung. Meski masih terasa canggung dan kaku pada awal pertemuan kami, tetapisaya merasa nyaman saja bersamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sarapan kami pergi ke sentra buku murah di Palasari Bandung, kebetulanada buku yang sedang dia cari. Dia berhasil mengantongi buku yang dicari, sayapun dapat hadiah buku darinya. Kami melepas lelah dan haus di warung penjual eskelapa muda. Hm…mak nyus. Sedingin dan selega hati ini. Kami kembali ke stasiununtuk mengantarnya pulang ke Bekasi. Ada waktu lebih dari satu jam kamimenunggu pemberangkatan kereta ke Jakarta. Kami mengisi waktu denganberbincang-bincang di &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;outlet&lt;/i&gt; makanandekat loket penjualan karcis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa azan dzuhur berkumandang. Kami mencari masjid terdekat. Usaishalat kami kembali ngobrol-ngobrol di outlet makanan tempat kami berbincangsebelumnya. Obrolan saat itu sudah mulai cair dan bisa tertawa lepas. Bahkan,saya merasa seolah sedang bertemu dengan sahabat lama yang terpisah sekiantahun. Kami seolah sudah saling mengenal begitu dalam meski kenyataannya baru sekalibertemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuek, gokil, dan usil. Itulah kesan saya selanjutnya tentang sosok pria yangduduk di depanku ini. Tanpa sepengetahun saya dia mengambil gambar saya dengankamera HP-nya saat sedang ngobrol bersamanya. Begitu tahu ada kamera yangsedang &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;on&lt;/i&gt; saya langsung merebutHP-nya. Rupanya dia sudah menyuting saya sejak pertama bertemu saat sarapantadi pagi. Tampak di sana segala gerak-gerikku tadi pagi yang masih malu-malusambil terus menikmati soto. Ah, dasar tukang usil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kecuekannya. Semua makananku yang nggak habis dia santap sampaitidak bersisa. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Dia laper apa doyan?&lt;/i&gt;(Belakangan baru dia ngaku kalau saat itu dia kekenyangan benget). Padahal sayahanya makan soto sedikit. Maklum, saya jarang sarapan berat pagi hari. Jadikalau dihidangkankan makanan berat hanya muat dikit. Itu berarti sama artinyadia makan dua porsi. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Hehehe…siapa suruhngabisin makananku?....&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahu nggak doa apa yang Mas panjatkan waktu shalat dzuhur tadi?” diamemulai perbincangan usai shalat dzuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya nggak tahulah. Emang doa apa?” saya tanya balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ntar ajalah Mas kasih tahu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Idih…pake rahasia-rahasiaan segala.Atau dia malu kali yah?&lt;/i&gt; Batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kereta ke Jakarta datang saya mengantarnya sampai pintu masuk.Sendiri lagi. Saya pun siap-siap naik angkot untuk kembali ke rumah. Dalamperjalanan HP-ku berbunyi. Rupanya sms dari dia. Sms yang lumayan panjangdengan tiga kali kirim.&lt;br /&gt;&lt;div style="border: medium none; color: blue; margin-left: 0.65in; margin-right: 0.65in; padding: 0in 0in 4pt;"&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="margin-bottom: 14.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 10.0pt;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Fattahu, jika pertemuan ini mengundang berkah-Mu,bukakanlah hati kami untuk saling menerima satu sama lain. Namun, jika hanyaakan mengundang keburukan di antara kami, hanya kuasa-Mu juga yang berlaku ataskami. Beri petunjuk-Mu untuk kami, ya Allah. Sesungguhnya, kemuliaan hanyadatang dari Engkau. Segala kebaikan hanya dari Engkau. Segala kenikmatan hanyadari Engkau. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="margin-bottom: 14.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 10.0pt;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Latif, Duhai Zat Yang Mahalembut. Lembutkan hatikami agar dapat merasakan petunjuk-Mu. Aku mencoba membuka hatiku denganmengharap ridha-Mu, ya Ilahi Rabbi. Amin.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rupanya itu doa yang dia panjatkan bakda shalat dzuhur tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sms yang cukup membuatku terkesan. Saya yakin dia tipe orang yang sangatmengutamakan agamanya sehingga segala sesuatu dia kembalikan kepada Allah IlahiRabbi. Ini salah satu yang saya suka dari dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Bismillah. Ya Allah, jika Indah baikuntukku dan agamaku, bukakanlah hatiku untuknya. Jika aku baik untuk Indah,bukalah hatinya untukku. Amiiin.”&lt;/i&gt; Smsnya kembali bersarang di HP-kukeesokan harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kalau mau jujur, semua tipe pria yangaku inginkan ada dalam diri Mas. Bahkan lebih.”&lt;/i&gt; Jawab sms-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Apa nggak terlalu cepat mengambilsimpulan seperti itu?”&lt;/i&gt; dia seolah mengorek keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Memang kita baru sekali bertemu, tapisaya merasa kemarin seperti pertemuan dua sahabat lama yang baru dipertemukankembali.”&lt;/i&gt; Aku menepis keraguannya yang rupanya diiyakan olehnya. Dia punmerasakan hal yang sama. Yah, bagai dua sahabat lama yang baru bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Segala puji hanya untuk-Mu, ya Allah.Engkau yang mempertemukan kami. Engkau yang membuka hati kami. Kami pasrah apapun takdir-Mu, ya Rahim.” &lt;/i&gt;Sms-nya menutup obrolan kami hari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hati telah berpadu. Kami telah saling menerima. Hati telah terisi dengancinta meski pertemuan itu boleh dibilang sangat singkat. Tiada terpikir di benakkami untuk berpacaran karena keharaman pacaran dalam Islam. Seminggu setelahpertemuan pertama kami, saya pulang kampung untuk liburan. Liburan ini sudahsaya rencanakan jauh-jauh hari sebelum pertemuanku dengannya untuk menghabiskancuti tahunan yang belum saya ambil. Selama perjalanan pulang dia terusmeng-sms, menanyakan perkembangan perjalananku, sudah sampai mana, gimanaperjalanannya, dan seterusnya. Dia menyatakan keseriusannya untuk melamarku.Bahkan siap datang ke rumah minggu depan untuk melamarku, kalau diizinkan. &lt;br /&gt;Namun,&lt;br /&gt;&lt;div style="border: medium none; color: blue; margin-left: 0.65in; margin-right: 0.65in; padding: 0in 0in 4pt;"&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Pintu itu belum mampu aku buka sepenuhnya. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Masih ada sisa trauma kegalalan masa lalu yang “menganga”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Ada hati yang harus aku jaga “ketenangannya”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Bila hati ini yang terluka tidak mengapa&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Tapi “hati ibu” kuingin tetap “sehalus sutra”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Namun, luka ini menjadi lukanya jua….&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Hingga sulit kumemisahkannya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Andai….&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Ah….&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dia memberiku kesempatan untuk membicarakan hubungan kami ke orang tuakusebelum kembali ke Bandung. Namun, 2-3 hari di rumah, masih belum mampu kubukamulutku, serasa kelu. Sementara dia terus mendesakku untuk membicarakannya. Resahdan gelisah sempat melanda hatinya dalam menanti jawaban ini, hal yang samajuga melanda hatiku. Akhirnya, kesempatan itu datang juga. Saat saya, ibu, dankakak pertamaku duduk-duduk santai di depan rumah, saya pun memulai pembicaraantentang kedekatanku dengan seorang pria. Saya bilang kalau kami serius untukmenikah meski tetap harus siap seandainya di tengah jalan akan gagal. Sayatidak mau kegagalanku akan menyakiti hati ibu. Yah, bagaimana pun jodoh ditangan Allah Swt. Hanya Dia yang tahu bagaimana nasib hubungan kami. Saya punbercerita tentang profil pria yang saat ini sedang dekat denganku.Alhamdulillah, ibu dan kakakku memberi nilai positif pada dirinya hingga pintuitu bisa sedikit terbuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memaksimalkan Ikhtiar dan Doa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan, meski sudah kami niati dengan sungguh-sungguh karena Allahsemata, tetapi kami tetap pasrah dengan ketentuan Allah Swt. Kami hanyaberusaha. Doa dan ikhtiar sudah saya lakukan. Kalau toh ikhtiar ini gagal jugaseperti kegagalan saya pada masa lalu, saya pun pasrah.&lt;br /&gt;&lt;div style="border: medium none; color: blue; margin-left: 0.65in; margin-right: 0.65in; padding: 0in 0in 4pt;"&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="margin-bottom: 14.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 10.0pt;"&gt;&lt;i&gt;Bila semua diniatkan ibadah karena Allah Swt., insyaAllah akan terasa ringan meskipun harus menerima kegagalan. Berdoa tetapmenjadi ibadah yang berpahala meski belum dikabulkan segera. Ikhtiar pun akantetap bernilai ibadah meskipun belum tentu mencapai hasil yang didamba. Bahkan,kegagalan yang dihadapi dengan kesabaran dan kepasrahan kepada-Nya akan menjadiibadah bernilai tinggi sebagai nilai plus (bonus) atas doa dan ikhtiar yangsudah dilakukan secara maksimal.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="margin-bottom: 14.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 10.0pt;"&gt;&lt;i&gt;Intinya. Menikah itu ibadah. Bila ikhtiar menuju nikahdilalui sesuai syariah dibarengi dengan doa yang khusyuk, meskipun kegagalanyang akan diterima nantinya, maka itu pun tetap bernilai ibadah. Jadi, gagalatau tidak tetap bernilai ibadah. Itulah indahnya Islam.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, seandainya Allah tidak mempertemukan jodohku di dunia pun sayaikhlas. Saya hanya mencoba menjalani kehidupan sesuai takdir-Nya. Saya yakinAllah pasti telah membuat skenario terindah bagi kehidupanku. Bisa jadi awalnyaterasa pahit, tapi saya yakin apa pun dan bagaimana pun yang Allah berikan kepadasaya merupakan hal terbaik dari Allah Swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai rencana, tanggal 25 Desember 2010, usai menghadiri pernikahan teman sekantor,saya langsung meluncur ke stasiun kereta Bandung menuju Bekasi. Saya janjiuntuk ikut mengambil raport anaknya Mas Pomo yang duduk di kelas 1 MTs(setingkat SMP). Alhamdulillah, anak perempuannya yang manis ini tidakberkeberatan menerima kehadiranku sebagai ibu tirinya. Dia ingin mengisiliburan semesternya di Jogja bareng dengan adik laki-lakinya yang masih sekolahTK. Mas Pomo terpaksa menitipkan anak laki-lakinya yang berumur 4 tahun dirumah budenya di Jogja karena sejak ibunya meninggal tidak ada yangmengurusnya, sementara dia harus bekerja hingga malam. Begitu sampai di Jogja,tempat yang pertama kami tuju adalah rumah kakaknya. Kami sampai di Jogja pagi,saat anak lelakinya masih tertidur pulas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melepas kangen dengan anak, bermain-main, jalan-jalan, sampai akhirnya kamimenuju rumah orang tuanya untuk meminta doa restu. Alhamdulillah, meski padaawalnya orang tuanya sedikit kurang setuju dengan pernikahan yang terlalu cepatsementara istrinya belum lama meninggal, tetapi akhirnya mereka merestui. AdatJawa melarang seseorang menikah dalam tahun yang sama dengan kematiankeluarganya, apalagi istri atau pasangan hidup. Namun, Islam tidak melarang halini. Alasan inilah yang kami utarakan kepada orang tuanya dan mereka pun bisamenerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sehari di Jogja, sore harinya saya dan calon suami kembali melakukanperjalanan ke Banyumas. Sesuai rencana awal, keesokan paginya saya melakukanpersiapan untuk melakukan akad nikah. Ibu mengundang seorang ustadz di kampungdan dua orang saksi dari tetangga kami. Aku dinikahkan oleh kakak laki-lakikukarena bapakku sedang sakit. Sebuah pernikahan yang sangat sederhana, hanyadihadiri beberapa keluarga dekat. Mungkin terasa aneh. Tanpa ada proses lamaranseperti budaya Indonesia pada umumnya, kami datang ke rumah dan langsungmenikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya kami berpamitan dengan keluarga di Banyumas untuk kembali keBandung. Kali ini kami melakukan perjalanan berdua sudah sebagai suami-istri.Sekitar pukul 24.00 kami sampai di rumah kakakku di Bandung, tempat sehari-harisaya menginap dan tinggal selama di Bandung. Keesokan harinya saya mengantarsuami (cie….udah jadi suami sekarang) menuju stasiun Bandung. Dia sudah izindua hari dari kantornya, hari itu dia harus ngantor lagi walaupun pasti telat sampaidi sana. Maklum, perjalanan Bandung-Jakarta sekitar tiga jam. Setelah melalui &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;roadshow&lt;/i&gt; perjalanan menuju “nikah” yangcukup melelahkan, tapi pasti tetap hepi, kami harus hidup terpisah kembaliantara Bandung-Bekasi karena kesibukan kami masing-masing. Yah, kayak orangpacaran aja meski kami sudah menjadi suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pernikahan ini baru “secara agama” saja atau orang biasa menyebutnya“nikah siri”, tentu kami belum bisa bebas mengakui status kami kepada banyakorang, termasuk teman-teman kantor kami. Baru pada tanggal 13 Februari 2011kami melangsungkan pernikahan secara lagal dan tercatat di KUA. Alhamudlillah,akhirnya kami benar-banar menjadi suami istri yang diakui agama dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vlNXTmv535U/TfWy1K8cRpI/AAAAAAAAAWM/jRT2As5RWoI/s1600/Content.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="280" src="http://3.bp.blogspot.com/-vlNXTmv535U/TfWy1K8cRpI/AAAAAAAAAWM/jRT2As5RWoI/s400/Content.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border: medium none; color: blue; margin-left: 0.65in; margin-right: 0.65in; padding: 0in 0in 4pt;"&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Puisi cinta itu telah menabuh gendangnya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Serulingnya pun merdu terdengar &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Menambah indah suasana dua hati yang telah berpadu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya pun bersyukur, akhirnya belahan jiwaku bisa juga saya temui dikehidupan dunia ini. Doa kami selalu agar bisa menjadi keluarga sakinah mawadahwa rahmah. Dua anak dari suami dari pernikahan sebelumnya semakin menambahlengkap kebahagiaan kami. Saya berharap bisa menjadi ibu terbaik bagi merekaberdua dan menjadi istri terbaik pula bagi suamiku. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, bagi orang lain menikah adalah hal biasa dan pasti bisa dijalani,tetapi bagi saya menikah adalah hal luar biasa. Ibaratnya seperti memasukiruang VVIP atau kelas Eksekutif. Satu hal yang bagi saya seperti tidak mungkin,bahkan sempat terpikir untuk tidak menjalaninya. Namun, ternyata Allah Swt.punya rencana indah untukku. Inilah yang selalu saya yakini, bahwa Allah Swt.punya skenario hidup terindah untukku. Dia mempertemukan jodohku dengan carayang tidak terpikirkan olehku dan dengan proses yang begitu cepat meskipun sayaharus menunggu moment ini begitu lama, ketika usiaku 30 tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border: medium none; color: blue; margin-left: 0.65in; margin-right: 0.65in; padding: 0in 0in 4pt;"&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Cinta, kadang begitu sulit diraih, serasa jauh…..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Bagai mengejar layang-layang lepas.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Namun, ketika datang takkan ada yang mampu menolak…&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Kita tidak pernah tahu kapan cinta sejati datang menghampiri diri&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Yang harus kita lakukan adalah siap menerima kapan pun hadirnya cintasejati &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Terima kasih untuk cinta sejatiku… (suamiku)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Kau berani mengambil risiko untuk menikahiku&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoIntenseQuote" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Pada saat pria lain tidak memiliki keberanian mengambil risiko yangsama.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-7202449688256004839?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/7202449688256004839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/06/nge-blog-dapat-jodoh.html#comment-form' title='26 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/7202449688256004839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/7202449688256004839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/06/nge-blog-dapat-jodoh.html' title='Nge-Blog dapat Jodoh'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Ccbqok1nJcU/TfWuRtvyyjI/AAAAAAAAAWI/A1PpyR_pMB4/s72-c/59.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-3944943797120759163</id><published>2011-03-21T14:03:00.004+07:00</published><updated>2011-04-05T14:09:41.339+07:00</updated><title type='text'>Adaku Bersama Adamu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-zeFo3tguvS8/TYb39siDLeI/AAAAAAAAAV8/p4jESjObHqw/s1600/testimoni-wall2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="https://lh4.googleusercontent.com/-zeFo3tguvS8/TYb39siDLeI/AAAAAAAAAV8/p4jESjObHqw/s640/testimoni-wall2.jpg" width="477" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Klik gambar untuk memperbesar gambar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-3944943797120759163?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/3944943797120759163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/03/adaku-bersama-adamu.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/3944943797120759163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/3944943797120759163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/03/adaku-bersama-adamu.html' title='Adaku Bersama Adamu'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-zeFo3tguvS8/TYb39siDLeI/AAAAAAAAAV8/p4jESjObHqw/s72-c/testimoni-wall2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-1133108547878776921</id><published>2011-02-07T17:02:00.011+07:00</published><updated>2011-04-08T21:17:19.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KIsah Sejati'/><title type='text'>Menyusuri Patahan Lembang Bandung</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-nhdwEKCI/AAAAAAAAAUI/zNQeT7d1Kcg/s1600/IMG_0115.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-nhdwEKCI/AAAAAAAAAUI/zNQeT7d1Kcg/s400/IMG_0115.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Nuansa indah dan asri kota Lembang&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-rbF5065I/AAAAAAAAAUM/wCYOkfHhuTo/s1600/IMG_0129.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-rbF5065I/AAAAAAAAAUM/wCYOkfHhuTo/s400/IMG_0129.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;KotaBandung dengan segala keasrian, kesejukan, dan keindahan alamnya ternyatamenyimpan bencana yang sewaktu-waktu bisa mengancam jiwa manusia. Bandungternyata berdiri di atas tanah dengan banyak lapisan, terutama daerah Lembang.Menurut penelitian LIPI, di Lembang terdapat tujuh lapis tanah yang berartipernah terjadi tujuh kali pergerakan patahan tanah, orang biasa menyebutnya“Patahan Lembang”. LIPI memperkirakan periode pergerakan tanah ini sekira 400 ─700 tahun sekali. Sementara gempa terakhir yang lumayan besar pernah terjadi sekira500 tahun lalu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;EkoYulianto, Peneliti Paleoseismologi dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI,seperti dilansir Kompas.Com (06/10/2010) menuturkan bahwa dengan panjangPatahan Lembang 22 km akan berpotensi menimbulkan gempa mencapai 6,1 SR.Dampaknya bisa menyamai kejadian gempa Yogyakarta, Mei 2006 lalu yangmenewaskan ribuan orang. Apalagi, menurutnya, kondisi tanah di Bandung tidakjauh beda dengan Yogyakarta, merupakan tanah endapan muda bekas danau purba.Karena itu, cukup dengan gerakan gempa kecil bisa berdampak luar biasa. Brian Atwater,Peneliti Paleotsunami dari United States Geological Survey (USGS) menyatakanbahwa ancaman bencana Patahan Lembang termasuk kategori dunia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pernyataanini tentu bukan dimaksudkan untuk membuat resah warga Bandung. “Kami inginmengingatkan warga Bandung bisa bersiap-siap dan waspada. Bagaimanapun,informasi adalah bentuk peringatan dini yang paling dini,” demikian ucap EkoYulianto.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-13FP0IQI/AAAAAAAAAUc/8ld_5yUDBao/s1600/IMG_0177.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-13FP0IQI/AAAAAAAAAUc/8ld_5yUDBao/s400/IMG_0177.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Menatap Kota Bandung dari kejernihan hawa Lembang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-tRLTuXBI/AAAAAAAAAUQ/My1Nnd9sdLQ/s1600/IMG_0089.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-tRLTuXBI/AAAAAAAAAUQ/My1Nnd9sdLQ/s400/IMG_0089.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pemberangkatan &lt;i&gt;hiking &lt;/i&gt;dari kantor PT Sygma Examedia Arkanleema Jln. Babakan Sari I No. 71 Bandung. Ih....yang moto bau....kasihan Teh Beina sama Pak Ade tuh....sampai harus tutup hidung.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-xoTLqYYI/AAAAAAAAAUY/gRs6KWOVZXc/s1600/IMG_0122.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-xoTLqYYI/AAAAAAAAAUY/gRs6KWOVZXc/s400/IMG_0122.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Suporter PERSIB pun tidak mau kalah, selalu eksis meski harus menyusuri jalanan Lembang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Beberapabulan lalu, saya beserta teman-teman kantor di penerbit buku PT SygmaArkanleema Bandung, terutama dari kru redaksinya berkesempatan &lt;i&gt;hiking&lt;/i&gt;menyusuri pegunungan yang disinyalir bagian dari Patahan Lembang Bandung. Bersamalebih dari lima belas orang, kami berangkat dari kantor PT Sygma di Jln. BabakanSari I No. 71 Bandung mengendarai mobil kantor. Mobil kami berhenti menurunkanpara awaknya untuk memulai &lt;i&gt;hiking&lt;/i&gt; dari Caringin 3, wilayah KabupatenBandung Barat. Kami berjalan menembus dinginnya kota Bandung saat itu menujujalan kea rah Maribaya, Lembang. Di antara kru ada yang Bandung banget, syalPERSIB selalu setia menemani dirinya selama perjalanan berlangsung. Setiapevent foto-foto pun selalu ditampilkan dengan jelas syal PERSIB-nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sepanjangperjalanan berpapasan dengan ibu-ibu pengangkut rumput yang menggendongbawaannya begitu banyak di punggung. Subhanallah, wanita-wanita perkasa. Kamiyang hanya membawa bawaan kecil di tas (paling berisi makanan) rasanya sudahseberat beton bawanya, apalagi mereka dengan beban sedemikian banyak. Taklepasrasa kagumku atas ketegaran dan keperkasaan ibu-ibu yang tinggal di lerengpegunungan Lembang ini, bahkan sebagian sudah di atas paruh baya usianya. Adajuga nenek-nenek yang kami temui di hutan sedang mengumpulkan kayu bakar.Subhanallah, dia masih harus menempuh perjalanan panjang untuk kembali kekampungnya dengan beban kayu sedemikian banyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-8Jzyy2tI/AAAAAAAAAUg/WOrSHpdIw-I/s1600/IMG_0266.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-8Jzyy2tI/AAAAAAAAAUg/WOrSHpdIw-I/s400/IMG_0266.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Para wanita perkasa di lereng Lembang yang harus berjuang hidup memikul beban ekonomi keluarga. Tidak gentar dan mengeluh meski harus bersimbah peluh dengan memikul kayu dari hutan di daerah Lembang ke rumah mereka di pemukiman yang jauh dari hutan.&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-vNTxxUGI/AAAAAAAAAUU/N7bXcq9Wo6k/s1600/IMG_0133.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-vNTxxUGI/AAAAAAAAAUU/N7bXcq9Wo6k/s400/IMG_0133.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Apa pun dilakukan demi dapur mengepul, asal halal. Menyabit rumput pun bolehlah. Tidak harus dimonopoli sebagai pekerjaan laki-laki&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJPsSVmmzI/AAAAAAAAAUo/6ZN89zAzIb0/s1600/IMG_0234.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJPsSVmmzI/AAAAAAAAAUo/6ZN89zAzIb0/s400/IMG_0234.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Nenek-nenek pun tidak kalah kuat. Meski turun-naik pegunungan di daerah Lembang untuk mencari kayu bakar, dia tetap bersemangat dan pantang mengeluh&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Selainrasa haru dengan sedikit berempati kepada mereka-mereka yang bersusah payahbekerja dengan otot mereka (seperti ibu-ibu yang kami temui sepanjang perjalanankami), kami tetap bisa menikmati perjalanan ini dengan &lt;i&gt;fresh&lt;/i&gt;. Setidaknyakarena kami bisa melepas lelah dan keluar dari rutinitas kerja yang kadangterasa membelenggu walaupun setelah itu kaki dan badan jadi pegal-pegal. Banyaksekali gurauan-gurauan yang tidak bisa kami lakukan di dalam kantor dan hanyakami temui di lapangan seperti ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;, perjalananmenyusuri Maribaya berjalan dengan sukses (sukses capeknya juga). Sebelumbenar-benar kembali ke Bandung kami mampir di rumah salah satu anggota tim (AhmadAndriana, rekan kerja kantor) yang rumahnya di Lembang. Menuruni Maribayamenuju rumahnya terasa begitu jauh untuk tubuh-tubuh yang lelah saat itu.Akhirnya kami nyarter mobil untuk sampai ke sana. Makanan siap saji (disajikanoleh tuan rumah tentunya) sudah siap menyapa kami di sana. Perut lapar dantubuh lelah selama perjalanan terbayar sudah. Nasi uduk, tahu, tempe, ayam,lalapan, termasuk lalapan yang banyak menjadi idola, yaitu petai (orang Sundamenyebutnya peteuy) siap mengganjal perut kami. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Puasmakan, mengelus-elus perut yang kekenyangan sambil bercanda melihat-lihat hasilvideo rekaman di HP yang sempat diabadikan salah satu kru. Tertawa lepas PakTio (&lt;i&gt;layouter&lt;/i&gt; kantor) mengundang tawa rekan-rekan yang lain. Terustertawa Pak Tio……sampai pegal……&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Saatseperti itu ancaman Patahan Lembang Bandung yang konon begitu ganas seolahtidak pernah terlintas di benak kami karena memang saat itu tanah kami berpijaktidak sedang bergejolak. &lt;i&gt;Wallahu’alam&lt;/i&gt;. Semua atas kuasa Allah. Diamenciptakan keindahan seperti pegunungan di Lembang sekaligus ancamanbencananya mungkin agar manusia tidak pernah lupa bersyukur dan bersabar,sekaligus menghilangkan rasa takabur dalam diri kita. Semoga perjalanan inimemberi hikmah lebih besar daripada apa yang kami rasakan, terutama dalammengenal kekuasaan, keindahan, sekaligus ancaman dari Allah agar semua bermuarauntuk mengenal-Nya lebih jauh. Amin.@&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-_9NjkyCI/AAAAAAAAAUk/qM36bh4W9UY/s1600/IMG_0189.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-_9NjkyCI/AAAAAAAAAUk/qM36bh4W9UY/s400/IMG_0189.JPG" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Maju terus pantang mundur.....&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJR_l0xlKI/AAAAAAAAAUs/AaOvIi0L4bI/s1600/IMG_0198.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJR_l0xlKI/AAAAAAAAAUs/AaOvIi0L4bI/s400/IMG_0198.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ke sanalah kita melangkah.....&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJa4dYPufI/AAAAAAAAAUw/08MbKp7o_FU/s1600/IMG_0206.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJa4dYPufI/AAAAAAAAAUw/08MbKp7o_FU/s400/IMG_0206.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Awas....swiper sayuran....!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJgP3PjA7I/AAAAAAAAAU0/ePEt8kmB2NA/s1600/IMG_0248.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJgP3PjA7I/AAAAAAAAAU0/ePEt8kmB2NA/s400/IMG_0248.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pedagang sayuran kambuhan....klo sakitnya lagi kambuh....dagang deh....buat beli obatnya. hehehe....&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJpPmV1GhI/AAAAAAAAAU4/Iyd3E4hLixQ/s1600/IMG_0166.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJpPmV1GhI/AAAAAAAAAU4/Iyd3E4hLixQ/s400/IMG_0166.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mau hiking ke gunung ato mau jalan-jalan ke mall nih bu......&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJrw5nQGlI/AAAAAAAAAU8/lorY23ojzME/s1600/IMG_0143.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJrw5nQGlI/AAAAAAAAAU8/lorY23ojzME/s400/IMG_0143.JPG" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kakek tua dari lembah Lembang....&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJur2pLQ1I/AAAAAAAAAVA/yEtHpHpV0ks/s1600/IMG_0188.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJur2pLQ1I/AAAAAAAAAVA/yEtHpHpV0ks/s400/IMG_0188.JPG" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sedang menyamakan pose dengan gambar di kaos. Udah mirip belum?.....&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJvxkofGzI/AAAAAAAAAVE/X_JixfvRxhY/s1600/IMG_0259.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TVJvxkofGzI/AAAAAAAAAVE/X_JixfvRxhY/s400/IMG_0259.JPG" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Beginilah gaya sang putri memetik bunga.....&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-9u7NWOIoif4/TWTZUQkgmzI/AAAAAAAAAVY/bjnLeMsDhQc/s1600/IMG_0291.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/-9u7NWOIoif4/TWTZUQkgmzI/AAAAAAAAAVY/bjnLeMsDhQc/s400/IMG_0291.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Trio Macan Syariah turut beraksi meramaikan acara &lt;i&gt;hiking&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-jiD_e07gnDg/TWx2_9EJ7OI/AAAAAAAAAVs/jnE2Rb-hRCE/s1600/IMG_0316.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="https://lh5.googleusercontent.com/-jiD_e07gnDg/TWx2_9EJ7OI/AAAAAAAAAVs/jnE2Rb-hRCE/s400/IMG_0316.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Aua......Beginilah gaya Tarzan Lembang mengangkat pohon tumbang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-IVpXjByi3Ns/TWx4la-6l8I/AAAAAAAAAVw/5HO32g8eqpc/s1600/IMG_0317.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="https://lh4.googleusercontent.com/-IVpXjByi3Ns/TWx4la-6l8I/AAAAAAAAAVw/5HO32g8eqpc/s400/IMG_0317.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ini pose gak kobe (koreksi &lt;i&gt;beunget&lt;/i&gt;, red) semua....gak ada yang fokus&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-yU0x3EC6rdA/TWx7Kiih8BI/AAAAAAAAAV0/D2WuixMr6Nk/s1600/IMG_0318.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="https://lh4.googleusercontent.com/-yU0x3EC6rdA/TWx7Kiih8BI/AAAAAAAAAV0/D2WuixMr6Nk/s400/IMG_0318.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Perawan di sarang penyamun....&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-B1Ep1tL6S9w/TWx9BeIMZVI/AAAAAAAAAV4/6oIW91xF_5I/s1600/IMG_0375.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="https://lh6.googleusercontent.com/-B1Ep1tL6S9w/TWx9BeIMZVI/AAAAAAAAAV4/6oIW91xF_5I/s400/IMG_0375.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Selamat tinggal Lembang....selamat tinggal kenangan indah bersama rekan-rekan Sygma....&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-1133108547878776921?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/1133108547878776921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/02/menyusuri-patahan-lembang-bandung.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/1133108547878776921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/1133108547878776921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2011/02/menyusuri-patahan-lembang-bandung.html' title='Menyusuri Patahan Lembang Bandung'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TU-nhdwEKCI/AAAAAAAAAUI/zNQeT7d1Kcg/s72-c/IMG_0115.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-3266978991607371393</id><published>2010-12-14T10:28:00.001+07:00</published><updated>2010-12-14T10:32:01.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Kearifan Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQbjolmcHRI/AAAAAAAAATY/DoJZJOoJKc0/s1600/dogma+cinta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="365" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQbjolmcHRI/AAAAAAAAATY/DoJZJOoJKc0/s400/dogma+cinta.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kearifan cinta akan hadir;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Saat dicintai tidak membuat seseorang sombong danberbangga diri, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;lupa akan kekurangan dan ketidaksempurnaan kita sebagaimanusia.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Saat tidak dicintai tidak membuat seseorang frustasi, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;lalu tidak bisa melihat kelebihan dan potensi dirinya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Saat cinta merasuk dalam diri,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seseorang tetap mampu mengendalikan cintanya, mampumenjauhkan diri dari dosa dan kemaksiatan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Saat cinta berbenturan dengan kepentingan orang tua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seseorang tetap mampu mengompromikan dan menghormati orangtuanya, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Saat cinta terbelit permasalahan dengan orang lain, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seseorang tetap mampu menghormati orang yang bermasalah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Cinta itu resah, tetapi membahagiakan. Kearifan cinta akankita dapatkan bila kita memiliki niat baik untuk sebuah cinta. Terkadangmanusia terlalu egois untuk mengakui sebuah rasa cinta. Entah karena takuttidak terbalas cintanya atau karena memandang diri terlalu tinggi atau terlalurendah. Lakukan cinta untuk cinta itu sendiri. Tidak usah resah untuk cintayang tidak terbalas, tetapi resahkanlah bila di hati kita tidak ada rasa cinta.Bagaimanapun, dicintai dan mencintai adalah kebutuhan psikis manusia yang harusdipenuhi. Namun, ada hal yang lebih penting, yaitu kearifan. Dibalasnya cintatidak harus menjadi tujuan, tetapi jadikanlah cinta sebagai jalan untukmendewasakan diri kita, jalan untuk melatih kearifan diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Cinta bukan ambisi untuk sebuah kebanggaan. Cinta akan tampakkasar bila sudah dibumbui dengan ambisi, keegoisan, dan kabanggaan. Sebaliknya,cinta akan nampak lembut bila dihadirkan untuk meraih kebahagiaan, bukan untukmengejar kebanggaan karena cinta sejati akan membuat seseorang lebih pekadengan perasaan orang yang dikasihinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Memang sangat tipis perbedaan antara kebahagiaan dankebanggaan, bagai dua sisi mata uang. Kebanggaan kadang cenderung mengarah padakeinginan untuk ditampakkan di hadapan orang lain, tetapi kebahagiaan hanyabisa dirasakan di hati (orang lain tidak selamanya harus tahu). Maka dari itu,berhati-hatilah memainkan keduanya. Alih-alih ingin mengejar kebanggaanternyata harus mengorbankan kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam soal cinta, harga diri seseorang bukan diukur daridicintai atau tidak dirinya, bukan diukur oleh seberapa banyak orang yangmencintai, mengagumi, dan mengidolakannya, tetapi dari bagaimana dia dapatmemperlakukan cinta secara arif. Pada akhirnya, Allah-lah penilai kemuliaandiri seseorang. Seseorang yang dikagumi dan dicintai banyak orang belum tentumulia di hadapan Allah bila cara yang ditempuh keluar dari rel syariat. Sebaliknya,seseorang yang mungkin hina di hadapan manusia, bisa jadi begitu mulia dihadapan Allah. &lt;i&gt;Wallahu’alam&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seorang perempuan, dengan kecantikan, kepintaran,kemanjaan dan rayuannya mungkin bisa menaklukkan banyak pria. Begitupun seorangpria, dengan ketampanan, otak yang brilian, keperkasaan, kekayaan danrayuannya, mungkin dapat menaklukkan banyak wanita. Akan tetapi, bila kita maumenelusuri sisi hati orang-orang yang tertaklukkan, semakin banyak yangberhasil ditaklukkan berarti banyak pula hati yang kecewa karena toh padaakhirnya hanya satu yang harus dipilihnya. Lalu, tegakah melukai sisi hati yangtersiksa? Di situlah kearifan seorang pecinta dituntut realisasinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kelebihan dan potensi diri tersebut tentu bukan untukditampakkan di hadapan semua orang dengan kesombongan. Seorang yang arif akanmampu meleburkan diri dengan kelebihan dan kekurangannya secara adil, yaitu hanyadi hadapan orang-orang yang memang layak mendapatkan kelebihan dirinya(pasangan hidupnya). Maka tumbuh suburkanlah cinta untuk sesama karena inilahjalan untuk dapat berbuat sesuatu bagi banyak orang dan jalan untuk mengikisegoisme pribadi. Namun, kendalikan cinta terhadap lawan jenis (cinta biologis)dan takutlah pada cinta yang menjerumuskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam kegelisahan cinta, berdoalah, “Ya Allah, bahagiakanorang-orang yang pernah mencintaiku meskipun aku tidak pernah bisamencintainya. Jangan siksa dia dengan perasaan cintanya. Bahagiakan pulaorang-orang yang pernah aku cintai meskipun dia tidak pernah mencintaiku karenabagaimanapun dia telah mengenalkanku akan arti menjadi dewasa. Bahagiakan pulaorang yang aku cintai dan mencintaiku. Satukan kami dalam rumah tangga yang &lt;i&gt;sakinahmawadah wa rahmah.”&lt;/i&gt; ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Banyumas, 2001.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQbj8REfYvI/AAAAAAAAATc/TVvy0YrkuQw/s1600/cinta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="350" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQbj8REfYvI/AAAAAAAAATc/TVvy0YrkuQw/s400/cinta.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-3266978991607371393?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/3266978991607371393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/12/kearifan-cinta.html#comment-form' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/3266978991607371393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/3266978991607371393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/12/kearifan-cinta.html' title='Kearifan Cinta'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQbjolmcHRI/AAAAAAAAATY/DoJZJOoJKc0/s72-c/dogma+cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-3447358988023751361</id><published>2010-12-13T14:29:00.002+07:00</published><updated>2010-12-13T14:38:43.076+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Kaktus Jalanan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQXHoHABhgI/AAAAAAAAATI/fmekw3yzegc/s1600/cactus384x288na.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQXHoHABhgI/AAAAAAAAATI/fmekw3yzegc/s400/cactus384x288na.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;Daripara anak jalanan (anjal) inilah aku belajar tentang ketegaran hidup. Akumenganalogikan anjal ini sebagai kaktus. Pohon kaktus tidak membutuhkan banyakair untuk pertumbuhannya. Bahkan ia bisa hidup di lahan tandus, di atas pasir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQXIOc2xWHI/AAAAAAAAATM/n3j-LU1OVe4/s1600/anak_jalanan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQXIOc2xWHI/AAAAAAAAATM/n3j-LU1OVe4/s320/anak_jalanan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;Salim, salah satu anak jalanan (anjal)binaanku sewaktu saya menjadi pengurus anjal adalah anak yang paling temperamental di antara anak-anak jalananlain. Pertengkaran hampir setiap hari terjadi di antara anjal ini. Salim palingsering berkonflik dengan teman-temannya. Saling pukul dan menendang menjadipemandangan harian bagiku. Salim yang bertubuh kecil dan paling muda di antaraanjal lain, sering kalah tarung. Kalau sudah begitu dia pasti nangis lalu kaburdari rumah singgah dengan membanting pintu sekeras-kerasnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;Teman-teman Salim sering memanggilnya“anak haram”. Meski aku sudah berulang kali memberi pengertian pada teman-temanSalim agar jangan memanggilnya demikian, tetapi tetap saja mereka melakukanitu. Menurut cerita ibu angkat Salim, Salim lahir di luar nikah. Saatmelahirkan Salim, ibunya bahkan masih mengenakan seragam abu-abu putih khasanak SMA. Dia lari dari rumah ke Bandung karena malu dengan keadaan dirinyayang hamil tanpa suami dan tidak diketahui oleh keluarganya. Bayi merah yanglahir prematur sebesar lengan tangan orang dewasa ini diserahkan kepada seorangtukang becak yang mangkal di depan rumah sakit. Tukang becak inilah yangmenjadi ayah angkat Salim sampai sekarang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;Kondisi ibunya Salim saat itu sangatmengenaskan, kehabisan banyak darah. Dia melahirkan tanpa dibantu dukun beranakatau tim medis lain. Di rok abu-abunya terlihat jelas darah bekas melahirkanyang masih menggumpal di sana. Lalu, orang tua angkat Salim membawa ibu mudaitu ke rumah sakit untuk dirawat. Berat badan Salim yang kurang dari 2,5 kgmembuatnya harus dirawat di inkubator. Semua biaya ditanggung oleh orang tuaangkat Salim meski harus berutang ke sana kemari karena kondisi ekonomi merekayang kekurangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;Karena masalah ekonomi, orang tuaSalim akhirnya mengais rezeki dari jalanan. Ibunya terlihat sering mengemis dialun-alun Bandung sedangkan bapaknya menjadi pemulung. Merekalah yangmengenalkan Salim pada dunia jalanan sejak dia bayi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;Kondisi Salim yang demikian membuatkumerasa perlu memberikan perhatian ekstra dibanding kepada anak-anak jalananlain binaanku. Ini sempat membuat anak-anak lain merasa iri dan mengatakanSalim sebagai anak kesayanganku. Naun, aku tidak peduli. Aku pikir, kalauanak-anak jalanan lain yang cenderung lebih baik tentu akan banyak orang lainyang mau menyayangi dan memberi perhatian pada mereka. Namun, pada Salim,kenakalannya yang luar biasa membuatnya dijauhi teman-temannya sesama anjal.Orang lain yang bukan anjal pun akan menjauhinya. Padahal aku yakin, setiaporang, sekasar apa pun dirinya pasti tetap membutuhkan kasih sayang danperhatian, apalagi bagi anak kecil seumur Salim. Waktu itu umurnya baru sekitarsepuluh tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;Suatu hari aku mendapat kabar darisalah satu santri putra di pesantren tempatku menuntut ilmu kalau Salim inginmengirimiku surat. Surat itu sudah dibungkus di dalam amplop putih. Diamenunjukkan surat itu kepada hampir setiap santri putra yang datang menemuinya.Salim selalu membuka surat yang sudah dilem itu kepada para santri untukdibaca. Akhirnya dia harus berkali-kali membeli amplop. Tentu saja tingkahnyaini mengundang gelak tawa di kalangan santri putra. Di antara mereka bahkan adayang ngeledek, “Salim! Teh Indah kan pacar Aa Hanif,” kata Hanif, salah satusantri di pesantren. Tanpa diduga, Salim marah dan langsung meninju perut Hanifdan menendang kakinya. Spontan Hanif menghindar. Untung Hanif sigap sehinggaterhindar dari tendangannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;Aku tertawa geli mendengar cerita itu. “Emangapa isi suratnya?” tanyaku pada Ihsan, santri yang membawa cerita ini padaku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;“Isinya sih sederhana, cuma ingin menganggepTeh Indah sebagai kakaknya,” Ihsan menambahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;“Teh, ati-ati bersikap sama Salim.Meski dia anak kecil, tetapi pikirannya udah dewasa,” kata Ihsan kemudian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;Aku kembali ketawa, “Ah, akubiasa-biasa aja, kok. Itu kan karena Salim memang butuh perhatian. Maklum, anakseumur dia kan lagi haus kasih saying,” kataku spontan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;“Iya, Teh Indah sih biasa-biasa aja,tapi Salim nanggapinnya luar biasa,” seloroh Ihsan sambil ketawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;Sampai sekarang, aku tidak pernahmelihat langsung surat Salim yang tadinya ingin diberikan kepadaku. Mungkinkeburu rusak karena berkali-kali disobek amplopnya, atau dia malu memberikansurat itu karena diledek sama anak-anak santri putra di pesantren. Kisah tragisSalim inilah yang menginspirasiku untuk membuat sebuah cerpen berjudul &lt;i&gt;SalimkuSayang, Salimku Malang&lt;/i&gt; yang dimuat di Annida tahun 2004.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;Dari para anjal inilah aku belajartentang ketegaran hidup. Aku menganalogikan anjal ini sebagai kaktus. Pohonkaktus tidak membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya. Bahkan ia bisa hidupdi lahan tandus, di atas pasir. Duri-duri kecilnya yang berwarna-warni mampumenambah keindahan tanaman hias ini, tetapi orang yang ingin menyentuhnya tentuharus berhati-hati, salain karena durinya dapat melukai, juga ada beberapakaktus yang bisa mengeluarkan racun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 16px;"&gt;Anjal lahir dan besar di lingkunganyang keras, layaknya lahan yang tandus. Namun, hebatnya mereka tetap mampu &lt;i&gt;survive&lt;/i&gt;,meski tanpa kasih sayang, ekonomi yang pas-pasan, dan minus secara religi.Padahal kasih sayang ibarat air kehidupan. Kekuatan dan ketangguhan merekamenjalani hidup membuat mereka nampak polos, lucu, dan menggemaskan, meskiberteman dengan getirnya kehidupan. Mereka suka usil, sedikit nakal hinggamembuat orang kadang harus berhati-hati ketika ingin mendekati mereka. Meskitidak semua anjal seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 16px;"&gt;Dalam realitas kehidupan, tidaksedikit anak-anak rumahan (memiliki rumah dan orang tua) yang harus menjalanihidup tanpa kasih sayang orang tua mereka. Bisa jadi karena kesibukan orang tuamencari nafkah atau adanya pergeseran tata nilai hidup yang lebih meterialishingga akhirnya mereka merasakan kehidupan seperti anak-anak di panti asuhan.Andaikata mereka punya kekuatan sekuat pohon kaktus yang tetap mampu bertahanhidup meski di lahan tandus, mungkin tidak akan muncul anak-anak muda yangdoyan narkoba. Fenomena kenakalan remaja bisa jadi lahir akibat &lt;i&gt;broken home&lt;/i&gt;atau kurang perhatian orang tua karena kesibukan karier. Maka, bila Anda hidupdi lahan tandus, jadilah pohon kaktus. ***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQXK2ywsMOI/AAAAAAAAATQ/WImQr4O6BNI/s1600/anak-jalan31.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="341" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQXK2ywsMOI/AAAAAAAAATQ/WImQr4O6BNI/s400/anak-jalan31.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQXLPhm8XQI/AAAAAAAAATU/yh5KP_oBArI/s1600/anak+jalanan+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQXLPhm8XQI/AAAAAAAAATU/yh5KP_oBArI/s400/anak+jalanan+1.jpg" width="382" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-3447358988023751361?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/3447358988023751361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/12/kaktus-jalanan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/3447358988023751361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/3447358988023751361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/12/kaktus-jalanan.html' title='Kaktus Jalanan'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TQXHoHABhgI/AAAAAAAAATI/fmekw3yzegc/s72-c/cactus384x288na.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-579339340800373754</id><published>2010-12-01T09:08:00.001+07:00</published><updated>2010-12-01T10:19:59.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Takmau Kufur Nikmat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPWngo_6ttI/AAAAAAAAAS0/mRBQMUMnEuk/s1600/nikmat10.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPWngo_6ttI/AAAAAAAAAS0/mRBQMUMnEuk/s400/nikmat10.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Semua manusia pasti ingin menjalani kehidupan di dunia ini dengan lurusdan lancar seperti jalan tol; kecil dimanja, muda hura-hura dan mati masuksyurga. Namun, ternyata hidup tidak semulus itu. Takbisa kupungkiri, kadang akumerasakan pahitnya kehidupan dengan ujian yang menimpaku ini. Dengan kaca mata kelewatburam, aku melihat masa depanku begitu gelap. …….kadang aku merasa takkuasalagi menapaki hari depanku, seolah kehidupanku akan berakhir sampai di sini. Hidupsegan, mati pun takmau.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Kadang sempat pula terpikir tentang kematian. Bagaimana kalau aku mati?Apa yang akan terjadi setelah kematianku? Di kuburan pasti gelap dan sepi tanpateman. Sedang di dunia, meski harus menghadapi kenyataan pahit, tetapi setidaknyaaku masih bisa ngobrol dan curhat sama teman. Yah, kematian lebih sederhanamemang, tinggal bagaimana pertanggungjawaban si mati dengan Sang Khalik, tetapiberani hidup berarti harus menghadapi segala rintangan dan problematikanya.Siap menghadapi cacian dan makian, siap merasakan kepahitan, nestapa dantangisan. Akan tetapi, akhirnya aku memilih untuk berani hidup, meski apa punyang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Setelah sekian tahun bergelut dengan masalahku ini, ternyata aku tetapbaik-baik saja. Mungkin inilah jalan yang Allah tetapkan buatku. Skenario Allahtidak mungkin salah, Allah tidak mungkin dzalim kepada hamba-hamba-Nya. Akumencoba &lt;i&gt;flasback&lt;/i&gt; ke masa kecilku. Sedari kecil aku biasa dimanja olehorang tua lalu merasa kalah dalam hidup ketika problem semakin bertambahseiring bertambahnya bilangan umurku. Menangis sudah sering aku lakukan,semantara teman curhat yang tepat belum aku temukan. Aku hanya mampu curhatlewat buku harian. Aku bersyukur masih punya Tuhan sehingga lewat tahajudlah aku tumpahkan segala kepenatandan kepedihan hatiku. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Seiring berjalannya sang waktu, aku terus menggali hikmah dariperjalanan hidupku hingga sampai pada suatu kesadaran bahwa ternyataproblematika kehidupan adalah bagian dari cara Allah men-&lt;i&gt;tarbiyah&lt;/i&gt;diriku, mendidik diri ini menjadi pribadi yang tangguh, pantang mengeluh. Tidakaku pungkiri, dulu memang pernah sedikit menyesali mengapa aku dibesarkan olehorang tua dengan kemanjaan sementara aku sadar kalau ternyata kemanjaan tidakpernah membantuku menyelesaikan masalah. Kini aku tidak lagi menyalahkan orangtua. Semua manusia tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi orang tuanya dananak pun tidak bisa memesan akan dididik dengan cara seperti apa. Orang tuamemiliki cara tersendiri untuk menunjukkan kasih sayang dan mendidikanak-anaknya. Begitupun Allah, Dia akan men-&lt;i&gt;tarbiyah&lt;/i&gt; hamba-Nya dengancara-Nya. Ujian hidup bagiku adalah bagian dari cara Allah men-&lt;i&gt;tarbiyah&lt;/i&gt;diriku sekaligus mengukur kualitas dan ketakwaanku kepada Allah Swt.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Nikmat mana lagi yang akan aku dustakan? Mengingat hal ini, kadang airmataku mengalir. Sedihku bukan lagi karena kemelut hidup, tetapi karenamenghitung segala nikmat Allah Swt. yang belum mampu aku syukuri.Mungkin itulah sifat dasar manusia, ketika diberi nikmat tidak pernah berfikir, "Mengapa aku mendapatkan kenikmatan ini? Pantaskan aku mendapatkan kenikmatan ini?" Namun, ketika mendapatkan kepedihan dan ujian hidup, langsung bertanya, "Mengapa aku harus menerima semua ini? Apa dosaku sehingga aku mendapatkan semua kepedihan dan ujian hidup ini?"&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Dalam keheningan aku berdoa, “Ya Allah, begitu banyak nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadahamba yang belum mampu hamba syukuri. Bahkan hamba selama ini terlalu sibukmenyesali diri, seolah keadilan-Mu tidak berpihak kepada diri ini. &lt;i&gt;Na’udzubillahimin dzalik&lt;/i&gt;. Padahal dibandingkan dengan kenikmatan dari-Mu, ujian yangEngkau berikan jauh lebih sedikit. Engkau baru menguji hamba dengan 1-10 ujian,padahal nikmat-Mu telah bermilyar-milyar Engkau limpahkan. Ampuni hamba yaAllah! Hamba tidak mau menjadi kufur terhadap nikmat-Mu.” Amin. @@@&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Terkadang (bahkan sering) kita mengeluh untuk hal-hal yang seharusnya kita syukuri. Coba lihat gambar-gambar di bawah ini …&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih1.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-34234 aligncenter" height="375" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih1.jpg" width="499" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;(QS Al Baqarah, 2: 152)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: center;"&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih3.jpg"&gt;&lt;img alt="hayooo....sapa yang ga doyan sayur??" class="size-full wp-image-34236" height="375" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih3.jpg" width="499" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/dt&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dan diberinya kamu rezeki yang baik-baik agar kamu bersyukur. (QS Al Anfal, 8 : 26)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: center;"&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih-7.jpg"&gt;&lt;img alt="beruntunglah kita msh bisa pake sandal atau sepatu buatan pabrik mskipun bulan merek terkenal" class="size-full wp-image-34237" height="375" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih-7.jpg" width="499" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;disyukuri. (QS Al Insan, 76 : 22)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: center;"&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih9.jpg"&gt;&lt;img alt="gemuk itu sehat jeng, hehehehehe..." class="size-full wp-image-34238" height="375" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih9.jpg" width="499" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/dt&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Ini adalah sebagian anugerah Tuhan-Ku, untuk mengujiku apakah aku&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;bersyukur atau kufur (QS An Naml, 27 : 40)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: center;"&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih10.jpg"&gt;&lt;img alt="harusnya seneng dunk bisa maen terus!!!" class="size-full wp-image-34239" height="375" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih10.jpg" width="499" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adapun terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau menyebut-&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;nyebutnya (dengan bersyukur). (QS Adh Dhuha, 93: 11)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: center;"&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih12.jpg"&gt;&lt;img alt="beruntungnya kita masih punya orangtua" class="size-full wp-image-34266" height="375" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih12.jpg" width="499" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dt&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;dan hati, supaya kamu bersyukur. (QS An Nahl, 16 : 78)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih16.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-34267 alignnone" height="375" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/12/masih16.jpg" width="499" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Bagaimana kamu mengkufuri (tidak mensyukuri nikmat) Allah, padahal tadinya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;kamu tiada, lalu kamu dihidupkan, kemudian kamu dimatikan, lalu dihidupkan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;kembali. (QS A1Baqarah, 2 : 28)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Semoga gambar-gambar tersebut bisamengingatkan pada kita agar selalu bersyukur atas nikmat dan rahmatyang telah diberikan oleh Allah, meskipun nikmat itu sangat kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;*dari berbagai sumber&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: center;"&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dt&gt;&lt;/dt&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;dt&gt; &lt;/dt&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-579339340800373754?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/579339340800373754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/12/takmau-kufur-nikmat.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/579339340800373754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/579339340800373754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/12/takmau-kufur-nikmat.html' title='Takmau Kufur Nikmat'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPWngo_6ttI/AAAAAAAAAS0/mRBQMUMnEuk/s72-c/nikmat10.gif' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-6359757576612340765</id><published>2010-11-30T13:03:00.000+07:00</published><updated>2010-11-30T13:03:22.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Asap Rokok Kandung 4.000 Zat Kimia Berbahaya</title><content type='html'>&lt;div class="content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPSS_Erl2pI/AAAAAAAAASw/Mw4vKtLLWWc/s1600/1975804294-asap-rokok-kandung-4-000-zat-kimia-berbahaya.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPSS_Erl2pI/AAAAAAAAASw/Mw4vKtLLWWc/s1600/1975804294-asap-rokok-kandung-4-000-zat-kimia-berbahaya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aku&amp;nbsp; paling sebel sama yang namanya asap rokok. Apalagi kalo lagi di angkutan umum ada orang yang seenaknya merokok tanpa peduli apakah orang di sekitarnya terganggu dengan asap rokok yang mereka keluarkan atau tidak. Udah gitu kalau ditegur sering malah marah, seolah itu kendaraan pribadi mereka sendiri sehingga mereka bebas melakukan apa saja, termasuk merokok sembarangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas baca artikel ini semoga membuka kesadaran para perokok untuk tidak menyebarkan racun rokok ke orang-orang di sekitarnya. Kita berhak untuk mendapatkan suasana bersih dan sehat di sekitar kita, jangan kotori dnegan rokok kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="byline"&gt;&lt;cite&gt;Antara - &lt;abbr class="timedate" title="Selasa, 30 November"&gt;Selasa, 30 November 2010&lt;/abbr&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt;&lt;cite&gt;&lt;abbr class="timedate" title="Selasa, 30 November"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/div&gt;Yogyakarta (ANTARA) - Asap rokokmengandung lebih dari 4.000 zat kimia berbahaya seperti karbonmonoksida, sianida, uap fosfor, uap senyawa belerang, dan uap hasilpembakaran zat tambahan, kata mantan Ketua Ikatan Dokter IndonesiaKartono Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahaya asap rokok 10 kali lebih besardaripada zat `ter` dalam rokok," katanya pada lokakarya Menuju KawasanTanpa Rokok 100 Persen di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di AsriMedical Center (AMC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olehkarena itu, menurut dia, asap rokok lebih membahayakan perokok pasifdaripada perokok aktif. Dalam asap rokok kadarnya beberapa kali lebihbesar dibanding yang diserap oleh perokok aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam satubatang rokok mengandung sekitar 1,5 persen nikotin. Endapan asap rokokyang berupa hasil pembakaran nikotin mudah melekat di benda-benda dalamruangan, dan bisa bertahan sampai lebih dari tiga tahun, dan tetapberbahaya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Advisor Indonesia Institute Social forDevelopment Sudibyo Markus mengatakan Indonesia merupakan konsumenrokok peringkat tiga terbesar di dunia setelah China dan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutdia, sekitar 240 miliar batang rokok telah dihisap oleh 240 jutapenduduk Indonesia. Tingginya jumlah perokok tersebut disebabkan masihrendahnya kesadaran mengenai bahaya nikotin dalam rokok.&lt;br /&gt;Selainitu, juga masih adanya anggapan di kalangan masyarakat bahwa rokokadalah warisan budaya. Anggapan tersebut membuat sebagian besarmasyarakat enggan untuk meninggalkan kebiasaan merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kondisi itu ditambah dengan iklan-iklan di media yang menganggap bahwa merokok adalah gaul, modern, dan jantan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RektorUMY Dasron Hamid mengatakan aturan mengenai larangan merokok pentingditerapkan di ruang-ruang publik, karena asap rokok berbahaya bagikesehatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aturan tersebut diharapkan dapatdiimplementasikan di ruang-ruang publik terutama sekolah, kampus, dankantor. Dengan adanya aturan itu diharapkan nanti seluruh ruang publikbisa benar-benar 100 persen bebas rokok," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-6359757576612340765?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/6359757576612340765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/asap-rokok-kandung-4000-zat-kimia.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/6359757576612340765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/6359757576612340765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/asap-rokok-kandung-4000-zat-kimia.html' title='Asap Rokok Kandung 4.000 Zat Kimia Berbahaya'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPSS_Erl2pI/AAAAAAAAASw/Mw4vKtLLWWc/s72-c/1975804294-asap-rokok-kandung-4-000-zat-kimia-berbahaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-7448452887624945815</id><published>2010-11-29T11:49:00.002+07:00</published><updated>2010-11-29T11:57:34.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Kearifan di Balik Arung Jeram</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMXHaq8AfI/AAAAAAAAASU/sCarIRpjuCk/s1600/DSCN0876.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMXHaq8AfI/AAAAAAAAASU/sCarIRpjuCk/s400/DSCN0876.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Berarung jeram bareng kru MQ Media di Situ Cileunca, Pangalengan.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif; font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Hanyaorang-orang yang berani mengarungi terjalnya kehidupanlah, yang tidak akanngeri lagi dengan kemelut hidup. Maka arungilah hidup ini, meski jeram dan batucadas menghadang di depan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Arung jeram, bagiku adalah sebuaholah raga yang tampaknya sangat mengerikan. Sang pemain harus bisa menaklukkanarus yang deras, jeram yang curam, batu-batu besar dan tajam di sana-sini yangsiap menghantam tubuh sang pemain. Hanya orang-orang yang menyukai tantanganyang berani melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Namun,&lt;i&gt;alhamdulillah&lt;/i&gt; Allah Swt. pernah memberi saya kesempatan untuk mencoba menikmatiolah raga ini. Awalnya memang ada rasa ngeri. Tapi setelah dijalani, ternyatamengasyikkan juga, bahkan membuatku ketagihan. “Rahasia agar bisa mengapung diair dengan selamat adalah tenang, jangan panik. Karena kalau panik, malah akantenggelam,” bagitu sang pelatih memberi pembekalan pada kami saat memulaipelajaran mangapung di air dengan mengenakan baju pelampung sebelum melakukanarung jeram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Sayatetap merasa khawatir, karena nggak bisa renang. “Terus terang saya nggak bisarenang, tapi asal kita paham dan mau mematuhi aturan yang ada, insya Allah&lt;i&gt; &lt;/i&gt;selamat.Tapi kita juga jangan merasa sombong, merasa pasti bisa. Jadi tetaplah menggantungkanharapan keselamatan hanya pada Allah,” kata sang pelatih memberi kayakinan padakami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Setelahdijelaskan segala &lt;i&gt;safety procedure&lt;/i&gt; yang ada, satu per satu kami punmulai turun sungai. Saat tiba giliranku masuk sungai di air yang dalamnyasetinggi leher, aku mulai mengangkat satu kaki, kemudian dua kaki, mulailahmengapung. Sesaat kemudian aku seperti mau tenggelam. Teringat pesan pelatih,maka aku coba menenangkan hati, mencoba keluar dari kepanikan. Dan &lt;i&gt;alhamdulillah&lt;/i&gt;sampai juga di batas akhir pemberhentian. Di sana telah menunggu pelatih lain yangsiap dengan tali bantu untuk kami naik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Selesaipembekalan mengapung di air, saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Arung jeram. Kaminaik perahu karet bertujuh, enam orang peserta duduk di lantai (dasar) perahukaret dan seorang pelatih sebagai pemandu duduk di bibir perahu bagian belakang.Sesekali ia berdiri. Pemandu inilah yang menjadi nahkoda kapal, kapan kamiharus mengayunkan dayung dan kapan berhenti mengayun. Perahu karet kami terusberlayar mengikuti arus air sungai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;“Ayun!”,seru pemandu di belakang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;“Berhenti!”,serunya kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Rupanyadi depan kami ada jeram kecil, di sekitarnya tampak batu-batu besar menyembuldari permukaan air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;“aa…uu…!”,kami menjerit antara rasa ngeri dan girang. Ini petualangan baru, kapan lagibisa menjerit lepas selain di sini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;“Ayun!”,kembali pemandu memberi aba-aba saat arus mulai tenang. “Lebih keras lagi!”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Selesaimelakukan arung jeram, tangan mulai terasa pegal. Rasa capek, panas terikmatahari yang membakar muka, dan basah kuyup seluruh tubuh, tidak kamihiraukan. Kepuasan di sisi hati lebih mampu menghapus semua keluh kesah itu. Apalagikarena kami sampai di tempat tujuan dengan selamat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Hariitu saya bukan sekadar mendapat pengalaman baru tentang olah raga arung jeram,tapi sekaligus dapat pelajaran hidup. Ternyata banyak rahasia alam yang harusdipelajari untuk mengarungi segala ciptaan Allah. Gunung, lembah, laut, sungaibesar, jeram curam, dsb. bisa ditaklukkan asal kita tahu ilmunya. "&lt;i&gt;Makanikmat Allah manakah yang akan engkau dustakan?"&lt;/i&gt; (QS Ar Rahman)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Tapilebih penting dari itu semua adalah &lt;i&gt;insigh&lt;/i&gt;-nya. Kadang persoalan hiduphadir di hadapan kita, lalu kita merasa takut dan ngeri karena yang terbayangdi benak kita adalah kesulitan dan kesedihan. Sedang kita tidak mau merasakansemua itu. Anehnya lagi, kadang manusia suka mendramatisir masalah. Sehinggamasalah yang dihadapi terasa semakin berat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Namun, bagi seorang petualang, dia malah akan tertantang untuk menaklukkannya. Lalu, bergurupada seorang alim yang akan memandunya pada tujuan hidup yang sebenarnya. Dia hadapisegala persoalan hidup dengan terus belajar dan mengolahnya menjadi sebuahperjalanan penuh hikmah. Kadang dia harus terus mengayun dayungnya, memompasemangatnya. Namun, kadang harus berhenti mendayung, saat arus yang dilaluitenang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Untukmenjalani dan menapaki kehidupan perlu kiranya seperti orang yang inginmengapung di air dengan selamat, yaitu memiliki jiwa yang tenang tanpakesombongan karena sang pengapung tidak tahu akan selamatkah dia nanti sebelumbenar-benar sampai di daratan. Tentu harus terus mengingat Allah sebagaipenguat keimanan. Kita juga tidak akan bisa melihat kesuksesan seseorangkecuali kalau ia meninggal dunia, apakah &lt;i&gt;khusnul khatimah&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;su’ulkhatimah&lt;/i&gt;. Kalau dia &lt;i&gt;khusnul khatimah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;maka berarti sukses.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Seorangyang berarung jeram tidak harus mereka yang pandai berenang asal paham aturanmain dan mau mengikutinya. Begitupun dalam kehidupan, keselamatan bukan mutlakmilik mereka yang bertitel, berharta atau segala atribut lain. Asal mampumenjalani aturan-aturan Allah, &lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt; selamat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;Persoalanhidup sering membuat pemiliknya merasa capek, lelah dan getir. Namun, bila diatelah mampu menaklukkan persoalan hidupnya, kepuasan akan lebih mampu memenuhirongga hatinya. Apalagi bila semua itu justru bermuara pada penemuan cintakepada Yang Esa, yaitu Allah Swt. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Wallahu’alam&lt;/i&gt;.@@&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMdJc1t1cI/AAAAAAAAASc/k57plTkvmJU/s1600/DSCN0889.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMdJc1t1cI/AAAAAAAAASc/k57plTkvmJU/s400/DSCN0889.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMp6cj2jaI/AAAAAAAAASg/x4wdabMb-SM/s1600/DSCN0890.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMp6cj2jaI/AAAAAAAAASg/x4wdabMb-SM/s400/DSCN0890.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMtVHWEypI/AAAAAAAAASk/YNcNBew8PFY/s1600/DSCN0917.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMtVHWEypI/AAAAAAAAASk/YNcNBew8PFY/s400/DSCN0917.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMuZV9VYWI/AAAAAAAAASo/z77NWYbjMAE/s1600/DSCN0932.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMuZV9VYWI/AAAAAAAAASo/z77NWYbjMAE/s400/DSCN0932.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMvUp07xjI/AAAAAAAAASs/q09GT2W2Z0Y/s1600/DSCN0923.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMvUp07xjI/AAAAAAAAASs/q09GT2W2Z0Y/s400/DSCN0923.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-7448452887624945815?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/7448452887624945815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/kearifan-di-balik-arung-jeram.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/7448452887624945815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/7448452887624945815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/kearifan-di-balik-arung-jeram.html' title='Kearifan di Balik Arung Jeram'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMXHaq8AfI/AAAAAAAAASU/sCarIRpjuCk/s72-c/DSCN0876.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-9043518486195385880</id><published>2010-11-28T14:17:00.004+07:00</published><updated>2010-11-29T09:21:22.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Video Erupsi Merapi</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/EHQLv7dYF0c?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/EHQLv7dYF0c?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Tidak sabar rasanya ingin segera berbagi dengan pembaca blogku tentang hasiljalan-jalan di Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah saya bisa kembali dengan selamat dan tiba di Bandung setelahdua hari tinggal dengan para pengungsi penduduk Merapi. Kebetulan saya punyaseorang sahabat yang tinggal di Ngampel-Sengi, Kecamatan Ndukun, KabupatenMagelang, sekitar 8 km dari Merapi. Bersilaturahmi sekaligus jalan-jalanmengelilingi Merapi membawa banyak hikmah. Salah satu oleh-olehnya saya &lt;i&gt;upload &lt;/i&gt;hasil yang adasebagai oleh-oleh utama, yaitu video erupsi Merapi yang terjadi hari Rabu, 3November 2010. Gambar ini diambil oleh sahabat saya, Winarno, penduduk asliMerapi yang lahir dan besar di sana sehingga sangat mengenal Merapi secaramendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibilang hari Rabu itulah awal mula Merapi bergejolak. Saat gambartersebut diambil sekitar pukul 10 atau 11 siang. Warga Ngampel-Sengi masihsedikit santai (meski tetap terselip rasa khawatir) karena awan panas Merapibergerak ke arah Selatan kampung mereka. Sore harinya, sekitar pukul empatsore, Merapi semakin bergejolak mengeluarkan awan panas &lt;i&gt;"wedusgembel" &lt;/i&gt;sehingga membuat penduduk panik dan mulai turun gunung menujutempat yang dirasa aman. Penduduk Desa Ngampel yang berada 8 km dari Merapiturun ke desa yang berkisar 13 km dari Merapi. Dua hari berikutnya menjadi masayang sangat menegangkan sekaligus menakutkan, puncaknya malam Jumat tanggal 5November 2010 pukul 24.00 wib. Gemuruh Merapi sangat jelas terdengar sepertigemuruhnya suara kereta. Gemuruh ini dirasa lebih besar dan terasa lebihmencekam dibanding amuk Merapi sebelum-sebelumnya, bahkan hingga beberapa tahunke belakang saat Merapi pernah mengamuk dan mengeluarkan aksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk Ngampel-Sengi bahkan harus turun lagi ke tempat lebih aman karenastatus aman Merapi terus meluas dari 10 km bertambah menjadi 15 km, bahkanlebih luas lagi hingga 20 km dari Merapi. Sampai akhirnya mereka mengungsi diradius 25 km dari Merapi yang dianggap sebagai status aman. Hal ini tentu bukanperkara mudah. "Amuk Merapi" ini hampir selalu terjadi pada malamhari hingga mereka pun pernah turun gunung pada pukul 00.00 untuk menghindaribencana akibat Merapi ini. Kondisi ini terjadi pada malam Jumat tanggal 5November 2010. VIVAnews.com. bahkan menyebut letusan Gunung Merapi yang terjadipada 5 November dini hari ini sebagai letusan terhebat. Letusan itu membuat abuvulkanik menyebar hingga ke Bandung. Bahkan, pada pukul 01.10, lava pijarsempat keluar dari Merapi. Lava pijar ini mengarah ke barat menuju Kali Kuning,Kali Gendol dan sebagian ke Kali Woro. Lava juga mengalir ke arah timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban tewas bencana Gunung Merapi hingga hari Kamis (11/11/2010) mencapai198 orang. Sedangkan 303.233 warga Merapi menjadi pengungsi. Demikian data yangdiberikan Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam pesansingkat yang diterima, Kamis (11/11/2010) yang dilansir oleh VIVAnews.com.Korban terbanyak terdapat di kampungnya Mbak Marijan, Dukuh Kinahrejo, DesaUmbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Total korban Merapi yangtewas dengan rincian di Sleman 163 orang, Magelang 17 orang, Boyolali 3 orang,dan Klaten 15 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bencana ini menjadi pelajaran kehidupan terbaik bagi kita, baik untukyang mengalaminya maupun tidak. Hidup hanya sementara, tinggal bagaimana kitamemperbanyak amal ibadah kita kepada Allah Swt. &lt;i&gt;Wallahu'alam.&lt;/i&gt;@&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMHW5QmLAI/AAAAAAAAAR8/W2NDV5NN31c/s1600/Foto0333.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMHW5QmLAI/AAAAAAAAAR8/W2NDV5NN31c/s400/Foto0333.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jembatan Sungai Tlingsing, desa Ngampel-Sengi, Ndukun-Magelang sebelum erupsi Merapi 2010. Tampak indah dan anggun dengan pemandangan hijau di sekelilingnya.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMHzosVQhI/AAAAAAAAASA/TW7CUWhPhoo/s1600/Foto0217.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMHzosVQhI/AAAAAAAAASA/TW7CUWhPhoo/s400/Foto0217.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jembatan Sungai Tlingsing pascaerupsi Merapi 2010. Lahar dingin mengaliri atas jembatan, bahkan dua batu sebesar kerbau dengan seenaknya nongkrong di tengah-tengah jembatan. Pembatas/pagar jembatan di samping kanan-kirinya sampai hilang diterjang lahar dingin Merapi. DAHSYAT!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMJYfan9FI/AAAAAAAAASI/cpTOW0UcbpY/s1600/P20-11-10_10-14%255B1%255D.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMJYfan9FI/AAAAAAAAASI/cpTOW0UcbpY/s400/P20-11-10_10-14%255B1%255D.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jembatan Sungai Tlingsing saat lahar dingin surut. Dalam kondisi normal seharusnya air mengalir di bawah jembatan.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMNzpnRlLI/AAAAAAAAASQ/Y1g8TqsiqSM/s1600/001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMNzpnRlLI/AAAAAAAAASQ/Y1g8TqsiqSM/s400/001.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Orang-orang kampung Ngampel-Sengi sedang bergotong-royong menyingkirkan dua batu besar yang menghalangi jalan di jembatan tersebut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-9043518486195385880?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/9043518486195385880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/video-erupsi-merapi_28.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/9043518486195385880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/9043518486195385880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/video-erupsi-merapi_28.html' title='Video Erupsi Merapi'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TPMHW5QmLAI/AAAAAAAAAR8/W2NDV5NN31c/s72-c/Foto0333.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-5639304379864542342</id><published>2010-11-25T09:25:00.001+07:00</published><updated>2010-11-25T09:30:56.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Berita dari Pengungsian Merapi #2</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3EGzndffI/AAAAAAAAARY/yf0eOjH2WKQ/s1600/Foto0224.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3EGzndffI/AAAAAAAAARY/yf0eOjH2WKQ/s400/Foto0224.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Suasana sepi kampung Ngampel-Sengi, Ndukun-Magelang (radius 8 km Merapi) saat ditinggal mengungsi para penghuninya.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Meski penduduk sekitar Merapi sudah terbiasa dengan suara gemuruhnya Merapisaat sedang beraksi, tetapi gemuruh kali ini terasa sangat berbeda. Winarnoyang sudah sejak lahir dan besar di wilayah Merapi (kampungnya berada padaradius 8 km dari Merapi), tetap merasa merinding, ada rasa takut yang tiba-tibamenyengat sekujur tubuhnya begitu gemuruh itu muncul. Begitu pun istrinya yangsejak dinikahinya lebih dari sepuluh tahun lalu sudah diboyong ke sebuahkampung yang cukup asri di tepian Merapi. Namun, keindahan dan keasrian kampungini bisa sewaktu-waktu bisa menjadi mencekam, bahkan seolah mengancam nyawasetaip penghuninya. Ancaman besar itu datang dari mana lagi kalau bukan dariMerapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya datang bersilaturahmi ke tempat pengungsiannya di kompleksPerumahan Prayudan, sekitar 25 km dari Merapi, istri Winarno sudah kembali kekampung halamannya di desa Ngampel-Sengi, Ndukun, Magelang. Rupanya masyarakatsekitar Merapi sudah menganggap aman dan yakin Merapi tidak berulah lagisehingga berani kembali ke rumah masing-masing. Namun, para pengungsi resmiyang dikondisikan oleh pemerintah (baik di barak-barak pengungsian atautempat-tempat umum lain yang disediakan khusus) belum diizinkan pulang. StatusMerapi saat itu masih ditetapkan dalam kondisi “AWAS” oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3FkD6-j2I/AAAAAAAAARc/6Elm-t0Immo/s1600/P20-11-10_10-10.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3FkD6-j2I/AAAAAAAAARc/6Elm-t0Immo/s400/P20-11-10_10-10.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jalanan kampung masih dipenuhi debu vulkanik Merapi.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3GuFWmg0I/AAAAAAAAARg/a2QfgzYU3O4/s1600/Foto0297.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3GuFWmg0I/AAAAAAAAARg/a2QfgzYU3O4/s400/Foto0297.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jalanan yang sudah dibersihkan dari debu, Debu-debu vulkanik Merapi disisihkan di penggir-pinggir jalan.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3HUDfKnUI/AAAAAAAAARk/0ez3pJ-VKcg/s1600/Foto0312.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3HUDfKnUI/AAAAAAAAARk/0ez3pJ-VKcg/s400/Foto0312.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tanaman rusak akibat erupsi Merapi, lahar dingin sempat menyapu habis lahan ini.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Sabtu, 20 Nopember 2010, pagi hari, saya berkesempatanmengunjungi kampung halaman mereka. Sepanjang jalan menuju kampungNgampel-Sengi hampir seperti kota mati. Tanaman-tanaman sayuran dataran tinggisebagai mata pendaharian utama mereka kering terkena sapuan awan panas.Debu-debu Merapi masih menghiasi segala yang terhampar di Bumi mereka. Kononceritanya kondisi ini sudah lebih baik karena sudah terguyur hujan beberapahari terakhir. Terbayang bagaimana kondisi awal kampung-kampung tersebut saatpertama tersapu awan panas atau tertutup debu vulkanik yang begitu tebal.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat gemuruh pertama datang terasa mencekam hari Rabu, 3 Nopember 2010.Beberapa penduduk ada yang turun ke km 13 dari Merapi, mencari tempat yangdirasa aman. Hampir semua penduduk kampung turun ke bawah tanpa komando dengantujuan berbeda-beda. Ada yang ikut tidur di malam hari di barak pengungsian, disekolahan, di masjid, di kantor kecamatan, dan lain-lain. Saat pagi menjelangmereka kembali ke rumah masing-masing. Malam Kamis masih seperti itu hinggamalam Jumat tanggal 5 Nopember 2010 menjadi malam yang benar-benar mencekam.Gemuruh Merapi terasa sangat dahsyat. Kondisi ini menuntut para pengungsimencari titik paling aman yang ditetapkan pemerintah, yaitu 20 km dari Merapi.Winarno beserta keluarganya pun mengungsi secara resmi (bukan sekadar ikuttidur) di kompleks perumahan yang dihuni Buliknya, yaitu Perum Prayudan. Denganmengendari dua motor, satu motor diisi oleh tiga orang. Suami-istri yangmemiliki seorang putri ini membawa serta kedua orang tuanya dan tetangganya.Mereka harus melintasi jalanan yang lumayan licin akibat sisa-sisa debu Merapidalam gelapnya malam. Apalagi lampu listrik sengaja dimatikan oleh PLN. Padasaat yang sama orang lain pun sibuk mengungsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang bagaimana paniknya penduduk sekitar Merapi pada hari-hari itu.Tidur malam tidak pernah lelap karena takut ancaman Merapi dengan keluarnyalahar dingin, siang hari terkadang muncul ancaman wedus gembel. Antara satutetangga dengan tetangga lain tidak saling tahu mengungsi di mana, semua sibukmenyelamatkan diri masing-masing. Sampai kemudian mereka sepakat untukmengungsi di tempat yang sama, Perum Prayudan. Alhamdulillah, di tempat ini segalafasilitasnya jauh lebih memadai dibandingkan bila mengungsi di barak atau ditempat-tempat umum yang disediakan oleh pemerintah. Hanya saja, risikonyamereka harus mencari dana secara swadaya. Karena itulah pihak tuan rumahkemudian membentuk kepanitiaan untuk mengurus sekitar 400-an orang pengungsi dikompleks mereka. Panitia ini kemudian menjalin kerja sama dengan berbagai LSMyang khusus menangani korban Merapi atau mencari para dinatur darikenalan-kenalan mereka, termasuk bantuan dana, sarana dan prasarana daripenghuni kompleks tersebut. Mereka juga tetap mengajukan bantuan logistic untukpara pengungsi kepada pemerintah setempat karena bagaimana pun hal inisebenarnya tanggung jawab pemerintah. Meski jumlah bantuan dari pemerintah jauhdari memadai, tetapi tetap mereka syukuri. Toh mereka tidak hanya menerimabantuan dari satu sumber. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi saya merasa salut dengan kesigapan dan kerjasama yang baikpara penghuni kompleks yang begitu peduli dengan para pengungsi korban erupsiMerapi. Mereka bukan hanya rela menyumbangkan harta mereka jutaan rupiah untukpara pengungsi yang jumlahnya tidak sedikit, tetapi juga rela meminjamkan rumahmereka meski dengan risiko pintu rusak, meja makan yang terbuat dari kaca menjadipecah. Namun, mereka tidak merasa kapok membantu para pengungsi ini. Apalagimereka yang didaulat menjadi panitia untuk mengurusi para pengungsi ini, seolahtidak bisa tidur nyenyak sebelum para pengungsi dipastikan semua sehat,mendapat jatah makan layak, menerima bantuan sesuai kebutuhan mereka. &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3H6BrJwYI/AAAAAAAAARo/rd2EFUOS4j8/s1600/Foto0272.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3H6BrJwYI/AAAAAAAAARo/rd2EFUOS4j8/s400/Foto0272.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Suasana di pengungsian di kompleks Bumi Prayudan, Magelang.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3IZBI8sHI/AAAAAAAAARs/68fdDmhL6NE/s1600/Foto0325.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3IZBI8sHI/AAAAAAAAARs/68fdDmhL6NE/s400/Foto0325.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Para korban Merapi saat menerima bantuan dari LSM.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3IwB3mF3I/AAAAAAAAARw/JBJDohPEIh8/s1600/Foto0322.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3IwB3mF3I/AAAAAAAAARw/JBJDohPEIh8/s400/Foto0322.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. Bila banyak warga yang begitu peduli dengan sesamanya saatkesusahan seperti ini, mungkin musibah sebesar apa pun akan lebih terasaringan. Memang, tidak semua pengungsi merasakan kenikmatan seperti mereka. Namun,kisah yang segelintir ini semoga menginspirasi banyak orang untuk berbuat lebihbanyak dan lebih baik dari mereka untuk sesamanya. Mereka bergerak dan berbuattanpa menunggu instruksi dari pihak lain, apalagi pemerintah. Semua digerakkanoleh rasa kemanusiaan yang dalam atas dasar keimanan kepada Allah Swt.&amp;nbsp; @&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-5639304379864542342?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/5639304379864542342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/berita-dari-pengungsian-merapi-2.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/5639304379864542342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/5639304379864542342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/berita-dari-pengungsian-merapi-2.html' title='Berita dari Pengungsian Merapi #2'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TO3EGzndffI/AAAAAAAAARY/yf0eOjH2WKQ/s72-c/Foto0224.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-8092642298705342902</id><published>2010-11-24T16:03:00.001+07:00</published><updated>2010-11-25T08:38:35.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Berita dari Pengungsian Merapi #1</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzFTlvzvZI/AAAAAAAAAQk/5jaT_5OUOlI/s1600/003.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzFTlvzvZI/AAAAAAAAAQk/5jaT_5OUOlI/s400/003.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&amp;nbsp;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar berita Merapi bergolak kembali saya langsung teringatdengan sahabat lama saya sesama kru Tabloid MQ, hanya saja dia korespondenuntuk wilayah Jogjakarta dan sekitarnya. Sebenarnya saya jarang bertemu dia,kalau dihitung mungkin hanya dua kali, saat dia berkunjung ke Bandung, kekantor Tabloid MQ dan saat saya dan beberapa rekan kru Tabloid MQ meliputkondisi pascagempa Jogja tahun 2006 lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski jarang bertemu, bukan berarti tidak harus peduli dengan penderitaandia dan orang-orang di kampungnya saat Merapi kembali beraksi. Winarno, sahabatsaya ini lahir dan besar di Magelang hingga menikah dan punya anak. Wajar jikadia sudah sangat akrab dan mengenal betul dengan Merapi dan segala tingkahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasanya saat Merapi beraksi orang-orang sibuk turun ke bawah mencri tempataman, tapi saya malah asyik mengambil gambar Merapi beraksi,” kata Winarno yanghobi fotografi dan Merapi sering menjadi objek favoritnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi aksi Merapi kali ini membuat saya takut dan trauma bukan main.Mendengar dero motor saja sudah membuat jantungku bedebar keras seolahmendengar gemuruh Merapi saat beraksi,” lanjut Winarno yang selama ini dikenaltegar dan kuat menghadapi segala “kenakalan” Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, aksi Merapi 2010 ini memang terasa berbeda, bukan hanya dirasakan olehWinarno yang usianya baru sekitar 35 tahunan. Seorang bapak yang tinggal disebuah desa Stabelan, radius 5 km dari Merapi pun mengungkapkan hal yang sama. “Merapisekarang beda dari tahun-tahun kemarin. Biasanya seminggu beraksi sudah reda.Sekarang, sudah lebih dari dua minggu masih belum ada kepastian kapan akanberhenti,” ungkap seorang bapak yang saya temui di dekat lahannya saat kembalidari mengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia bapak ini sekitar 65 tahunan. Dia asli kampung ini, lahir dan besar didekat Merapi. Seperti halnya Winarno, dia pun sudah mengenal Merapi. Ternyatadia pun mengalami ketakutan dan debaran yang sama dengan penduduk kampungnya,apalagi kampungnya lebih dekat dibanding kampungnya Winarno. Sudah lebih daridua minggu dia mengungsi beserta orang-orang di kampungnya ke tempat yang lebihaman. Setelah peristiwa meninggalnya Mbah Marijan pada 26 Oktober 2010, banyakmasyarakat kampung sekitar Merapi yang mengungsi karena status "Awas" Merapi yangbelum juga turun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sekitar dua hari sebelumnya (18-19 Nopember 2010) &amp;nbsp;dia bisa naik lagi menengok rumah danlahannya. Biasanya dia naik ke kampungnya mulai pagi hari untuk mengurus ternakdan melihat-lihat sawahnya atau membersihkan rumah. Mulai siang hari sekitarpukul 14.00 atau menjelang asar dia kembali ke barak pengungsian. Tidak semuaorang kampungnya pulang kembali ke kampung saat pagi hingga siang hari, hanyabeberapa orang saja. Suasana kampung yang berbatasan dengan Boyolali ini punsepi, hampir seperti kota mati. Apalagi debu vulkanik sisa-sisa hujan debuMerapi masih melekat di setiap bagian kampung, dari mulai jalanan aspal,halaman rumah, atap rumah, dan sebagainya. Mungkin karena hujan sudah banyakmengguyur kampung ini, debu-debu di jalanan aspal sudah tidak begitu tebal,tetapi masih tampak sisa-sisanya sehingga membuat jalanan licin. Suasana seperti ini juga didaptkan di Desa Trinjing yang berjarak 4 km dari Merapi.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzLQb2r33I/AAAAAAAAAQ8/hU-ZEOGmuzQ/s1600/Foto0298.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzLQb2r33I/AAAAAAAAAQ8/hU-ZEOGmuzQ/s400/Foto0298.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt; DesaTrinjing, kampung tertinggi di ujung Merapi, sekitar 4 km dari Merapi.Di desa ini pula pos pemantauan didirikan. Namun, saat penulisberkunjung ke sana petugas pos pemantau Merapi sudah tidak berada ditempat karena daerah ini sebenarnya sudah disterilkan dan tidak bolehdikunjungi bahkan oleh penduduk desa ini sekalipun. Mereka sudahmengungsi, tetapi sesekali masih berkunjung ke desanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Bila berjalan lebih tinggi ke radius 4 km dari Merapi di atas kampungBelang Selo-Boyolali yang berbatasan dengan Magelang tersebut, jalanan aspal masih digenangi debu Merapi yang tebalnya sekitar 5 cm.Saya yang dibonceng sahabat saya dengan mengendarai motor pun sempat jatuhkarena oleng akibat jalanan yang licin oleh debu Merapi. Sepanjang jalanan dikampung ini benar-benarmasih dipenuhi debu, bahkan pada radius 2 km dari Merapi suasana hampir sepertikota salju yang seluruhnya putih, hanya saja putihnya bukan karena salju,tetapi karena debu yang begitu tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin aman, masker harus selalu kita kenakan, kaca mata pelindung danhelm pun harus dipakai. Tentu saja pakain harus serba tertutup memakai baju lenganpanjang dan celana panjang. Bila perlu memakai kaus tangan dan sepatu bot. Sayayang waktu itu tidak mengenakan kaus tangan dan sepatu bot harus menikmatisetiap debu yang menempel di tangan dan kaki hingga membuat kulit terasa begitukering. Meski sudah dicuci dengan air (yang juga sedikit berbau debu Merapi)tetap terasa kering kecuali setelah memakai &lt;i&gt;hand-bodylotion&lt;/i&gt;. Bagi masyarakat sekitar mungkin sudah terbiasa sehingga tidak berpengaruh,tetapi bagi saya yang baru menginjakkan kaki di lereng Merapi ini, debu inisungguh mengganggu. Meski saya memakai kaus kaki dan sepatu pendek, tetap sajadebu masuk kaki saya. Sepatu saya yang berwarna hitam pun berubah menjadi putihtertutup abu. &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzOjGj1AFI/AAAAAAAAARA/Rl9kcXbNa_0/s1600/Foto0327.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzOjGj1AFI/AAAAAAAAARA/Rl9kcXbNa_0/s400/Foto0327.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Di perkampungan dengan radius 2 km dari Merapi debu yang melekat bisa setebal ini. Di jalanan aspal saja tebalnya bisa mencapai 5 cm, apalagi di atap rumah. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya debu yang mengganggu, bau belerang pun mulai terasa pada radius4 km dari Merapi, baunya semakin menyengat pada radius 2 km Merapi, di KampungBelang-Tlogolele, Boyolali (perbatasan Magelang). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bantuan untuk Para Pengungsi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana seperti apa pun bentuknya tidak ada yang mengenakkan, begitupunbencana amuknya Merapi ini. Selain banyaknya korban meninggal, juga banyak yangterbakar terkena hembusan awan panas &lt;i&gt;“wedusgembel”&lt;/i&gt;. Bila yang terbakar sekujur tubuh tentu pemulihannya butuhwaktu&amp;nbsp; lama. Meski biaya pengobatanditanggung pemerintah, tetapi menanggung derita terbakar seperti itu tentubukan main penderitaannnya. Siapa pun pasti tidak ingin mengalaminya. Tentangbagaimana ganasnya akibat “pembakaran” Merapi ini di tubuh manusia bisa membacakisah &lt;a href="http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/keganasan-di-balik-keindahan-gunung.html"&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(255, 255, 255) none repeat scroll 0% 0%;"&gt;Maryoto&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangani ratusan ribu pengungsi akibat erupsi Merapi saja bukan hal yangmudah. Mulai dari mencarikan tempat yang aman dari radius 15 – 20 km dariMerapi, membuat tempat tinggal sementara (barak) atau menampung di tempat luasyang bisa menampung banyak orang juga bukan hal yang mudah. Bila merekamengungsi di tempat-tempat umum, seperti GOR, sekolahan, barak-barak, pastibutuh tempat MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang banyak. Ini berarti butuh banyaksarana air bersih. Selain untuk bersih-bersih, mereka juga butuh air untukminum dan makanan siap saji. Sebenarnya bisa saja diberikan mekanan mentah,mereka toh bisa masak sendiri, tetapi tentu harus ada sarana untuk memasaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzGEdhrSfI/AAAAAAAAAQo/fhcT8UZAGrs/s1600/Foto0203.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzGEdhrSfI/AAAAAAAAAQo/fhcT8UZAGrs/s400/Foto0203.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Para penduduk Ngampel-Sengi,Kecamatan Ndukun, Kabupaten Magelang, sekitar 8 km dari Merapi berjalan menjauhi Merapi untuk menghindari amuknya. &lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzHKO13i_I/AAAAAAAAAQw/Wnb-mGPBsqY/s1600/Foto0204.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzHKO13i_I/AAAAAAAAAQw/Wnb-mGPBsqY/s400/Foto0204.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mereka berjalan kaki dari malam dini hari (Kamis, 4 Nopember 2010 pk. 00.00) menuju km 25 dari Merapi. Tidak ada kendaraan yang mengangkut mereka. Hingga pagi sekitar pk. 08.00 mereka belum sampai di lokasi tujuan. &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Winarno yang waktu itu mengungsi dengan penduduk kampungnyabahkan sampai harus berpindah tempat hingga empat kali, dari 8 km Merapi(kampungnya) pindah ke 13 km desa di bawahnya, lalu ke 15 km, 20 km, sampaiakhirnya pindah ke 25 km dari Merapi. Dia dan penduduk kampungnya pernahtinggal di barak pengungsian yang bocor ketika hari hujan, hawa dingin menyusupdari celah-celah tenda barak begitu terasa, apalagi bila malam menjelang.Sedangkan mereka tinggal di barak atau pengungsian lebih sering pada malamhari. Mulai pagi hingga siang hari biasanya mereka kembali ke kampungnya. Adayang ikut tinggal di rumah saudaranya yang aman dari batas “AWAS” Merapi.Memang tinggal di rumah orang lain (bukan di posko pengungsian resmi yangdisediakan pemerintah) relatif nyaman dari segi fasilitas, seperti air bersih,tempat tinggal, dan sebagainya. Akan tetapi, risikonya mereka tidak mendapatbantuan dari pemerintah untuk biaya makan dan lain-lainnya. Begitu pun ketikaada dana swadaya masyarakat yang memberikan bantuan tentu tidak akan sampai ketangan mereka kerena tidak semua masyarakat tahu dia pengungsi Merapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pun pernah dialami Winarno dan orang-orang sekampungnya. Winarno dankeluarganya (orang tua, anak, dan istrinya) pada awalnya hanya ikut di rumahsaudaranya (Bu liknya) yang berjarak 25 km dari Merapi. Namun, warga desanyayang lain ternyata ingin ikut ke tempat Winarno mengungsi yang berada di perumahanyang tergolong elit di Megelang (Perum Prayudan). Akhirnya Winarno meminta izinkepada warga kompleks Bu liknya untuk mengizinkan mereka tinggal di masjidkompleks mereka. Malah ada yang berbaik hati meminjamkan rumah mereka yang masihkosong. Akhirnya sekitar 300 warga pengungsi tinggal di kompleks perumahantersebut tinggal dalam beberapa rumah. Satu rumah ada yang dihuni 30 – 40orang. Buliknya beserta beberapa warga kompleks pun membuat kepanitiaan untukmengurusi sekitar 300-warga. Mereka harus mencari nasi rames untuk makan malam sekitar300-an warga tersebut. Ketua panitia membagi-bagi tugas membuat rames itukepada beberapa rumah di kompleks tersebut. Ternyata pada malam harinyabertambah lagi sekitar seratus pengungsi dari kampung Ndukun (tempat tinggalWinarno). Penitia pun sempat sedikit kalang kabut untuk mencari seratus nasibungkus tambahan dalam waktu singkat. Namun, subhanallah, ketika nasi yangterkumpul dibagikan ke semua warga pengungsi, ternyata bisa cukup, bahkan lebihbeberapa bungkus. Ternyata, ada orang yang mengaku dari kota mengirimkan ramesseratus bungkus, pas sesuai kekurangan yang mereka butuhkan. Ketika orang yangmenerima nasi itu dikorfirmasi siapa yang memberikan nasi tersebut, dia mengakutidak mengenalnya, “Dia cuma bilang dari kota”. Subhanallah. Pertolongan Allahbenar-benar tidak disangka-sangka datang dari sisi mana pun.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzJNZqPSRI/AAAAAAAAAQ0/aJoT5qF0VRg/s1600/Foto0317.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzJNZqPSRI/AAAAAAAAAQ0/aJoT5qF0VRg/s400/Foto0317.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Masyarakat kampung Ngampel-Sengi, Kecamatan Ndukun,&amp;nbsp; Kabupaten Magelang setelah sampai tujuan, mendapat tempat tinggal layak dan bantuan logistik. Namun, semua ini swadaya masyarakat.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Tempat tinggal enak, setidaknya lebih enak dibandingkan para pengungsi yangtinggal di barak-barak atau di GOR dan tempat-tempat umum lain. Akan tetapi,panitia harus ekstra keras mencari bantuan ke sana-kemari untuk memenuhikebutuhan sekitar 400-an warga pengungsi, terutama kebutuhan logistik. Winarno,herus berperan ganda, sebagai pengungsi sekaligus relawan yang mencari bantuanuntuk semua warga yang mengungsi bersamanya. Dia sudah melaporkan ke pemerintahjumlah pengungsi dan kebutuhannya. Akhirnya mengucur dana bantuan daripemerintah Rp 4.500.-/orang pengungsi setiap hari. Tentu saja dana ini tidakcukup. Panitia terus mencari dana swadaya, selain dari warga kompleks, jugadari kenalan-kenalan Winarno atau penitia lain di beberapa kota lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal di perumahan elit ternyata bukan berarti hidup tanpa masalah. Bagimasyarakat kampung yang tidak terbiasa dengan peralatan mahal ternyatamenimbulkan masalah dan cerita lucu tersendiri. Ada rumah yang kamar mandinya“tidak biasa” dalam pandangan mereka. Ketika seseorang masuk kamar mandi, pintulangsung terkunci. Karena terburu-buru seseorang masuk tanpa tahu bagaimanamembuka pintu tersebut. Ketika selesai menunaikan hajatnya di kamar mandi danhendak membuka pintu , dia bingung bagaimana membuka pintu tersebut. Sementarapintu tersebut hanya bisa dibuka dari dalam. Karena tidak ada cara lain,pemilik rumah pun menginstruksikan untuk membobol pintu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi peristiwa di dapur yang membuat “kelucuan” dan sedikit&amp;nbsp; kekacauan. Meja dapur rumahitu terbuat dari kaca. Ketika salah seorang pengungsi di tempat tersebutselesai memasak, seperti kebiasaan dia di rumah, langsung menaruh panci dimeja. Dalam kondisi panas, panci pun ditaruh di atas meja kaca tersebut. Bisaditebak apa yang terjadi. BRAK! Kaca pun pecah. Padahal, pasti meja kaca itutidak murah harganya. Panitia di kompleks itu pun harus mengganti kaca mejatersebut. Lucu dan menggelikan. Begitulah hidup dengan banyak orang dan anekakebiasaan yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sebuah Ironi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang peduli, ada juga yang memanfaatkan keadaan. Bukan berita baru bilapara pengungsi ini ada yang kehilangan hewan ternaknya saat mereka mengungsi. Kalauhewan ternak mati pasti ada bangkainya. Ini, sama sekali nggak ada tanda-tandamatinya binatang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok tega ya, mengambil barang milik pengungsi?!” Padahal, mereka sudah sangatmenderita dengan musibah Merapi yang menimpa mereka. Seharusnya bencana ini memberikanpelajaran bahwa hidup di dunia hanya sementara sehingga amal kebajikanlah yangharus selalu kita tanam sepanjang hari. Harta benda sebanyak apa pun tidak adayang kita bawa. Eh…lha kok malah &lt;i&gt;“nyolong”&lt;/i&gt;alias mencuri. Entah siapa yang mencuri, apakah warga kampung itu sendiri ataudari luar. Ada yang bilang, mereka mengaku “relawan” yang ingin mengamankanhewan ternak warga. Lha kok dibawa kabur. &lt;i&gt;Na’udzubillahimin dzalik&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga tingkah warga yang serakah. Memang mereka berhak dengan bantuandari berbagai pihak, dari pakaian baru hingga pakaian bekas layak pakai,sembako, dan sebagainya. Ada saja pengungsi yang serakah ingin menguasaisendiri. Datang ke posko mengatasnamakan beberapa orang di kelompok ngungsinyauntuk meminta bantuan, dari mulai sembako maupun baju layak pakai. Beberapa kalimeminta selalu dikasih oleh petugas posko. Saat salah seorang anggotakelompoknya yang lain mengajukan bantuan yang sama (ini benar-benar butuh),petugas di posko mengecek catatan dan ternyata bantuan untuk kelompok tersebutsudah tersalurkan. Otomatis tidak bisa mengambil jatah yang sudah diberikan. Usutpunya usut, orang pertama yang meminta bantuan ke posko tidak menyampaikan(membagikannya) kepada anggotanya yang lain, tetapi malah dibawa pulang kerumah pribadinya. Padahal, saat saya lihat rumahnya, lumayan bagus. Lebih bagusdari rumah-rumah tetangganya. Boleh dibilang dia termasuk keluarga berpunya dilingkungannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orang lain sibuk mengumpulkan harta pribadinya untuk membantu parakorban Merapi, ternyata ada segelintir orang (bahkan korbannya) yang malahmengumpulkan hasil bantuan tersebut untuk kepentingan pribadinya. Inilah ironismeyang memprihatinkan. Ternyata kaya dan miskin bukan soal uang, tetapi soal “paradigmberfikir”. Seorang anak SD kelas 1 dari keluarga berekonomi lemah bisa jadilebih kaya dibanding “Bapak pengungsi” tadi. Nun jauh dari Merapi, seperti yangsaya lihat pada tayangan TV swasta, ada seorang anak SD berekonomi lemah yangmemiliki keinginan kuat untuk membantu para korban Merapi. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut salah satu sungai yang biasa dialiri lahar dingin Merapi sudahmulai dilakukan penambangan pasir oleh orang luar Merapi saat para pendudukasli Merapi sibuk mengungsi dan menyelamatkan jiwa mereka. Seharusnya inimenjadi hak para masyarakat sekitar Merapi. Setidaknya bisa menjadi mata pencaharianmereka selama lahan pertanian mereka belum pulih dan bisa ditanami kembali. Padahal,mata pencaharian mereka selama ini kebanyakan dari bertani dan beternak. Bilalahan hancur akibat Merapi, tentu butuh waktu lama untuk memulihkannya kembali.Minimal sekitar enam bulan ke depan. Namun, bila mata pencaharian alternatif pun“dilahap” pihak luar Merapi, bagaimana dengan nasib mereka? Inilah yang menjadipemikiran sahabat saya Winarno melihat nasib orang-orang kampungnya pascaerupsiMerapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzSJ0aGdEI/AAAAAAAAARM/mCIHPFPJ5P8/s1600/Foto0227.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzSJ0aGdEI/AAAAAAAAARM/mCIHPFPJ5P8/s400/Foto0227.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kondisi sungai yang dialiri lahar dingin Merapi.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzTjEmDZ4I/AAAAAAAAARQ/nORfqEi2V5M/s1600/Foto0249.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzTjEmDZ4I/AAAAAAAAARQ/nORfqEi2V5M/s400/Foto0249.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kerusakan tanaman akibat erupsi Merapi. Seharusnya sudah siap panen, tapi gagal panen karena tersirami debu vulkanik yang begitu tebal. Ada juga beberapa tanaman yang benar-benar kering akibat tersapu awan panas&lt;i&gt; "wedus gembel"&lt;/i&gt;.&amp;nbsp; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;Kita hanya bisa berharap semoga Merapi bisa kembali bersahabat dengan wargadi sekitarnya dan kehidupan mereka pulih seperti sedia kala. Amiiin.@&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzQAlg7OpI/AAAAAAAAARE/dSo19_29_0E/s1600/Foto0304.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzQAlg7OpI/AAAAAAAAARE/dSo19_29_0E/s400/Foto0304.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Penulis (Indah) saat meliput dan napak tilas kegiatan Merapi di Bendungan/Dam Senowo.&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzQ71j6g2I/AAAAAAAAARI/A8wvR0bSXnA/s1600/Foto0305.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzQ71j6g2I/AAAAAAAAARI/A8wvR0bSXnA/s400/Foto0305.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Winarno, penduduk asli Merapi saat menemani penulis berkeliling Merapi.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-8092642298705342902?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/8092642298705342902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/berita-dari-pengungsian-merapi-1.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/8092642298705342902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/8092642298705342902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/berita-dari-pengungsian-merapi-1.html' title='Berita dari Pengungsian Merapi #1'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOzFTlvzvZI/AAAAAAAAAQk/5jaT_5OUOlI/s72-c/003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-5525620082796123228</id><published>2010-11-09T13:36:00.003+07:00</published><updated>2010-11-24T08:54:16.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KIsah Sejati'/><title type='text'>Keganasan di Balik Keindahan Gunung Merapi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOxvxCxqWrI/AAAAAAAAAQc/O3IVZUu7r8Y/s1600/merapi-inet.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOxvxCxqWrI/AAAAAAAAAQc/O3IVZUu7r8Y/s400/merapi-inet.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepadalangit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itudan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu olehmanusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(QS Al Ahzab, 33: 72)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebuah ayat yang menggambarkan betapa beratnya amanat yangdipikul oleh manusia sebagai &lt;i&gt;Khalifatullah fil Ardh&lt;/i&gt;. Namun, padakenyataannya, amanat tersebut tidak jarang malah membuat manusia terlena danberbuat zalim dengan amanat-Nya. Wajar bila kemudian Allah Swt. menimpakanazab atas kelalaian manusia. Betapa banyak bencana yang telah menimpa negeriini sebagai akibat perbuatan tangan manusia. Banjir, tanah longsor, kekeringan,tsunami, meletusnya gunung berapi dan sebagainya, telah membuka luka perih di Bumi yangterkenal &lt;i&gt;gemah ripah loh jinawi&lt;/i&gt; ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gunung berapi yang dimiliki negeri ini tidak luput pulamenorehkan sejarah kedahsyatan di balik keagungan ciptaan Allah Swt. salahsatunya Gunung Merapi yang terletak di wilayah Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gunung Merapi, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pesona Alam yang Tidak Pernah Padam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNjqAg1Ec_I/AAAAAAAAAQM/DdtRSHqTz9c/s1600/merapi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="270" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNjqAg1Ec_I/AAAAAAAAAQM/DdtRSHqTz9c/s400/merapi.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Dan Kami hamparkan bumi itu, dan Kami letakkan padanyagunung-gunung yang kokoh,&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; Kami&amp;nbsp;tumbuhkan&amp;nbsp; padanya&amp;nbsp; segala&amp;nbsp;macam&amp;nbsp; tanaman&amp;nbsp; yang indah dipandang mata.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(QS Qaaf, 50: 7)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gunung Merapi mempunyai ketinggian 2968 m dari permukaanlaut, terletak &lt;u&gt;+&lt;/u&gt; 25 km dari Yogyakarta. Gunung Merapi terbentuk pertamakali sekitar 60.000 - 80.000 tahun yang lalu. Terkenal sebagai gunung berapi yangmasih sangat aktif hingga saat ini. Namun, sejarah aktivitasnya baru mulaidiamati dan ditulis sebagai dokumen sejak tahun 1791. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Puncak Merapi menjanjikan daya pikat keindahan matahariterbit pada pagi hari dengan pemandangan alami dari jajaran Gunung Ungaran,Telomoyo, dan Merbabu. Gunung Merapi dan sekitarnya juga menawarkan wisatagunung api, seperti udara yang sejuk, lintas alam, keindahan kubah lava yangmasih aktif, bahkan “&lt;i&gt;wedus gembel”&lt;/i&gt; yang banyak ditakuti orang pun kadangmenjadi pemandangan yang diburu para wisatawan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pesona alam yang unik dan indah ini, beserta anekakegiatannya, bahkan dapat dinikmati wisatawan saat Gunung Merapi "aktifnormal". Pada saat ada peningkatan kegiatan, juga ada peningkatan sajiankeindahan, tetapi tentu menyimpan bencana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bagi masyarakat desa di lereng Merapi sampai ketinggian1700 m, Merapi membawa berkah material pasir. Sedang bagi pemerintah daerah,Gunung Merapi menjadi obyek wisata bagi para wisatawan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Keganasan Merapi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gunung Merapi sebagai salah satu kekayaan negeri ini,selain memberikan pesona alam yang indah, juga menyimpan kaganasan yang taktertanggungkan. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Letusan-letusankecil terjadi tiap 2 - 3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10 - 15 tahun sekali.Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786,1822, 1872, dan 1930. Letusan besarnya di tahun 1006, membuat seluruh bagiantengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkankerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri dan memberikan peluang bagi umatMuslim untuk menjadi penguasa. Letusannya di tahun 1930, menghancurkan 13 desadan menewaskan 1400 orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Secara morfologi, tubuh Gunung Merapi dapat dibagi menjadiempat bagian, yaitu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;kerucut puncak, lereng tengah, lereng kaki, dan datarankaki. &lt;b&gt;Kerucut puncak &lt;/b&gt;dibangun oleh endapan paling muda berupa lava dan &lt;i&gt;piroklastik&lt;/i&gt;.Satuan &lt;b&gt;lereng tengah&lt;/b&gt; dibangun oleh endapan lava, &lt;i&gt;piroklastik&lt;/i&gt;, danlahar. Sedangkan &lt;b&gt;lereng kaki&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;dataran kaki&lt;/b&gt; tersusun dariendapan &lt;i&gt;piroklastik,&lt;/i&gt; lahar, dan &lt;i&gt;aluvial&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari bentuknya, dibandingkan dengan Gunung Merbabu disebelahnya, Gunung Merapi jauh lebih runcing. Hal ini menunjukkan pertumbuhanbagian puncaknya relatif lebih cepat. Kerucut puncak Merapi yang sering disebutsebagai Gunung Anyar, merupakan bagian Merapi yang paling muda. Semua aktivitasMerapi terpusat pada puncak kerucut ini. Kawah utama Merapi saat ini berupabukaan berbentuk tapal kuda yang mengarah ke barat-barat daya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aktivitas Gunung Merapi dicirikan oleh magma yang keluarperlahan dari dalam tubuh gunung api (guguran lava pijar)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;danmenumpuk di puncak hingga berbentuk kubah lava dengan volume 0,9 juta meterkubik lebih. Di kubah lava dan sekitarnya, gas vulkanik dan uap airdimanifestasikan sebagai lapangan &lt;i&gt;solfatar/fumarol&lt;/i&gt;. Puncak Garudamerupakan produk lava yang menyerupai burung garuda, yang merupakan titiktertinggi Gunung Merapi dan merupakan lokasi untuk melihat kubah lava yangmasih aktif. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jarak luncur guguran lava pijar tersebut sejauh 200 meterdari puncak. Guguran lava pijar itu akan membahayakan jika meluap dari PuncakGaruda dan meruntuhkan kubah yang mengelilinginya di puncak, lalu longsor kebawah. Jika longsoran itu volumenya sangat besar maka terjadilah &lt;i&gt;wedusgembel&lt;/i&gt; (awan panas). &lt;i&gt;Wedus gembel&lt;/i&gt;, menurut salah satu sumber, berupaawan panas dan debu dengan suhu 3000 derajat celsius yang meletus hinggaketinggian 3.000 meter dari puncaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Betapa Maha Kuasanya Allah melalui ciptaan-Nya berupagunung berapi ini, hingga Allah menggambarkan dalam QS Al Hajj, 22: 18. “&lt;i&gt;Apakahkamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, dibumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yangmelata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yangtelah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidakseorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Diakehendaki.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetapdi tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. Perbuatan Allah yangmembuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apayang kamu kerjakan.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; (QS An Naml, 27: 88)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, danmenjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(QS. l Muzammil, 73: 14)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Semoga kita termasuk hamba yang dapat mengambil pelajarandari keindahan dan keganasan bunung berapi ini. Sebagai bukti kadahsyatan gunungberapi, terutama Gunung Merapi di Jawa Tengah, kami tampilkan salah satu korbanGunung Merapi yang terkena semburan awan panas &lt;i&gt;“wedus gembel”&lt;/i&gt; duabelas tahunlalu, Bapak Maryoto. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Merapi memang bukan tipe gunung yang meletus denganmeledak-ledak. Material yang ada dalam awan panas itu meliputi bongkahan batu,kerikil, pasir dan abu yang bercampur dengan lava pijar sehingga panasnyamematikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menurut Ir. Dewi Sri Sayudi, Staf Ahli Geologi BPPTK, Lavapijar itu bukan cairan panas yang meleleh dari dalam Bumi. Namun, bongkahan batuyang pijar atau membara yang dibentuk oleh magma yang muncul ke permukaan Bumi.“Ketika lava pijar tersebut longsor ke lereng, akan saling berbenturan satusama lain. Benturan tersebut menimbulkan ledakan gas dari dalam batuan yangsangat panas. Itulah yang membuat &lt;i&gt;wedus gembel&lt;/i&gt; bersuhu sangat tinggi,sekitar 400 derajat celsius," terang Dewi Sri. Suhu panas yang cukupmembuat kulit meleleh seperti yang dialami Maryoto. &lt;b&gt;&lt;i&gt;(Indah, dari berbagaisumber)***&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kisah TMQ_Juli 2006&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Maryoto, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Anugerah Termahal yang Tidak Tergantikan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNjqPyHhBUI/AAAAAAAAAQQ/j9s6Euapres/s1600/Maryoto.0.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNjqPyHhBUI/AAAAAAAAAQQ/j9s6Euapres/s320/Maryoto.0.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Meski harus bekerja dan mengurussuami, saya tetap bahagia karena masih bisa berkumpul dengan keluarga, saatorang lain berpisah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;dengan orang-orang yang disayangi." tutur istri Maryoto.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sejak Merapi beraksi kembali sebulanlalu dan menelan banyak korban, Merapi kembali menjadi pusat perhatian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Apalagi Mbah Marijan, kuncenMerapi, ikut pula menjadi korban keganasan Merapi tahun ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kalau “geger” Merapi tahun 2006 laluMbah Marijan masih bisa selamat dari amuknya Merapi dan memilih tetap bertahandi rumahnya, amuk Merapi kali ini membuatnya tidak berdaya lagi. Sapuan asap panas&lt;i&gt;“wedus gembel”&lt;/i&gt; telah mengakhirihidupnya, sekaligus mengakhiri tugasnya sebagai kuncen Merapi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Fenomena Merapi 2010 ini kembalimengingatkan kita pada peristiwa “beraksinya” Merapi tahun 1994. Saat itu Merapimeletus dan menyemburkan awan panas yang dikenal oleh masyarakat setempat dengansebutan &lt;i&gt;“wedus gembel”.&lt;/i&gt; Letusan ini memorak-porandakan dan menyapu habisDesa Turgo, Purwobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sebanyak 68 warga Turgo harusmeradang nyawa karena amuk Merapi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Untuk melihat langsung kondisiterkini warga Turgo, Winarno dari MQ menyambangi relokasi warga Turgo diSudimoro, Purwobinangun, Pakem, Yogyakarta. Di relokasi ini, MQ sempatberbincang-bincang dengan satu-satunya korban &lt;i&gt;wedus gembel&lt;/i&gt; Merapi 1994yang masih hidup. Beliau bernama Maryoto (saat itu berusia 58 tahun). Meski selamat dari &lt;i&gt;wedusgembel&lt;/i&gt;, tetapi ia harus hidup dalam keterbatasan. Bibirnya susah digerakkanuntuk sekadar berucap sepatah dua patah kata. Pendengarannya sudah berkurang,bahkan kedua telinganya berubah bentuk karena meleleh. Jari-jari tangannyamenyatu karena meleleh terkena semburan awan panas sehingga sulit untukdigerakkan, begitu pun kakinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bagaimana kronologis kejadian Merapi saat hingga membuatMaryoto mengalami luka bakar begitu dahsyat?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Selasa Kliwon, 22 November 1994 silam, sekitar pukul 08.00pagi, Maryoto ikut bantu-bantu di rumah tetangganya yang sedang mengadakanacara pernikahan. Selang beberapa jam, tepatnya pukul 11.00, tiba-tiba hari itumenjadi gelap. Bumi berguncang karena gempa, barang-barang di rumah ituberjatuhan, bahkan rumah pun roboh. Puncak Merapi terlihat mengeluarkangumpalan asap panas berwarna kemerah-merahan. Bentuknya yang seperti bulukambing gembel (&lt;i&gt;wedhus gembel&lt;/i&gt;). Sementara petir terdengar berkali-kali,memekakkan telinga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Semua yang hadir dalam acara tersebut panik. Orang-orangberusaha menyelamatkan diri. Namun, secepat orang lari tetap kalah oleh cepatnyaaliran awan panas yang menerjang mereka. Dalam sekejab, DesaTurgo-Purwobinangun, Kabupaten Sleman, habis tersapu dahsyatnya awan panas. Turgo luluh lantakbagaikan kota mati, batu-batu berserakan, rumah-rumah roboh. Dalam beberapamenit kemudian, rumah-rumah, tanah, tanaman, semua dipenuhi gumpalan abu GunungMerapi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Yah, begitulah keadaan suami saya setelah cacat terkenasemburan &lt;i&gt;wedus gembel&lt;/i&gt; tahun 1994. Bicara susah, pendengarannyaberkurang, makan saja harus disuapin. Pokoknya di rumah hanya duduk-duduk, &lt;i&gt;nggak&lt;/i&gt;bisa &lt;i&gt;ngapa-ngapain&lt;/i&gt; &lt;i&gt;kayak&lt;/i&gt; dulu,” ujar Kasiyem, istri Maryoto,mengawali perbincangan dengan MQ sambil duduk berdampingan dengan Maryoto. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Saat terjadi bencana Merapi itu, Kasiyem sedang berjualandi pasar Kaliurang. Anaknya yang paling kecil sekolah di TK, anak pertama dankedua sedang bekerja. Rumahnya kosong. Ketika melihat puncak Merapimengeluarkan awan panas, saat itu juga Kasiyem menutup jualannya di pasar untukpulang menengok keadaan rumah. Sebelum sampai di rumah, ia bertemu Pak Dukuhyang mengabarkan bahwa suaminya terkena semburan awan panas dan sudah dibawa keRS Sardjito Yogyakarta. Kasiyem segera pergi ke RS Sardjito. Ia begitu sedihdan prihatin melihat suaminya terbaring mengenaskan di rumah sakit bersamakorban lainnya. Tubuh Maryoto menghitam seperti luka bakar, kulitnya lengketdengan baju yang dikenakannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Semua orang yang datang di acarahajatan pernikahan itu meninggal dunia, termasuk tuan rumah, kedua mempelai, danpara tamu undangan, kecuali suami saya. Kalau dihitung, mungkin sekitar 25orang yang meninggal. Makanya saya sangat bersyukur, meskipun suami sayamengalami cacat seumur hidup. &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt; ia masih diberi umur. Inilahanugerah Allah yang sangat berharga dalam hidup saya, ternyata Allah masihmenyayangi suami saya,” papar Kasiyem pasrah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Maryoto dirawat selama lima bulan.Biaya perawatannya ditanggung pemerintah. Setelah Maryoto dinyatakan sembuh dandiperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, sekitar April 1994, ia sempat pulangke rumahnya di Turgo, lalu pindah ke tempat relokasi warga Turgo atas anjuranKepala Dusun, Bapak Waji. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Maryoto sekeluarga beserta warga Turga lainnya, kinitinggal di tempat relokasi. Mereka dibuatkan kapling-kapling sebagai tempattinggal. Di tempat ini, Kasiyem mencoba membuka lembaran hidup baru denganmenerima jasa cucian dari tetangganya. Ia tidak lagi berjualan di pasarKaliurang. Sebelum cacat, Maryoto berprofesi sebagai petani dan perajin anyamanbambu. Beruntung sekali Maryoto memiliki istri seperti Kasiyem, ia begitu setiatanpa mengeluh menggantikan posisinya sebagai penopang ekonomi keluarga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mereka memilih tetap tinggal di tempat relokasi karenamerasa aman dari Merapi. Sesekali Kasiyem menengok rumahnya di Turgo yang sudahdikosongkan, sekalian mengurus tanaman di sawahnya. Ia rela meski harusberjalan jauh menuju Turgo, lalu kembali ke tempat relokasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kadang saya merasa berat. Tapi maubagaimana lagi, ini semua sudah takdir dari Allah yang harus saya terima.Inilah anugerah termahal selama hidup saya yang tak bisa digantikan denganapa pun. Meski harus bekerja dan mengurus suami, saya tetap bahagia karena masihbisa berkumpul dengan keluarga, saat orang lain berpisah dengan orang-orangyang disayangi,” ucap Kasiyem menutup perbincangan dengan MQ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(Ditulisoleh&lt;b&gt; &lt;i&gt;Indah &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;berdasarkanlaporan&lt;b&gt;&lt;i&gt; Winarno&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;/MQ&lt;/i&gt;)&lt;b&gt; ***&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: left; text-indent: 18.7pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tanggapan Pakar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ganasnya “&lt;i&gt;Wedus Gembel&lt;/i&gt;” &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Oleh &lt;b&gt;dr. Tauhiid Nur Azhar, M.Kes&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNjqc48KIJI/AAAAAAAAAQU/0W7x4klapoU/s1600/dr.+tauhid.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNjqc48KIJI/AAAAAAAAAQU/0W7x4klapoU/s320/dr.+tauhid.jpg" width="246" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Wedus gembel&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; adalah awan panas yang berisimaterial vulkanik dari gunung berapi, tapi lebih didominasi unsur gas. Lavagunung berapi biasanya keluar dalam bentuk unsur pijar dan gas. Bila lava inikeluar bersentuhan dengan udara, dan mendapat tekanan, maka unsur gasnya lebihdominan. Ia menjadi awan panas yang biasa dikenal dengan istilah &lt;i&gt;wedusgembel&lt;/i&gt;. Panasnya bisa mencapai 400 derajat celcius. Jadi, cukup membuattubuh manusia matang. Dalam radius 500 meter pun, panasnya sudah dapatdirasakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tubuh manusia 70 persennya terdiri dari air. Air tersebutakan mendidih saat terkena awan panas ini. Kekuatan maksimal protein di tubuhkita untuk menahan panas hanya sampai 96 derajat celcius. Saat terkena panasyang melebihi angka tersebut, protein tubuh akan “pecah”. Begitu pununsur-unsur lain, semuanya tercerai-berai. Daya tahan lemak di tubuh terhadappanas bahkan lebih rendah lagi. Di atas 70 derajat celcius lemak akan terurai. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ada dua kerusakan dalam tubuh saat terkena awan panas. &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;&lt;i&gt;,&lt;/i&gt;kerusakan organ tubuh (lemak, karbohidrat dsb.) putus ikatan kimiawinya,sehingga tubuh berubah bentuk. &lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;&lt;i&gt;,&lt;/i&gt; kerusakan dari dalam karenaair di dalam tubuh terkonduksi panas. Luka-luka ini ada tingkatannya: tingkat satu,dua, tiga, dst. Luka bakar yang akut, meluas dan dalam, ada pula persentasenya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Luka bakar yang diderita Maryoto, mungkin di atas 50%. Secara logika sulit untuk bisa tertolong. Namun beliau bisa bertahan.Ini sungguh luar biasa. Walau telah melakukan pengobatan, namun luka bakarnyasudah membakar protein dalam tubuh, sehingga jaringan-jaringan yang tersisatidak cukup mampu membuat jaringan baru. Akibatnya, sisa jaringan yang adamenarik jaringan tubuh lain. Kalau jaringan itu mengenai otot-otot rahang,bibir dan mulut, maka akan membuat mulut tidak bisa terbuka. Inilah yangmenyebabkan tubuh menjadi cacad. &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;.@&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-5525620082796123228?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/5525620082796123228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/keganasan-di-balik-keindahan-gunung.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/5525620082796123228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/5525620082796123228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/keganasan-di-balik-keindahan-gunung.html' title='Keganasan di Balik Keindahan Gunung Merapi'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TOxvxCxqWrI/AAAAAAAAAQc/O3IVZUu7r8Y/s72-c/merapi-inet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-4082277999996725495</id><published>2010-11-05T09:41:00.000+07:00</published><updated>2010-11-05T09:41:06.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Senangkanlah Hatimu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNNtdD1h_JI/AAAAAAAAAOw/VR5P8Auk5PU/s1600/kue+bahagia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNNtdD1h_JI/AAAAAAAAAOw/VR5P8Auk5PU/s1600/kue+bahagia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:DoNotShowComments/&gt;  &lt;w:DoNotShowInsertionsAndDeletions/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;w:UseFELayout/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;   &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&amp;nbsp;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan ini sangat penuh dengan warna-warni, ada cerah, sejuk, kelabu,gelap, semua warna membentuk nuansa yang senantiasa membuat hidup ini menjadisangat dinamis. Setiap saat dan setiap waktu kondisi hati senantiasa berubah.Kadang sedih, kadang gembira, kecewa, harap, dan gelisah, semuanya pasti pernahkita rasakan. Seorang manusia mudah sekali khilaf sehingga sering terlalu larutdalam suatu keadaan dan membuantya mengalami kerugian dalam batiniahnya. Olehkarena itu, Allah Swt. dalam Al Qur’an menyuruh kita sebagai sesama muslimuntuk saling menasehati bila dalam kesesatan dan untuk menambah kasih sayang diantara kita sebagai satu keluarga besar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka senangkanlah hatimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianalogikan sebuah rumah tangga (keluarga) ketika dia menjalani kehidupanawal berumah tangga merasakan suatu cinta yang indah. Akan tetapi, ketika sudahberanak-pinak, banyak masalah dan pernah terjadi cek-cok suami-istri, benarkahrasa cinta itu berkurang atau pupus? Menurut orang tua kita, itulah bumbukehidupan rumah tangga. Bumbu yang sakinah mawadah wa rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, wahai sahabatku! Jika engkau merasa lelah, hatimu kacau,dan….beruntunglah karena berarti engkau mendapatkan bumbu-bumbunya perjuanganiman. Engkau tidak boleh lari dari masalahmu. Hadapilah dengan jiwa besarmu.Ubahlah persepsimu terhadapnya. Carilah hikmah sebanyak-banyaknya. Mengeluhadalah wajar dan manusiawi sekali karena kita adalah manusia yang diciptakandalam keluh kesah. Janganlah engkau gusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika engkau jadi orang kaya,senangkanlah hatimu!&lt;/b&gt; Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untukmengerjakan yang sulit-sulit. Perbuatanmu disyukuri orang. Engkau berolehpujian di mana-mana. Engkau menjadi mulia, tegakmu teguh. Di hadapanmuterbentang permadani pujian, sebab nanti engkau beroleh kebesaran dankemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika engkau fakir-miskin, tetapsenangkanlah hatimu!&lt;/b&gt; Karena engkau telah terlepas dari penyakit jiwa,penyakit kesombongan yang banyak menimpa orang kaya, sebab tidak ada orang yangmempunyai hasad, iri, dan dengki terhdapmu lagi lantaran kemiskinanmu.Kafakiran adalah nikmat yang tidak ada jalan bagi orang lain untuk berkecilhati dan tidak ada pintu kebencian dari orang lain kecuali dari orang kaya yangsombong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika engkau masih muda remaja, senangkanlahhatimu!&lt;/b&gt; Karena pohon pengharapanmu masih subur, dahan-dahannya masih indahdan rimbun. Tujuan kenang-kenangan masih jauh. sebab usiamu masih muda,mudahlah bagimu menjadikan mimpi-mimpi menjadi kenyataan atau kejadiansebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika engkau tua nanti, senangkan pulahatimu!&lt;/b&gt; Karena engkau telah terlepas dari medan perjuangan yang sengit dantelah beroleh ilmu yang dalam di sekolah kehidupan. Engkau telah tahu firasat,mengerti gerak-gerik manusia, dan tahu ke mana tujuan yang akan ditempuhnya.Maka dari itu, segala macam pekerjaan yang dikerjakan, jika engkau suka, akanmembawa lebih banyak faedah dan terhindar dari bahaya. Satu detik dari usiamuadi masa tua lebih mahal harganya daripada bertahun-tahun pada waktu muda, sebabsudah semuanya engkau lalui dengan pandangan yang terang dan pengalaman pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalau badanmu sehat, senangkanlahhatimu!&lt;/b&gt; Tandanya telah nyata pada dirimu kekayaan Tuhan dan kemuliaannikmat-Nya, lantaran badan yang sehat adalah mudah bagi kalian mendaki bukitkesusahan dan menempuh padang kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalau badanmu sakit, senangkanlahpula haatimu!&lt;/b&gt; Karena sudah nyata bagimu bahwa engkau adalah medan tempatperjuangan di antara dua alam yang dijadikan Tuhan, kesembuhan mesti datangsesudah perjuangan itu, bak kesembuhan dunia ataupun kesembuhan yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalau engkau menjadi orang luarbiasa, senangkanlah hatimu!&lt;/b&gt; Karena pada tubuhmu telah nyata cahaya yanggilang-gemilang, tanda Tuhan selalu melihat engkau dengan tenang sehinggamenimbulkan kesuburan dalam fikiranmu, dilihat-Nya otakmu sehingga cerdas,dilihat-Nya tanganmu sehingga jadi azimat, dilihat-Nya suaramu sehingga jadisihir. Bagi orang lain, perkataan yang keluar dari tiap-tiap suku kalimat yangkeluar dari mulutnya hanya menjadi tanda hidup saja. Akan tetapi, bagimumenjadi cahaya yang berapi-api dan bersemangat, bisa membakar, mendinginkan,memuliakan, atau menghinakan sehingga engkau bisa berkuasa dan berkata kepadaalam, “ADA-lah…maka dia pun ADA.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Namun, jika engkau dilupakan oranglain, tetap senangkanlah hatimu!&lt;/b&gt; Karena lidah tidak banyak yang mencelamu,tidak ada orang lain yang dengki kepadamu, tidak ada yang meniatkan jatuhmu,mata tidak banyak memandangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalau engkau dicintai orang yangengkau cintai, senangkanlah hatimu!&lt;/b&gt; Tandanya hidupmu telah berharga,tandanya engkau telah masuk daftar anak Bumi&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang terpilih. Tuhan telah memperlihatkan belas kasih-Nya kepadamulantaran pergaduhan hati kepada makhluk.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Dua jiwa di seberang &lt;i&gt;masyik&lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;maghrib&lt;/i&gt; telah terkungkung dalamsatu perasaan dalam lindungan Tuhan. Di sanalah waktunya engkau mengetahuirahasia perjalanan matahari di falak, ketika fajarnya dan terbenamnya. TandanyaTuhan telah membisikkan ke telingamu nyanyian alam ini. Dua jiwa berenang dilaut khayal di waktu orang lain surut. Keduanya berdamai di dalam kesukaan danketenteraman, bersenda gurau di waktu bersunguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Namun, jika engkau mencintai, tetapicintamu tidak berbalas, tetap senangkanlah hatimu!&lt;/b&gt; Karena sesunguhnya orangyang mengusir akan jatuh kasihan dan ingin kembali kepada orang yang diusirnya.Setalah jauh dari matanya dia akan cinta dengan cinta yang lebih tinggiderajatnya daripada cinta lantaran hawa nafsu. Terpencil jauh membawakeuntungan insyaf, kebencian meruncingkan cita-cita dan membersihkan perbuatansehingga hati menjadi bersih laksana bejana kaca berisi air yang kekal darianugerah Tuhan. Karenanya, engkau akan beroleh juga kelak cinta itu, kalautidak ada insan akan ada yang lebih dari insan. Bersedialah untuk menyuburkancinta walau bagaimana besarnya tanggunganmu karena cinta memberi dan menerima. Cintaitu gelisah, tetapi membawa tenteram. Cinta itu mesti lalu di hadapanmu tapiengkau tidak tahu bila dilalunya. Hendaknya engkau menjadi orang besar, kalautidak maka engkau akan mendapatkan cinta yang rendah dan murah. Kalian akanmenjadi pencium Bumi, kalian akan jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasalah tenteram selalu, senangkanlah hatimu akan semua keadaanmu karena pintubahagia dan ketenteraman itu amat banyak dan tak terbilang, sementara kesulitandalam perjalanan hidup kian menit kian baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Sumber: Buletin “Nuansa” 1998)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNNum-u1SYI/AAAAAAAAAO0/e41uT_Ev5jI/s1600/mario+teguh-10.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNNum-u1SYI/AAAAAAAAAO0/e41uT_Ev5jI/s320/mario+teguh-10.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-4082277999996725495?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/4082277999996725495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/senangkanlah-hatimu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/4082277999996725495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/4082277999996725495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/11/senangkanlah-hatimu.html' title='Senangkanlah Hatimu'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNNtdD1h_JI/AAAAAAAAAOw/VR5P8Auk5PU/s72-c/kue+bahagia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-147036941972950876</id><published>2010-10-29T10:19:00.000+07:00</published><updated>2010-10-29T10:19:28.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Mengenang Merapi,  Terkenang Sahabat Seperjuangan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMo6-PbPiBI/AAAAAAAAAOs/7x7Djmic87c/s1600/merapi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMo6-PbPiBI/AAAAAAAAAOs/7x7Djmic87c/s320/merapi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:DoNotShowComments/&gt;  &lt;w:DoNotShowInsertionsAndDeletions/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;w:UseFELayout/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;   &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Merapi,memberi kesan banyak bagiku karena begitu banyak kejadian yang membuatku“membahasnya”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; saat SMA,ketika Merapi “marah” dan mengeluarkan asap wedus gembel-nya pada tahun 1994 sehinggamenelan lebih dari 60-an korban, guru sosiologiku memberi tugas kepadamurid-murid kelas sosial untuk membuat kliping tentang perubahansosial-psikologis orang-orang korban Merapi dan menganalisisnya menjadi sebuahmakalah. Kalau sekadar membuat kliping, meski harus bekerja keras kesana kemari untuk mencari datanya, tetapi masih bisa kami jangkau. Akan tetapi,menganalisis, duh….kayak orang kuliahan saja. Namun, demi tugas kami jalanisemua tugas dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hasilnya, sayajadi semakin tahu bagaimana dahsyatnya bencana Merapi ini dan bagaimanapengaruhnya bagi para korban. Beberapa legenda tentang Merapi pun saya dapatkandari hasil menyusun kliping ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Peristiwa Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;, ketika sayamendaki Merapi sekitar tahun 1993, setahun sebelum Merapi mengeluarkan wedusgembelnya, menjadi saat-saat paling mengesankan dalam sejarah pendakian gunungbagi saya. Saya yang waktu itu tergabung dalam kelompok pecinta alam MANYogyakarta I mendaki bersama sekitar 20-an anggota pecinta alam lain. Menjelangpetang kami masih di kaki gunung Merapi, perbekalan sudah mulai menipis dantenaga mulai&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terkuras. Ada dua opsi yangharus kami ambil, turun kembali ke bawah atau meneruskan hingga ke puncakgunung. Dua ketua rombongan kami berselisih pendapat tentang hal ini. Berfikirrisiko yang harus kami jalani, baik ke puncak maupun turun gunung, dua-duanyasama-sama berisiko menguras tenaga dan perbekalan. Hanya saja, kalau turun kamisudah tahu medannya, sedangkan kalau terus naik kami sama sekali belum tahu medandan risikonya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Akhirnya,salah satu dari ketua rombongan memutuskan untuk menetap semalam di tempattersebut dengan kondisi apa adanya, tanpa membuat tenda. Kami hanya berteduh dibawah pohon secara bergerombol. Ketika malam tiba, hujan deras mengguyur kakigunung Merapi yang otomatis mengguyur tubuh kami. Hanya dipayungi ponco kamimencoba menahan dingin hawa gunung Merapi. Satu ponco dipakai berdua dengan seorangteman, selain karena ponconya memang terbatas, juga agar bisa salingmenghangatkan, tentunya tidak boleh berdua dengan lawan jenis, yah….(itu sangatdilarang).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Untukmenghangatkan badan dan sedikit memberi penerangan, saya menyalakan lilin yangmemang sudah saya persiapkan. Namun, karena kabut waktu itu begitu tebal, sinarlilin itu tidak bisa menampakkan sinarnya meski sudah menyala. Ketika sayateteskan lelehan lilin itu ke tangan, sama sekali tidak terasakan panas atauhangatnya karena saking dinginnya. Yah, entah berapa derajat suhunya, yangpasti sangat…sangat….sangat….dingin. saya belum pernah merasakan dinginsedingin waktu itu. Subhanallah. Hampir semua anggota pecinta alam yang mendakiMerapi saat itu tidak bisa tidur karena tergigit dingin yang teramat sangat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ketika sinarmentari sedikit demi sedikit menyembul di sela-sela pepohonan, hujan dan kabutpun telah lama berlalu, kami yang terkulai dalam duduk tertunduk mulai menengadahkankepala menyambut sinar pagi. Satu per satu berdiri lalu melakukan peregangantubuh. Kami menjalankan shalat subuh dalam kondisi tubuh yang basah. Lalu, kamipun melanjutkan perjalanan untuk turun gunung karena kami tidak yakin akanmampu meneruskan ke puncaknya. Lelah dan penat kami rasakan, tetapi sekaligusbahagia karena bisa merasakan “belaian” hawa Merapi plus keindahan pemandanganyang terhampar di sana. Sampai kini, mengenang Merapi membuat saya seolahkembali merasakan dinginnya Merapi yang menyuntik sumsum tulang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Peristiwaketiga&lt;/i&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;saatsaya bertugas meliput korban gempa Jogja tahun 2004. Waktu itu saya masihmenjadi wartawan di Tabloid MQ. Saya berenam berangkat dari Bandung mengendaraimobil kantor. Karena rute perjalanan melewati Purwokerto, kami pun mampir kerumah saya di sana. Sampai di rumah sekitar pukul tiga dini hari. Setelahmakan-makan, membersihkan diri, dan shalat subuh, kami berangkat kembalimeneruskan perjalanan yang tinggal empat jam lagi. Ibu saya membekali makananlumayan banyak karena khawatir tidak menemukan penjual makanan di Jogja nanti. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sesampainya di Jogja kami disambutoleh Winarno, koresponden Tabloid MQ di Jogja. Begitu bertemu, Winarno memberikansebongkah ceritanya tentang keluarga besarnya di Bantul yang menjadi korbangempa Jogja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rumah Winarno sebenarnya ada diMagelang, di bawah kaki gunung Merapi. Ketika isu-isu Merapi akan meletus,Winarno pun mengungsikan anak dan istrinya ke Bantul, ke rumah saudaranya.Tentu karena ingin mereka aman dari “amuk” Merapi. Namun, bencana memang tidakbisa ditolak ketika harus datang menerpa. Merapi saat itu ternyata “aman-amansaja”. Justru Bantul yang ditimpa bencana berupa gempa yang lumayan dahsyat,hampir melumpuhkan sebagian besar Jogja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Lalu, bagaimana dengan nasib anak-istriWinarno? Saat gempa datang, istri Winarno sedang berada di rumah saudaranya diBantul. Dia refleks jongkok di dekat meja yang bersebelahan dengan lemaripakaian. Gempa menggoyang lemari pakaian itu hingga roboh mengenai sisi atas mejatersebut, hanya menyisakan ruang di tempat istri Winarno terduduk. Posisinya mengingatkankita pada anak yang sedang “nyumput” untuk main petak umpet. Alhamdulillah diaselamat dari gempa yang begitu dahsyat tanpa luka sedikit pun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Setelah gempareda, istri Winarno langsung ke luar rumah karena teringat dengan anaknya yangsedang bermain di luar. Beberapa saat menyapu pemandangan ke sekitarmencari-mencari anaknya, akhirnya tampak anaknya sedang berdiri berpeganganpohon belimbing di samping rumah. Padahal, rumah di samping kanan roboh ke arahkiri dan rumah di arah kiri roboh ke kanan, sehingga posisi anak itu tempatberdiri di tengah-tengah reruntuhan rumah yang roboh. Hanya tersisa ruang untukanak itu berdiri di dekat pohon belimbing itu. Dengan penuh rasa syukur, istriWinarno pun memeluk anaknya yang juga selamat dari gempa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Winarno sendiri waktu itu sedangberada di rumahnya di Megelang. Begitu tahu berita tentang gempa di Jogja dialangsung ke Bantul, tempat istri dan anak semata wayangnya dititipkan. Betapakagetnya dia melihat begitu banyak korban gempa sementara tidak ada tim relawanyang menolong. Setelah mengetahui anak dan istrinya sehat-sehat saja, dialangsung berinisiatif menolong para tetangganya. Kampung saudaranya initerbilang mengalami rusak yang paling parah. Dia harus kehilangan lebih daribelasan saudara yang meninggal. Rumah-rumah porak-poranda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diamengantarkan para korban ke rumah sakit semampunya. Dia sampai harus beberapa kalimembeli bensin, sementara harga bensin mendadak naik karena persediaan minim danbahkan jarang yang berjualan. Untuk makan para korban, dia mengoordinirorang-orang di kampungnya (di Magelang) untuk membuat rames lalu dibawa ke tempat-tempatpengungsian para korban gempa. Selama beberapa hari dia keliling Jogja untukmencari daerah-daerah korban gempa yang mungkin belum tersentuh bantuan. Diasampai lupa mandi, lupa makan, terus bergerak menolong para korban denganmenjalin kerja sama dengan para relawan dari berbagai lembaga. Dia juga seringdiminta menyiarkan kondisi terkini para korban melalui radio-radio yangmengontaknya via &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;.Subhanallah, sebuah perjuangan tanpa kenal lelah dan tanpa bayaran. Bisa jadiinilah bentuk rasa syukurnya karena keluarganya telah diselamatkan Allah daribencana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Mas Win, udah makan belum?” tanyasaya setelah dia selesai menceritakan semua kisahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Belum, nggak sempat. Nggak ada warungmakan yang buka. Kalau ada juga harganya mahal. Kalau makan jatah makan para korbannggak enak, kasihan mereka.” jawab Mas Win.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Ya udah mas, makan nih bekel kita,”kata saya sambil menyodorkan rantang berisi makanan seadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Wah, kebetulan, nih.” Kata Mas Win tampakbersemangat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mas Win tampak begitu lahap makanmeski hanya dengan lauk ayam goreng dan kering tempe, seperti sudahberhari-hari tidak bertemu nasi sehingga mengalami kelaparan yang teramatsangat. Subhanallah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Perjuanganmusahabat, membuatku merasa malu karena belum berbuat apa-apa untuk umat. Semogajasa-jasamu tercatat sebagai amal ibadah yang memberatkan timbanganmu menujusyurga kelak. Amin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Merapi, sayabanyak belajar darimu. @&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-147036941972950876?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/147036941972950876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/10/mengenang-merapi-terkenang-sahabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/147036941972950876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/147036941972950876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/10/mengenang-merapi-terkenang-sahabat.html' title='Mengenang Merapi,  Terkenang Sahabat Seperjuangan'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMo6-PbPiBI/AAAAAAAAAOs/7x7Djmic87c/s72-c/merapi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-7603852413422267918</id><published>2010-10-28T13:04:00.000+07:00</published><updated>2010-10-28T13:04:13.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Hikmah Manusia Hidup</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMkRovs8u8I/AAAAAAAAAOk/vErfu9icgN4/s1600/jalan-surga-neraka.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="238" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMkRovs8u8I/AAAAAAAAAOk/vErfu9icgN4/s320/jalan-surga-neraka.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:DoNotShowComments/&gt;  &lt;w:DoNotShowInsertionsAndDeletions/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;w:UseFELayout/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;   &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dalam suatu pengajian, Rasulullah saw.menyampaikan ceramahnya mengenai hikmah manusia hidup. Ada sepuluh hal yangpatut menjadi perhatian seseorang, baik di Bumi maupun di langit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Belum dianggap mukmin sejati selagidia &lt;b&gt;belum menyambung tali silaturahmi&lt;/b&gt;.Begitu pula belum dianggap silaturahmi sebalum dia &lt;b&gt;menjadi muslim&lt;/b&gt;, dan belum dianggap muslim sebelum &lt;b&gt;orang lain merasa aman dari gangguan tanganserta lidahnya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Belum dipandang muslim sebelum &lt;b&gt;‘alim (berilmu).&lt;/b&gt; Bukan seorang yang ‘alimjika dia tidak &lt;b&gt;mengamalkan ilmunya&lt;/b&gt;.Juga belum dianggap mengamalkan ilmu sebelum dia menjadi &lt;b&gt;zuhud (tidak cinta dunia)&lt;/b&gt;. Belum menjadi zuhud sebelum mewakilisifat &lt;b&gt;wara’ (penuh kehati-hatian dalamupaya taat kepada Allah).&lt;/b&gt; Belum menjadi wara’ sebelum dia &lt;b&gt;tawadhu (rendah hati).&lt;/b&gt; Belum bisa menjaditawadhu dia sehingga dia &lt;b&gt;mengenal betulsiapa dirinya&lt;/b&gt;. Belum akan mampu mengenal betul siapa dirinya sebelum dia &lt;b&gt;mampu mengontrol setiap perkataannya&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Selanjutnya Rasulullah saw.mengingatkan bahwa ada sepuluh golongan dari umatnya yang sebenarnya kafir,tetapi merasa dirinya muslim, yaitu (1) pembunuh tanpa hak, (2) tukang sihir,(3) orang yang menjual kehormatan istrinya untuk kepentingan dirinya, (4) orangyang enggan membayar zakat, (5) pecandu menuman keras, (6) orang yang sudahmampu berhaji, tetapi tidak melaksanakannya, (7) penyebar fitnah, (8) orangyang menyelundupkan senjata kepada musuh, (9) orang yang bersenggama lewatdubur, dan (10) orang yang mengawini muhrimnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(Sumber:Buletin “Nuansa”, 1998)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMkR-E7Aj6I/AAAAAAAAAOo/lW0KZ_ieMMk/s1600/tujuan-dunia-atau-akhirat1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMkR-E7Aj6I/AAAAAAAAAOo/lW0KZ_ieMMk/s320/tujuan-dunia-atau-akhirat1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-7603852413422267918?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/7603852413422267918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/10/hikmah-manusia-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/7603852413422267918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/7603852413422267918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/10/hikmah-manusia-hidup.html' title='Hikmah Manusia Hidup'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMkRovs8u8I/AAAAAAAAAOk/vErfu9icgN4/s72-c/jalan-surga-neraka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-2394044888364196634</id><published>2010-10-27T15:12:00.003+07:00</published><updated>2010-11-05T09:50:46.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Kemandirian Perempuan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Manusia dilahirkan telanjang dan mati telanjang. Baju-baju ini hanyalah suatu pretense, sekadar pembungkus dalam upaya menutupi sifat asli.”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMfdk0AlPnI/AAAAAAAAAOc/frJKUshoOok/s1600/memoar+dokter.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMfdk0AlPnI/AAAAAAAAAOc/frJKUshoOok/s320/memoar+dokter.jpg" width="228" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sulit bagi soerang perempuan memadukan kecantikan dengan kepandaian karena sejak kecil seorang gadis dibesarkan dengan keyakinan bahwa dirinya hanyalah sesosok tubuh, tidak lebih dari itu. Jadi, untuk selanjutnya pikirannya hanyalah bagaimana mengurus tubuhnya itu dan dia tidak menyadari bahwa dia pun memiliki kemampuan otak yang harus dijaga dan terus didorong agar berkembang. Mengapa demikian? Karena kaum laki-lakilah yang memegang kendali dan kedudukan penting dalam kehidupan tidak menginginkan kaum perempuan tumbuh menjadi pribadi lain kecuali sebagai “hewan” yang cantik dan tolol, tetapi dapat memenuhi keinginan mereka bila mereka menghendaki perempuan sebagai makhluk sesama atau mitra sejajar. Mereka menghendaki perempuan sebagai orang yang melayani mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada tiga “titik lemah” yang disoroti para laki-laki dalam upaya menguasai perempuan, yaitu.&lt;br /&gt;1) Keinginan perempuan untuk dilindungi laki-laki.&lt;br /&gt;2) Kecemburuan laki-laki terhadap perempuan.&lt;br /&gt;3) Laki-laki berkilah bahwa dia takut sesuatu terjadi terhadap istri atau pasangannya. Padahal, sesunguhnya dia takut untuk dirinya sendiri; menyatakan ingin melindungi wanita dengan maksud untuk memilikinya lalu membatasinya dengan cara memasang tembok di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rupanya laki-laki telah menarik simpulan bahwa pekerjaankulah (sebagai seorang dokter, red) yang memberi kekuatan kepadaku sehingga dia tidak dapat menguasai diriku. Dia berpendapat bahwa uang yang kuperoleh setiap bulan sebagai penghasilan, sedikit-banyaknya adalah suatu alasan untuk menegakkan kepala. Dia tidak menyadari bahwa kekuatanku bukan karena aku memiliki penghasilan sendiri, tetapi karena aku tidak dikejar oleh kebutuhan psikologis terhadap dirinya sebagaimana dia merasakannya terhadapku. Aku tidak memiliki perasaan seperti itu terhadap ibuku, ayahku, atau siapa pun karena aku memang tidak bergantung kepada siapa pun. Sebaliknya, dia sebelumnya sangat tergantung kepada ibunya, kemudian mengganti kedudukannya itu dengan diriku. Dia telah terbiasa melihat dirinya sebagai orang yang kuat di jalanan dan menyadari bahwa dia adalah pihak yang lemah di dalam rumahnya sendiri.”&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Dikutip dari novel “Memoar Seorang Dokter Perempuan” karya Nawel el-Saadawi)&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Tentang Penulis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMfeG-FmqbI/AAAAAAAAAOg/hCaP5ZqoOC4/s1600/nawal+saadawi-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMfeG-FmqbI/AAAAAAAAAOg/hCaP5ZqoOC4/s1600/nawal+saadawi-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Nawal el Saadawi &lt;/b&gt;adalah seorang feminis, penulis, aktivis, dokter, dan psikiater. Dia telah menulis banyak buku tentang masalah perempuan dalam Islam. Wanita kelahiran Kafr Tahla, Mesir, 27 Oktober 1931 ini adalah anak seorang pejabat pemerintah di Departemen Pendidikan yang telah berjuang melawan kekuasaan Raja dan Inggris dalam revolusi tahun 1919. Akibatnya, ayahnya diasingkan ke sebuah kota kecil di Delta Nil. Sikap keras cenderung radikal ini menurun kepada Saadawi, apalagi tempaan hidup yang diterima Saadawi cukup keras. Ketika kedua orang tuanya meninggal saat dia berusia 25 tahun, sebagai anak pertama dari delapan bersaudara dia harus menanggung beban tunggal menghidupi keluarga besarnya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saadawi lulus sebagai dokter pada tahun 1955 dari Universitas Kairo. Saat melakukan praktek medis dia mengamati fisik dan psikologis masalah perempuan dan menghubungkan mereka dengan praktek-praktek budaya penindasan, baik penindasan patriarkal, penindasan strata sosial, dan penindasan imperialis. Dia juga mengamati kesulitan dan kesenjangan yang dihadapi oleh perempuan pedesaan. Dia bahkan mencoba untuk melindungi salah satu pasiennya dari kekerasan dalam rumah tangga. Semua pengalamannya di dunia medis ini memberi pengaruh besar dalam tulisan-tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pernah menjabat sebagai Direktur Kesehatan Masyarakat. Di tempat inilah dia bertemu dengan suami ketiga, Sheriff Hetata, seorang dokter dan penulis yang pernah menjadi tahanan politik selama 13 tahun. Mereka menikah pada tahun 1964 dan memiliki seorang putra dan putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1972 dia menerbitkan &lt;i&gt;Al Mar'a wa Al Jins &lt;/i&gt;(Perempuan dan Seks) yang mengupas tentang subjek yang sangat tabu dunia perempuan dan seksualitas serta subyek sensitif politik dan agama. Karya non-fiksi pertamanya ini juga &lt;i&gt;concern &lt;/i&gt;menghadapi berbagai agresi yang dilakukan terhadap tubuh perempuan, termasuk sunat perempuan yang menjadi fokus dasar feminisme gelombang kedua. Apalagi Saadawi pernah mengalami trauma saat harus disunat pada usia enam tahun karena mengikuti adat.Publikasi buku ini menimbulkan kemarahan dari otoritas politik dan teologis, bahkan Departemen Kesehatan tempatnya bekerja ditekan untuk memberhentikannya. Di bawah tekanan yang sama, dia juga kehilangan jabatannya sebagai Kepala Editor di sebuah jurnal kesehatan dan sebagai Asisten Sekretaris Jenderal di Asosiasi Medis di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Saadawi tetap berkarya. Dari tahun 1973 − 1976 dia bekerja pada lembaga penelitian masalah perempuan dan neurosis di Universitas Ain Syams Fakultas Kedokteran. Tahun 1979 − 1980 dia menjadi Penasihat Program Perempuan PBB di Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran-pemikirannya dipandang kontroversial dan berbahaya oleh pemerintah Mesir sehingga Presiden Anwar Sadat memenjarakan dirinya pada bulan September 1981 bersama dengan penentang lain untuk Perjanjian Perdamaian Yerusalem dan Timur Tengah. Inilah proses panjang perjuangannya yang akhirnya berujung di penjara. Dia dibebaskan setelah meninggalnya Anwar Sadat tahun 1982.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tubuh terpenjara dalam jeruji besi, tetapi pemikirannya terus berkembang. Saadawi terus menulis di penjara menggunakan pensil alis pendek hitam dan gulungan kecil kertas toilet tua dan compang-camping." Akhirnya, lahirlah bukunya yang berjudul &lt;i&gt;Memoar dari Penjara Perempuan &lt;/i&gt;yang dirilis tahun 1982 dan terbit 1983. Dalam penutup memoarnya dia menulis tentang sifat korup dari pemerintah negaranya, bahaya penerbitan di bawah kondisi otoriter tersebut dan &lt;b&gt;tekad untuk terus menulis kebenaran. &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Ketika aku keluar dari penjara ada dua jalan yang bisa kuambil. Aku bisa saja menjadi salah satu ‘budak’ pemerintah yang berkuasa sehingga memperoleh keamanan, kesejahteraan, penghargaan negara dan lebel ‘penulis besar’, aku bisa melihat foto saya terpampang di koran dan di televisi. Atau aku bisa terus berada di jalur yang sulit, salah satu yang telah membawaku ke penjara ... Bahaya telah menjadi bagian dari hidupku sejak aku mengambil pena dan menulis. Tidak ada yang lebih berbahaya daripada kebenaran di dunia. Tidak ada yang lebih berbahaya dalam dunia keilmuan selain pemilik pengetahuan dianggap ‘berdosa’ sejak Adam dan Hawa ... Tidak ada kekuasaan di dunia yang bisa mencabut tulisan-tulisanku dariku.” &lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saadawi membentuk Solidaritas Perempuan Arab Association setelah keluar dari penjara (1982). AWSA adalah sebuah organisasi internasional yang didedikasikan untuk "mengangkat sekat pikiran" wanita Arab dan merupakan organisasi feminis independen di Mesir yang memiliki 500 anggota lokal dan lebih dari 2.000 secara internasional. Asosiasi menyelenggarakan konferensi internasional dan seminar, menerbitkan majalah dengan memulai program untuk meningkatkan pendapatan bagi perempuan di daerah pedesaan. AWSA dilarang pada tahun 1991 setelah mengkritik keterlibatan AS dalam Perang Teluk. Menurutnya, seharusnya konflik tersebut diselesaikan di antara orang Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dia telah bebas dari penjara, Saadawi hidup dalam ancaman oleh mereka yang menentang pekerjaannya, terutama fundamentalis Islam. Penjaga bersenjata ditempatkan di luar rumahnya di Giza selama beberapa tahun. Tahun 1988, Saadawi terpaksa melarikan diri dari Mesir dan menerima tawaran untuk mengajar di Departemen Bahasa Duke University's Asia dan Afrika di North Carolina serta University of Washington di Seattle. Dia pernah mengajar di sejumlah perguruan tinggi bergengsi dan universitas termasuk Universitas Kairo, Harvard, Yale, Columbia, Sorbonne, Georgetown, Florida State University, dan University of California, Berkeley. Pada tahun 1996, dia pindah kembali ke Mesir. &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Karya-Karya Nawel El-Saadawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan pertamanya berupa cerita pendek berjudul &lt;i&gt;I Learned Love &lt;/i&gt;(1957) dan Memoar Seorang Dokter Perempuan (1958). Hasil penelitiannya diterbitkan dalam buku &lt;i&gt;Perempuan dan Neurosis di Mesir &lt;/i&gt;(1976) yang mendalami 20 studi kasus dunia perempuan dalam penjara dan rumah sakit. Penelitian ini juga terinspirasi oleh novel &lt;i&gt;Perempuan di Titik Nol &lt;/i&gt;yang didasarkan pada hukuman mati perempuan yang dinyatakan bersalah membunuh suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1977, dia menerbitkan karyanya yang paling terkenal, &lt;i&gt;The Hidden Face of Eve, &lt;/i&gt;yang meliputi sejumlah topik berkaitan dengan wanita Arab, seperti agresi terhadap anak perempuan dan mutilasi alat kelamin perempuan, prostitusi, hubungan seksual, perkawinan dan perceraian dan fundamentalisme Islam. Karya lainnya &lt;i&gt;God Dies by the Nile, The Circling Song , Pencarian, Kejatuhan Imam, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Perempuan di Titik Nol. &lt;/i&gt;Total karyanya ada sekitar 35 buah dan sudah diterjemahkan ke dalam 20 bahasa dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masa-masa tersulit telah dilaluinya. Kini tidak ada yang mampu membuatnya takut. ‘Di usia 70 tahun, Sadaawi yang beruban masih tetap seorang petarung,’ kata sebuah koran. Dia kini bukan lagi bertarung untuk harga dirinya dan hak-hak wanita, dia bertarung untuk sesuatu yang kadang dikritiknya keras-keras.” Demikian tulis Qaris Tajudin dari Koran Tempo, Rabu, 30 Mei 2001. @&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-2394044888364196634?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/2394044888364196634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/10/kemandirian-perempuan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/2394044888364196634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/2394044888364196634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/10/kemandirian-perempuan.html' title='Kemandirian Perempuan'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMfdk0AlPnI/AAAAAAAAAOc/frJKUshoOok/s72-c/memoar+dokter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-6011784714898812468</id><published>2010-10-25T14:08:00.003+07:00</published><updated>2010-10-25T14:17:53.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Meraih Hidup Bahagia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMUuCVJ3ZpI/AAAAAAAAAOU/tJw13fTJaIQ/s1600/022107-halalbw.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMUuCVJ3ZpI/AAAAAAAAAOU/tJw13fTJaIQ/s400/022107-halalbw.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531878334867662482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan hidup manusia yang utama adalah bagaimana caranya untuk dapat mencapai kebahagiaan, baik jasmani maupun rohaninya. Kepuasan/kenikmatan hidup akan teracapai bila sudah terpenuhi keinginannya. Akan tetapi, keinginan itu harus dibatasi karena semakin sedikit keiginan semakin bahagia pula hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara mencapai kebahagiaan adalah dengan kebajikan (berbuat baik) karena dengan berbuat baik manusia akan mendapat kedudukan yang utama, baik di dunia maupun di akhirat. Selama manusia ada di dunia, dia bertugas untuk hidup “selaras dengan dunia”. Kehiduapan manusia juga dipimpin oleh akal, berarti “keselarasan hidup” adalah “keselarasan akal dengan dunia”. Karena dunia selaras dengan baik maka yang disebut “keselarasan” adalah “akal yang benar”. Bila demikian adanya maka tercapailah apa yang disebut bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tidak sadar darimana asalnya kebahagiaan itu sehingga dengan seenaknya mereka menggunakan nikmat berupa “bahagia” itu dengan jalan yang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama, puncak bahagia adalah mengenal Rabb, baik makrifat kepada-Nya, taat kepada-Nya, dan sabar atas ujian-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah bernama bahagia jika hati dan khayal hanya berhubungan dengan dunia saja. Janganlah terlalu diperintah oleh khayal, angan-angan, fantasi, karena itulah yang “mengecoh” kita dari “bahagia yang sebenarnya” tujuan hidup. Dia ada dalam tanga kita, tetapi kita cari yang ada dalam tangan orang lain karena yang di tangan orang lain kelihatan lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu di ala mini, baik-buruknya bukanlah “zat” itu, tetapi pada penghargaan keherndak kita atasnya menurut tinggi rendahnya akal kita. Karena itulah manusia harus senantiasa membersihkan akal budi agar dapat mencapai “kebahagiaan sejati”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Sumber: Majalah Rindang)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-6011784714898812468?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/6011784714898812468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/10/meraih-hidup-bahagia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/6011784714898812468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/6011784714898812468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/10/meraih-hidup-bahagia.html' title='Meraih Hidup Bahagia'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TMUuCVJ3ZpI/AAAAAAAAAOU/tJw13fTJaIQ/s72-c/022107-halalbw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-9061509517216056494</id><published>2010-10-19T14:04:00.002+07:00</published><updated>2010-10-19T14:20:34.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Bayang-Bayang Mimpi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TL1EjR77ahI/AAAAAAAAAOM/PoiTEub3CI8/s1600/dreams3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TL1EjR77ahI/AAAAAAAAAOM/PoiTEub3CI8/s400/dreams3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529651290381707794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang mulai melemah menjemput petang. Aku memasuki sebuah perkampungan miskin yang sepertinya sedang terjadi kebakaran. Api hampir melalap sebagian besar rumah-rumah penduduk yang mayoritas berdindingkan bambu berlantai tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang aku langsung memasuki rumah salah satu penduduk yang ternyata milik seorang janda beranak tiga. Aku membuka dapur rumahnya. Tampak seorang ibu sedang berada di depan tungku pawon, sepertinya tubuhnya terluka. Namun, ketiga anaknya pun butuh pertolongan. Sulit rasanya aku menolong semuanya dalam waktu bersamaan meski semuanya butuh bantuan segera. Aku mencoba menjangkau korban yang paling dekat denganku. Seorang bayi tampak tergeletak di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;amben &lt;/span&gt;dapur tersebut. Tanpa pikir panjang aku langsung menggendongnya dan membawanya ke luar rumah. Sekujur tubuhnya melepuh akibat terbakar api. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu aku keluar rumah, aku dikagetkan dengan kehadiran seorang pria yang tiba-tiba berada di depanku, pas di depan pintu dapur rumah tersebut. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dia pasti bukan orang kampung ini. &lt;/span&gt;Batinku. Penampilannya sangat bersih dan rapi, sangat berbeda dengan penampilan orang-orang di kampung tersebut. Dia mengenakan baju koko putih bersih yang dipadu celana panjang warna hitam. Kulitnya pun bersih. Rambutnya yang sedikit ikal memanjang hingga ujung bawah leher ditutup kopeyah warna hitam, seperti kopeyah khas Indonesia. Wajahnya itu...belum pernah saya lihat sebelumnya. Bukan hanya tampan, tetapi juga bersih dan bercahaya, sangat bercahaya hingga membuatku sedikit silau melihatnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Siapa dia? &lt;/span&gt;Batinku penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, Anda siapa, yah?” tanyaku kepada orang tersebut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak langsung menjawab pertanyaanku malah memberikan info lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku kelas dua Mualimin Jogja?” jawabnya tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat kalau di Jogja memang ada Madrasah Aliyah (setingkat SMA) Mualimin yang semua muridnya laki-laki dan diasramakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berarti dia lebih muda dariku. &lt;/span&gt;Batinku karena waktu itu aku sudah kuliah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu mau kemana?” Tanya laki-laki itu kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku harus mengungsi menyelamatkan diri bersama orang-orang kampung ini,” jawabku sambil menggendong bayi yang aku tolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini bekal buatmu di jalan. Mengungsi pasti banyak menghadapi masalah dan membutuhkan banyak bekal,” kata dia sambil menyerahkan tiga bungkus keresek hitam sangat besar yang biasanya dipakai untuk mengantongi sampah. Entah apa isinya aku nggak tahu. Dia pun tidak memberitahukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, gimana saya membawanya? Saya kan harus menggendong bayi ini,” kataku sambil memperlihtakan bayi yang ada dalam gendonganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas dia melihat ke arah bayi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu kita jalan bareng aja,” katanya sambil membopong tiga keresek besar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun berjalan beriringan bersama orang-orang sekampung tersebut meninggalkan kampung yang hampir menjadi lautan api. Kami melewati jalanan berbatu dan persawahan hingga sampai ke sebuah kampung. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sepertinya aku kenal dengan kampung ini. &lt;/span&gt;Batinku. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yah, ini kampung halamanku. Oh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tiba-tiba aku terbangun. Ternyata aku cuma mimpi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi itu telah lama berlalu, lebih dari sepuluh tahun lalu, tetapi mengapa ingatan pada mimpi itu sepertinya masih terus melekat di benakku? Ingatan akan bayi yang kulitnya melepuh. Oh... seandainya itu nyata, mungkin aku tidak akan pernah tega/sanggup menggendong bayi dengan kondisi demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, ingatan akan lelaki berwajah cerah itu. Kata-katanya.. seperti nyata, tetapi realitasnya tidak pernah ada. Semua hanya bunga tidur, tetapi mengapa mimpi itu masih terus bergelayut manja di benakku? Ah... apa ada makna tertentu dari mimpiku? Tapi, apa maknanya? Ah... aku bukan ahli tafsir mimpi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ini bekal buatmu di jalan. Mengungsi pasti akan banyak menghadapi masalah dan membutuhkan banyak bekal.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kata-kata itu masih terus terngiang. Apa mungkin ini berarti perjalanan hidupku memang akan menghadapi banyak ujian dan tantangan dan aku harus membekali diri ini dengan kekuatan penuh (Bekal—yang entah apa itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, seandainya Engkau memang berkehendak menguji hamba, maka kuatkan diri ini untuk mampu menghadapinya ya Allah...semoga ujian demi ujian di kehidupan hamba mampu membawa hamba untuk dekat kepada-Mu. Amiiin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sesungguhnya aku ini lemah, maka kuatkanlah aku dan aku ini hina maka muliakanlah aku dan aku fakir maka kayakanlah aku, wahai Dzat Yang Maha Pengasih.@&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-9061509517216056494?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/9061509517216056494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/10/bayang-bayang-mimpi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/9061509517216056494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/9061509517216056494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/10/bayang-bayang-mimpi.html' title='Bayang-Bayang Mimpi'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TL1EjR77ahI/AAAAAAAAAOM/PoiTEub3CI8/s72-c/dreams3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-3550949090619643780</id><published>2010-08-12T09:31:00.005+07:00</published><updated>2010-08-12T09:51:14.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Buku'/><title type='text'>Rasulullah Saw. adalah Pengisi Pertama Mata Jernihnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TGNgCuGIJ9I/AAAAAAAAAN8/iPcESMFzjp8/s1600/Ali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 262px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TGNgCuGIJ9I/AAAAAAAAAN8/iPcESMFzjp8/s400/Ali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504348769426614226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul buku : &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ali bin Abi Thalib The Glorious&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Penulis : Abdurrahman Asy Syarqawi&lt;br /&gt;Penerbit: Sygma Publishing&lt;br /&gt;Terbit : Cetakan I April 2010&lt;br /&gt;Tebal : xvi + 504 hlm&lt;br /&gt;Ukuran : 13,5 x 20,5 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harga Buku : &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Rp85.000,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Menjadi sahabat dari manusia mulia, Rasulullah Saw., adalah suatu kemuliaan pula, apalagi bisa menjadi orang terdekat sekaligus menantu Rasulullah. Adalah Ali bin Abi Thalib, sahabat sekaligus orang yang tidak pernah jauh dari sisi Rasulullah. Dia bagaikan bayi suci yang terus terjaga kesuciannya. Betapa tidak, sejak kecil dia telah akrab bergaul dan hidup bersama manusia mulia, Rasulullah saw., dan mendapat bimbingan ruhiyah langsung dari beliau. Ketika pertama kali membuka mata di dunia ini, sosok Rasulullah saw. telah begitu lekat dengan Ali, dialah pengisi pertama mata jernihnya. Hatinya pun tidak pernah dimasuki sesuatu selain Islam dan tidak pernah bersujud kepada selain Allah Swt. Karenanya, Ali menjadi sosok yang Allah Swt. muliakan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran bila akhlak Islam menjelma utuh pada sosok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ashabiqun al awwalun &lt;/span&gt;(orang yang pertama masuk Islam) dari kalangan kanak-kanak ini. Hasil nyata keberhasilan transformasi ilmu dari Rasulullah saw. telah menjadikan Ali sebagai pemuda yang pandai dan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas menggambarkan sosok Ali sebagai berikut. “Ali memiliki empat karakteristik yang tidak ada pada orang lain. Dia orang pertama yang shalat bersama Rasulullah dalam setiap pertempuran. Dialah orang yang sabar bersama Rasulullah pada saat orang lain meninggalkannya. Dialah orang yang memandikan Rasulullah dan memasukkan jenazahnya ke dalam liang lahat (kuburan).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah gambaran Ali bin Abi Thalib dalam buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ali bin Abi Thalib The Glorious &lt;/span&gt;karya Abdurrahman Asy Syarqawi, penulis buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;best seller &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad Al Hurriyah &lt;/span&gt;yang dalam versi Indonesia diterbitkan dengan judul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad The Messenger &lt;/span&gt;terbitan Sygma Publishing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad The Messenger &lt;/span&gt;yang ditulis dengan gaya sastra yang kental, buku  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ali bin Abi Thalib The Glorious &lt;/span&gt;pun sarat dengan gaya sastra khas Asy Syarqawi. Dalam prolognya Asy Syarqawi menulis kalau buku ini bukan buku sejarah ataupun riwayat hidup sesorang. Meski buku ini memang mengupas kehidupan seorang tokoh di masa lalu (sejarah), tetapi ketika kita membacanya akan berbeda dengan membaca sejarah pada umumnya yang berisi rentetan tahun dan kejadian, bukan pula sebuah buku biografi kehidupan seseorang dari lahir hingga wafatnya seperti biografi pada umumnya. Saat membaca buku ini kita akan merasa seperti membaca novel hingga membuat sosok Ali lebih membumi dan seolah hadir di hadapan kita. Karenanya, Asy Syarqawi disebut sebagai penulis sejarah dengan gaya novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari posisi Ali bin Abi Thalib yang memiliki nilai keagungan berbeda di kalangan sunni-syiah, penulis mencoba keluar dari pakem kedua golongan tersebut maupun golongan lain. Penulis pun membaca dan mempelajari berbagai sumber dari berbagai golongan dalam Islam, termasuk sunni-syiah yang memiliki perbedaan cukup tajam dalam memandang sosok Ali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang membuat buku ini layak dibaca oleh golongan mana pun, sunni, syiah, sufi, atau golongan lainnya. Buku ini juga cocok dibaca bagi kaum Muslim yang ingin mengenal lebih dekat sosok sahabat agung Ali bin Abi Thalib, yang oleh Rasulullah saw. disebut sebagai pintu ilmu bagi umat Islam. Dengan menyelami kehidupan para sahabat Nabi saw,. kita pun akan dituntun untuk mengenal sosok Rasulullah dari sudut pandang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski buku ini belum menggambarkan sepenuhnya sosok seorang Ali karena bersambung dengan seri keduanya, tetapi sosok Ali sebagai pemimpin sudah tergambar jelas di buku ini. Semoga dengan meneladani kepemimpinan Ali bin Abi Thalib akan menjadi jawaban dahaga bangsa ini yang sedang krisis kepemimpinan. Semoga buku seri kedua Ali bin Abi Thalib bisa segera terbit hingga kita bisa melihat dan meneladani sosok Ali sepenuhnya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;@Indah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tulisan ini pernah dimuat di Harian Republika, edisi Jumat, 4 Mei 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pembaca yang ingin membeli buku ini bisa memesan kepada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Indah (0813 202 64978)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-3550949090619643780?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/3550949090619643780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/08/rasulullah-saw-adalah-pengisi-pertama.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/3550949090619643780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/3550949090619643780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/08/rasulullah-saw-adalah-pengisi-pertama.html' title='Rasulullah Saw. adalah Pengisi Pertama Mata Jernihnya'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TGNgCuGIJ9I/AAAAAAAAAN8/iPcESMFzjp8/s72-c/Ali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-976540035464302830</id><published>2010-08-10T13:43:00.003+07:00</published><updated>2010-08-10T13:53:36.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Buku'/><title type='text'>Umar bin Al Khathab, Pemimpin Teladan yang Dibutuhkan Umat Zaman Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TGD2nN63W4I/AAAAAAAAANs/GL2Zuud1Ew0/s1600/buku+umar+bin+al+khatab-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 279px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TGD2nN63W4I/AAAAAAAAANs/GL2Zuud1Ew0/s400/buku+umar+bin+al+khatab-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503669898258635650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Umar bin Al Khathab the Conqueror&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Penulis : Abdurrahman Asy Syarqawi&lt;br /&gt;Penerbit : Arkanleema-Sygma Publishing&lt;br /&gt;Cetakan Pertama, April 2010&lt;br /&gt;Tebal : xii + 600 hlm.&lt;br /&gt;Ukuran : 13,5 x 20,5 cm&lt;br /&gt;ISBN : 978-979-055-132-9&lt;br /&gt;Harga Buku : Rp89.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiksaan demi penyiksaan dari penduduk Mekah terus mendera umat Islam sebagai golongan minoritas di kota kelahiran Muhammad saw. ini. Perih menyaksikan umatnya terus menerima siksaan demi mempertahankan keyakinannya kepada ajaran Islam membuat Rasulullah saw. memohon dengan sangat dalam doa khusyuknya kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ya Allah, tolonglah Islam dengan memasukkan salah satu dari Abu Al Hakam Amru bin Hisyâm (Abu Jahal) atau Umar bin Al Khathab.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka? Abu Jahal dan Umar bin Al Khathab sama-sama orang terpandang dan berpengaruh dari suku Quraisy Mekah. Kalau Islam dikuatkan dengan kehadiran mereka diharapkan akan mengurangi atau bahkan menghentikan penyiksaan-penyiksaan terhadap umat Islam. Allah Swt. pun mengabulkan doa Rasulullah saw. dan sejarah kemudian mencatat Umar bin Al Khathab termasuk dalam jajaran yang menguatkan barisan umat Islam di garda depan. Umar kemudian menjadi sahabat terdekat Rasulullah saw. bersama Abu Bakar yang disebut oleh Rasul sebagai pendengaran dan penglihatannya karena mereka berdua hampir tidak pernah jauh dari sisi Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umar bin Al Khathab the Conqueror &lt;/span&gt;ini, dijelaskan bagaimana Umar sebagai khalifah sepeninggal Rasulullah saw. mencoba menegakkan keadilan dengan memperhatikan rakyat bawah dan mengawasi ketat para pejabat negara. Umar bahkan sampai harus menghitung harta kekayaan para pegawai yang akan menduduki sebuah jabatan kemudian diawasi. Jika setelah menjabat ternyata hartanya bertambah maka dia akan dipecat dan hartanya dibagi dua, separuh menjadi milik pejabat tersebut dan separuhnya lagi dikembalikan ke Baitul Mal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar juga menuliskan aturan yang ditujukan kepada para pegawainya yang tersebar di berbagai daerah. “Hati-hatilah kalian dan perhitungkan segala sesuatunya ketika kalian masih bisa menghitungnya sebelum kalian diminta menghitung pada saat kalian tidak bisa berbuat apa-apa. Ketahuilah, siapa yang berhati-hati dan mawas diri sebelum hilang kesempatannya, dia akan bahagia. Namun, siapa yang lalai dan hanya mengikuti hawa nafsunya, dia akan menyesal dan merugi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Al Khathab adalah pemimpin yang terbiasa melihat dari dekat keadaan rakyatnya siang dan malam, menghilangkan kesusahan, menghinakan orang-orang yang sewenang-wenang, dan menolong yang lemah. Satu sikap yang sudah hampir hilang di seantero Bumi ini. Padahal, umat zaman sekarang membutuhkan sosok pemimpin seperti Umar bin Al Khathab, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the Conqueror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Buku yang ditulis dengan gaya tutur mengalir seperti halnya novel ini sangat memudahkan pembaca untuk memahami isi buku sehingga memudahkan pula untuk mengambil hikmah dari keteladanan dan keutamaan para sahabat Khulafaur Rasyidin pada awal peradaban Islam yang dirintis oleh Rasulullah saw. Buku ini sangat layak dimiliki para pecinta dan penerus ajaran Rasulullah saw. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;@Indah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tulisan ini pernah dimuat di Harian Republika, Edisi Jumat, 4 Juni 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pembaca yang berminat membeli buku ini bisa memesan kepada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Indah (0813 202 64978)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-976540035464302830?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/976540035464302830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/08/umar-bin-al-khathab-pemimpin-teladan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/976540035464302830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/976540035464302830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/08/umar-bin-al-khathab-pemimpin-teladan.html' title='Umar bin Al Khathab, Pemimpin Teladan yang Dibutuhkan Umat Zaman Ini'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TGD2nN63W4I/AAAAAAAAANs/GL2Zuud1Ew0/s72-c/buku+umar+bin+al+khatab-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-388072892842867838</id><published>2010-08-06T09:22:00.005+07:00</published><updated>2010-08-16T12:25:11.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Buku'/><title type='text'>Abu Bakar Ash Shiddiq,  Bintang Kemakmuran Dunia Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TFtzRMDoD3I/AAAAAAAAANc/VJkNP8Hr9cU/s1600/buku+Abu+Bakar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TFtzRMDoD3I/AAAAAAAAANc/VJkNP8Hr9cU/s400/buku+Abu+Bakar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502118108894596978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : Abu Bakar Ash Shiddiq The Successor&lt;br /&gt;Penulis : Abdurrahman Asy Syarqawi&lt;br /&gt;Penerbit : Sygma Publishing&lt;br /&gt;Cetakan Pertama, April 2010&lt;br /&gt;Tebal : xii + 454 hlm.&lt;br /&gt;Ukuran : 13,5 x 20,5 cm&lt;br /&gt;ISBN : 978-979-055-130-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harga : Rp83.500,00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang merasa enggan membaca buku-buku sejarah dan biografi. Sejarah yang berbicara masa lalu sering terasa membosankan, apalagi bila penulisannya sebatas deskripsi peristiwa tanpa ada pewarnaan cerita. Begitu pula buku-buku biografi yang mengulas kehidupan seorang tokoh, biasanya hanya orang-orang yang bersimpati atau nge-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fans &lt;/span&gt;berat dengan tokoh tersebutlah yang berminat membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman Asy Syarqawi, penulis asal Timur Tengah ini mencoba mendobrak image membosankan dalam membaca buku-buku sejarah dan biografi dengan menyajikan tulisan-tulisan yang mengulas kehidupan seorang tokoh (yang menyangkut sejarah pada masa hidup sang tokoh pula) dengan bergaya sastra. Mengulang kesuksesan buku &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Muhammad Rasulu Al Huriyah &lt;/span&gt;(diterbitkan di Indonesia dengan judul &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Muhammad The Messenger) &lt;/span&gt;yang ditulis dengan gaya bahasa mirip novel ini, Asy Syarqawi kemudian membuat buku serupa dengan menampilkan tokoh-tokoh berpengaruh di dunia Islam lainnya, antara lain Abu Bakar Ash Shiddiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Abu Bakar? Dalam buku &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Abu Bakar Ash Shiddiq The Successor &lt;/span&gt;ini Asy Syarqawi menuliskan alasannya pada bab akhir. “Hal itu karena Abu Bakar memiliki sifat utama dan kekuatan. Dia mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain. Dia mendapatkan ajaran langsung dari Rasulullah bahwa dalam Al Quran, setiap kali Allah menyebutkan kata iman, selalu menyandingkannya dengan kata amal saleh. Iman menuntut seseorang untuk bangkit melakukan ibadah secara sempurna. Adapun amal saleh merupakan upaya keras untuk memakmurkan Bumi, jihad di jalan Allah untuk menyebarkan akhlak mulia, berintearksi dengan orang lain secara baik, dan untuk mewujudkan kemaslahatan umat Islam seluruhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kepemimpinan Abu Bakar boleh dibilang sangat singkat, hanya dua tahun tiga bulan. Namun, dia memperoleh  banyak kemenangan, bagaikan mukjizat yang sulit untuk diwujudkan dalam rentang tahunan. Bangsa Arab senantiasa akan berutang budi kepadanya karena dia adalah orang pertama yang menyatukan Jazirah Arab setelah sebelumnya tercabik-cabik oleh kaum murtad meskipun kemudian kembali terpecah karena golongan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;riddah &lt;/span&gt;yang datang berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar adalah bintang kemakmuran di dunia Islam dari masa ke masa. Pada masanya, ibu kota-ibu kota Islam disinari cahaya ilmu pengetahuan. Padahal, ibu kota negara lain masih dalam kegelapan yang berlapis-lapis dan tidak mampu bangkit manuju kemajuan, bahkan terjerembab dalam lumpur kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata fenomenal Abu Bakar yang menggambarkan semangat jihadnya terpampang dalam cover buku berwarna hijau ini, “Demi Zat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, jika di Madinah ini sudah tidak ada lagi orang selainku yang bersedia memerangi para pengingkar zakat, tentu mereka akan aku perangi sendirian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga buku ini menginspirasi pembacanya yang merindukan tegaknya kebenaran di Bumi mana pun karena buku ini sangat tepat dibaca oleh para pecinta kebenaran, pejuang sejati dalam ketegaran iman, maupun mereka yang sedang merenda cinta kepada Ilahi Rabbi. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;@Indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Resensi ini dimuat di Harian Republika, 21 Mei 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang berminat memesan buku ini bisa hubungi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Indah (0813 202 64978)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-388072892842867838?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/388072892842867838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/08/abu-bakar-ash-shiddiq-bintang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/388072892842867838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/388072892842867838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/08/abu-bakar-ash-shiddiq-bintang.html' title='Abu Bakar Ash Shiddiq,  Bintang Kemakmuran Dunia Islam'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TFtzRMDoD3I/AAAAAAAAANc/VJkNP8Hr9cU/s72-c/buku+Abu+Bakar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-810340233787649562</id><published>2010-06-04T10:43:00.005+07:00</published><updated>2010-06-04T14:02:50.948+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Berperilaku Sesuai Dalil atau Mendalili Perilaku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TAh4aR_MN1I/AAAAAAAAANU/ZdSTAALHCrA/s1600/dua.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TAh4aR_MN1I/AAAAAAAAANU/ZdSTAALHCrA/s400/dua.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478761339596584786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa yah, anak-anak beberapa ulama besar di Indonesia malah nggak berjilbab?” tanyaku dalam sebuah obrolan ringan dengan beberapa teman kantor yang seruangan denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan karena mereka tidak berhasil mendakwahi keluarganya dan itulah ujian bagi mereka. Ada juga yang berpendapat kalau hal itu berkaitan dengan keyakinan mereka yang memang tidak menganggap penting jilbab, bukan karena tidak mau. Tentu saja yang tahu jawaban sebenarnya adalah mereka—anak-anak para ulama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu sebenarnya sudah lama muncul di benakku dan cukup menganggu. Antara rasa prihatin, sedih, dan kasihan melihat fenomena ini. Padahal, dalil tentang jilbab sudah sangat jelas tertulis dalam Al Qur’an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ … Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu….”&lt;/span&gt; (QS Al Ahzab, 33: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka…”&lt;/span&gt; (An Nur, 24: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ayat ini menurut hemat saya sudah cukup menjadi dasar bagi muslimah untuk menutup auratnya dengan berjilbab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya terkejut begitu mendengar pernyataan salah seorang ulama Indonesia—yang konon seorang mufasir nomor wahid bukan hanya di Nusantara, tetapi di Asia—tentang jilbab. Salah seorang anaknya yang muslimah menjadi presenter terkenal di salah satu TV swasta kita, tetapi dia tidak mengenakan jilbab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan ulama yang mufasir ini mendapat pertanyaan dari salah seorang mujtami’ yang hadir di majlis ta’limnya tentang mengapa anak-anak perempuannya tidak mengenakan jilbab padahal jilbab wajib bagi muslimah. Beliau menjawab kalau jilbab masih dipertentangkan, ada yang mengartikan jilbab secara fisik atau jilbab/hijab dalam artian “hijab hati”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah hukum berjilbab masih dipertentangkan (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ikhtilaf&lt;/span&gt;)? Padahal dalilnya jelas dari nash Al Qur’an, bukan hadits. Ayatnya pun bukan termasuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“mutasyabihat”&lt;/span&gt; atau ayat-ayat memiliki interpretasi tersendiri dalam penerjemahannya, tetapi ini ayat yang jelas/gamblang (ayat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;muhkamat&lt;/span&gt;). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, muncul dalam benakku satu pertanyaan, “Apakah ini jawaban sebenarnya sesuai dalil atau hanya berusaha menyanggah demi melindungi perilaku keluarganya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat beberapa tahun lalu saat masih kuliah. Ketika dosen membuka diskusi tentang hukum pacaran, debat dan saling serang begitu sengit terjadi di kelas membahas masalah ini. Pro dan kontra tentang hukum pacaran sama-sama kuat. Pada akhirnya dosen menyerahkan keputusan boleh/tidaknya pacaran kepada mereka. “Forum diskusi hanya sekadar untuk merangsang kalian agar kritis menghadapi masalah yang muncul di masyarakat,” begitu dosen menandaskan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama diskusi saya cenderung diam mengikuti alur diskusi. Saya mengamati siapa yang pro dan kontra tentang masalah ini. Dari sana saya berkesimpulan kalau mahasiswa yang berpendapat pacaran tidak ada dalam Islam memang termasuk kuat dalam menjaga pergaulannya dan benar-benar tidak memiliki pacar. Sebaliknya, yang menyatakan kalau pacaran itu boleh dengan dalih untuk saling mengenal sebelum menikah, dalam kesehariannya memang tidak bisa lepas dari pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pantas saja si A getol banget mengemukakan berbagai dalih yang bakal membenarkan perilakunya. Kenyataannya emang dia pacaran,” batinku. Padahal, kalau dilihat dari alasan dan dalil yang dia kemukakan kalah kuat dibanding dalil yang menyatakan kalau pacaran tidak ada dalam Islam, yang ada adalah ta’aruf menjelang nikah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mungkin, begitulah kalau seseorang suka mendalili perilaku, bukan mencoba berperilaku sesuai dalil.&lt;/span&gt; Sangat disayangkan. Kalau toh dia tidak mampu mengamalkan ajaran Islam sesuai dalil, seharusnya bukan malah menafikan kebenaran dalil tersebut yang mungkin bisa menyesatkan yang lain. Mengapa tidak mengakui secara jujur “tentang kebenaran sebuah dalil” lalu mengakui secara jujur pula kalau belum mampu mengamalkannya? Mungkin hal ini akan sedikit mengurangi dosa. Setidaknya tidak menyesatkan orang lain untuk berperilaku menyimpang dari dalil Islam pula. Semoga kita terhindar dari perilaku demikian. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah mencoba berperilaku sesuai dalil. Saya sendiri butuh proses panjang untuk memahami Islam bukan sebatas ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana Islam bisa benar-benar menjadi bagian dari keseharian kita. Yah, selama ini saya belajar/sekolah di lembaga pendidikan agama, pesantren, dan perguruan tinggi Islam. Akan tetapi, entah mengapa di akhir semester saya merasa seolah apa yang saya pelajari selama ini sia-sia. Saya merasakan hambar ketika mendengarkan dosen mengajar—yang notabene selalu membahas soal agama. Saya tidak merasakan satu keteduhan, ketenangan meski yang dibahas adalah petunjuk ke jalan kebahagiaan, yaitu Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang salah? Apa yang kurang dari metode belajar agama yang selama ini saya tekuni? Teladan? Ma’rifat? Mungkin kedua hal itulah yang saya butuhkan dari guru spiritual yang tidak saya dapatkan di kampusku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, tunjukkan aku tempat belajar dan guru yang dapat mengajarkan aku untuk dekat dengan-Mu.” pintaku dalam doaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah kemudian membawaku untuk mesantren di Darut Tauhiid Bandung setelah lulus kuliah. Orang lain mungkin sibuk nyari kerja selepas kuliah, saya masih saja sibuk belajar. Bukan S2, tetapi malah belajar agama dari “nol” lagi. Di pesantren inilah saya belajar tentang ketauhidan lebih dalam, belajar fiqih ibadah dasar—dari mulai wudhu, shalat khusyu, dan lain-lain—tetapi dengan “ruh” yang berbeda. Para pembimbing saya bukan lulusan pesantren kenamaan, malah ada yang baru 2-3 tahun lulus SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya tetap yakin kalau di sinilah saya akan mendapatkan ilmu yang saya butuhkan dan tidak didapat di bangku kuliah. Saya harus belajar tawadhu. Saya yang dulu hobi debat harus belajar mendengarkan pendapat dan masukan orang lain tanpa mendebat sedikit pun. (seperti nabi Musa yang belajar kepada Nabi Khidhir). Saya belajar dengan berbekal gelas kosong yang siap diisi apa pun dan dari siapa pun. Kalau kita belajar dengan prinsip gelas yang sudah diisi kita tidak akan dapat ilmu apa-apa karena gelas yang sudah penuh air kalau diisi air lagi akan tumpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya ilmu agama dan prinsip hidup yang semakin tercerahkan, saya pun mendapatkan ilmu-ilmu duniawi, terutama tentang entrepreneur. Perpaduan ilmu dunia dan akhirat. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Subhanallah&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saya datang ke kampusku karena ada satu keperluan. Di sana saya bertemu seorang teman yang sama-sama sudah lulus, tetapi dia masih tinggal di dekat kampus. Dia bekerja sebagai editor lepas. Ketika saya cerita aktivitasku di DT, dia bercerita juga dengan bangganya kalau dia pernah datang menemui Aa Gym, pimpinan Pesantren DT. Dia sempat diskusi dengan Aa Gym tentang keagamaan. Dari nada bicaranya saya menangkap seolah dia memandang rendah Aa Gym yang mungkin dalam pandangannya ilmunya lebih cetek darinya. Maklum, dia alumni pesantren sekian tahun dan terampil baca kitab. Sementara Aa Gym bukan alumni pesantren mana pun, kecuali sebagai santri kalong yang hanya sesekali datang ke pesantren untuk ngaji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aa mau belajar baca kitab sama saya, tuh,” katanya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa Gym yang saya tahu memang tawadhu, dia siap belajar dengan siapa saja, termasuk kepada temanku itu. Bisa jadi, Aa sekadar melayani kearoganan temanku dengan sikap merendah. Harusnya temanku malu, eh malah semakin besar kepala. Nyatanya temanku itu tidak pernah datang-datang lagi ke DT untuk mengajar baca kitab kepada Aa Gym. Mungkin itulah kearoganannya, menantang diskusi dengan siapa saja yang menurutnya dianggap berilmu lebih oleh orang lain. Ketika dia merasa sudah bisa mengalahkan orang yang dianggap pintar maka puaslah hatinya. Saat masih menjadi mahasiswa dia terkenal paling vokal dalam forum diskusi. Ternyata hal itu masih terus berlanjut hingga lulus kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang tidak saya suka dalam dunia akademis di kampusku. Ilmu agama seolah hanya sebagai “bahan diskusi yang pantas diperdebatkan” tanpa dimaknai sebagai sebuah jalan menuju cinta dan ridha-Nya, jalan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ma’rifat&lt;/span&gt; menuju keselamatan dunia-akhirat. Siapa yang paling jago mendebat, bahkan masuk sisi filsafat, dialah yang dianggap hebat. Padahal, belum tentu dialah yang mulia di hadapan Allah. Bahkan, siapa tahu justru menjadi rendah di hadapan-Nya karena riya’ dan sombong dengan sedikit ilmu yang Allah berikan. Sedang hakikat pemilik ilmu yang sesungguhnya adalah Allah Swt. Mengapa kita harus sombong dengan ilmu milik-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah lagi, kadang ketika berdiskusi seperti lupa waktu hingga waktu shalat terlewati. Padahal, yang mereka perdebatkan adalah masalah agama. Kok bisa ya, membahas masalah agama tapi lupa dengan kewajiban beragamanya? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Na’udzubillahi min dzalik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir perbincangan, dia berjanji akan ngasih salah satu buku hasil editannya. Beberapa minggu kemudian saya mampir lagi ke kampus dan bertandang ke kosannya untuk menagih buku yang dia janjikan. Karena dia cowok tentu saja kosannya khusus untuk cowok. Bentuknya seperti asrama sehingga tidak ada ruang tamu khusus. Kalau ada tamu bisa langsung ngetuk kamarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ragu saya mengetuk pintu kamarnya. Agak lama dia baru membuka pintu. Deg. “Ada cewek di kamarnya.” Batinku kaget karena tidak pernah melihat ada cowok-cewek sekamar begitu, padahal saya tahu dia belum nikah. Saya buru-buru berbicara maksudku untuk mengambil buku. Setelah dia ngasihin buku yang dijanjikannya, saya langsung pamitan setelah ngucapin terima kasih dan permintaan maaf karena telah mengganggu aktivitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dalam perjalanan perasaan nggak enak menggelayuti hatiku. Gak enak karena memergoki orang dengan aktivitas yang tidak lazim, meski nggak tahu apa yang dilakukannya. Saya nggak mau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;su’udzan&lt;/span&gt;, tapi mata ini melihat ada cewek di kamarnya—meski dia mengenakan jilbab—tetapi dengan kondisi kamar terkunci, lampu dimatiin (sedikit gelap), hordeng kamar pun ditutup, tak pelak menimbulkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;su’udzan&lt;/span&gt; bagi orang lain. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Astaghfirullah hal adzim&lt;/span&gt;. Tapi semoga dugaanku tidak seperti yang terjadi sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah saya seolah diingatkan, ternyata kemuliaan manusia tidak akan tertukar. Dia yang seolah merendahkan Aa Gym karena ilmu agamanya dianggap lebih cetek darinya ternyata perilakunya sendiri rendah. Buatku secara pribadi, lebih baik saya belajar agama dengan orang yang mungkin tidak bertitel, tetapi dia &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ma’rifat&lt;/span&gt; daripada belajar dengan seorang yang bertitel selangit dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;track record&lt;/span&gt; pendidikan maha tinggi, tetapi perilakunya tidak bisa jadi teladan. Khawatir, dia akan berusaha untuk mendalili perilaku kurang baiknya daripada berusaha berperilaku sesuai dalil. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Na'udzubillahi min dzalik&lt;/span&gt;. Tentu saja tidak semua orang pintar seperti itu, yaitu seorang yang 'alim dan shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Allah, Engkaulah Yang Memuliakan (Al Mu'izz) dan Yang Maha Merendahkan  (Al Mudzill).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-810340233787649562?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/810340233787649562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/06/berperilaku-sesuai-dalil-atau-mendalili.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/810340233787649562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/810340233787649562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/06/berperilaku-sesuai-dalil-atau-mendalili.html' title='Berperilaku Sesuai Dalil atau Mendalili Perilaku'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TAh4aR_MN1I/AAAAAAAAANU/ZdSTAALHCrA/s72-c/dua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-6362393498683638074</id><published>2010-05-10T15:16:00.003+07:00</published><updated>2010-05-10T15:35:00.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Derita Seorang Pencinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/S-fDTsR-ySI/AAAAAAAAANM/PNVasEoR-U0/s1600/114+kisah+Nyata.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 261px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/S-fDTsR-ySI/AAAAAAAAANM/PNVasEoR-U0/s400/114+kisah+Nyata.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469555015536265506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mencintai wanita adalah awal dari sebuah derita, benarkah? Bukan wanita yang membuat derita, melainkan mencintai wanita yang tidak mencintai mullah yang akan menciptakan derita bagimu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Muhammad Idris Asy Syafi ’i)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak begitu cantik, tapi entah mengapa hati ini selalu ingat kepadanya. Terasa sulit bagi diri ini untuk melupakan tutur kata dan wajahnya. Terasa hampa andai sehari tidak berjumpa. Mungkin, inilah yang dinamakan cinta. Hati selalu rindu, tergetar ketika mendengar namanya, bahkan ada perasaan indah saat mendengar daerah tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, aku sendiri bingung jika ditanya, “karena apa kamu mencintainya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak karena apa-apa, tidak karena wajah (ada banyak wanita yang lebih cantik), tidak karena kecerdasan (ada banyak wanita yang lebih cerdas, walau jujur saja dia memang cerdas), tidak karena kekayaan, tidak karena keimanan (dia biasabiasa saja dalam menjalankan kewajiban kepada Tuhannya, sebagaimana yang lain). Entahlah, tetapi yang jelas dia adalah teman sekantorku. Mungkin, intensitas pertemuanlah yang menjadikan benih-benih cinta bersemai dalam hati sanubariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ketika ada dia menjadi hari-hari yang menyenangkan. Kantor jadi tempat terindah. Betaaaah sekali ada di sana. Semangat kerja berlipat-lipat. Bunga-bunga nan semerbak seakan bertaburan di mana-mana. Penampilanku yang asalasalan mulai dipermak sedemikian rupa sehingga terlihat rapi, lebih bersih karena “sering mandi” dan “berkaca diri” di depan cermin. Setiap kali dia pulang, aku pun ingin ikut pulang mengantar. Terkadang, dengan beribu alasan, aku ikut naik angkot dengannya walau jurusan kita pulang berbeda arah (saat itu orang yang punya motor masih bisa dihitung dengan jari, lho).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, dia menjadi segala-galanya. Semua energi seakan tersita olehnya. Senang-susah, bahagia-menderita, ada di tangannya. Benar apa yang disenandungkan Maulana Jalaluddin Rumi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lewat cintalah semua yang pahit akan jadi manis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lewat cintalah semua tembaga akan jadi emas.&lt;br /&gt;Lewat cintalah semua endapan menjadi anggur murni.&lt;br /&gt;Lewat cintalah semua kesedihan akan jadi obat.&lt;br /&gt;Lewat cintalah si mati akan jadi hidup.&lt;br /&gt;Lewat cintalah raja jadi budak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku, yang biasanya acuh, mendadak jadi seorang pencemburu. Aku jadi nggak enak hati apabila ada lelaki lain yang dekat dengannya atau sekadar menanyakan dia walau sebenarnya untuk urusan kantor. Akan kucari informasi tentang lelaki itu untuk memastikan apakah dia mencintai bidadariku ini ataukah tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh ... bagi orang yang tidak merasakan cinta, semua itu menjadi aneh, lucu, menggelikan, bodoh, dan ... kekanak-kanakan. Namun, tidak bagiku. Kata-kata Cleopatra tampaknya begitu pas menggambarkanku, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Cinta tidak menjadikan Bumi ini beredar, tetapi dengan cintalah peredaran Bumi menjadi amat bermakna.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Apa yang dilakukan oleh orang yang tengah dimabuk cinta terkadang dipandang konyol oleh orang di luar dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah, apakah dia menyadari atau tidak perasaan hati ini kepadanya. Aku takpernah mengatakannya. Tidak seorang pun di antara teman-temanku yang tahu gelora cintaku kepadanya. Hanya ada seorang teman dekat, tempat aku curhat dan berbagi yang tahu keadaanku ini. Dia pula yang selalu membantuku. Mungkin, si Dia tahu bahwa aku mencintainya dari perhatian dan kebaikanku kepadanya yang terkesan lebih. Memang, dengan siapa pun aku selalu berusaha menjaga sikap, perasaan, dan berlaku baik sehingga aku diterima banyak orang. Namun, dengannya terasa beda, kebaikanku berlipat-lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin intens pertemuan dengannya, semakin kuat pula perasaan ini kepadanya. Namun, aku tidak berani mengungkapkannya. Lidah ini begitu fasih membicarakan banyak hal. Namun ... lidah ini mendadak kelu saat harus menyatakan cinta ini kepadanya. Lisanku kembali fasih saat berdoa kepada Tuhanku. Ya, alhamdulillah, aku banyak sekali curhat kepada-Nya, mengadukan gelora jiwa ini kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gumamku dalam sela-sela ibadah shalatku, “Ya Allah, Engkau Mahatahu perasaanku. Aku mencintainya ya Allah ... jadi kanlah dia pendamping hidupku, ibu dari anak-anakku. Lapangkanlah dan mudahkanlah jalan bagiku untuk bersanding dengannya. Andai masih ada ruang kosong di dalam hatinya, perkenankan agar engkau mengisi hatinya dengan namaku. Jangan biarkan aku menderita. Ya Allah, aku sangat mencintai dan mengasihinya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rabbana hablana min azwazina wa durriyatina qurrata a’yun waj ’alna lil muttaqina imama.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, dia menjadi sentral dalam doa dan munajatku, mengalahkan doaku untuk ibu, bapak, guru-guruku, dan orang-orang yang telah berjasa kepadaku. Bagaimana dengannya? Aku taktahu pasti. Namun, dari gerak-geriknya, dia seakan memberiku harapan. Entah memang karena sifatnya seperti itu atau sekadar menghargaiku sebagai seorang teman. Aku tidak tahu. Kalau aku memberikan sesuatu sebagai hadiah dariku untuknya, dia pun menerima dengan senyum manis. Kalau ngobrol, dia pun merespons dengan baik. Terkadang, dia pun mau pulang bersamaku. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It’s no problem &lt;/span&gt;baginya. Malah, ada sesuatu yang amat berkesan. Ia pernah memberikan cokelat untukku sebagai hadiah kelulusanku. Cokelat ... bukankah itu tanda cinta? Duh, itu dia yang aku cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah suatu hari, ketika itu langit seakan hendak runtuh. Dada terasa sesak, bukan karena penyakit asma, tetapi karena sumbatan emosi kesedihan dan keterkejutan. Dia memutuskan keluar dari pekerjaan. Alasannya sederhana, ingin melanjutkan studi. Si Bunga Hati mengatakan itu pada penutupan kegiatan kantor di luar kota. Saya dan teman-teman mengucapkan selamat dan kata-kata perpisahan kepadanya dengan senyuman. Namun, berbeda dengan yang lain, senyuman di mulutku bertolak belakang dengan gambaran hatiku yang terasa sumpek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang di benakku pertemuan yang intens di kantor akan segera berakhir. Padahal, bagi seorang pencinta, bertemu dengan yang dicintai adalah segalanya. Namun, ada sisi baiknya. Aku pun bertekad untuk mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya kepada dia. Lagi-lagi, aku taksanggup berbicara langsung. Lagi-lagi, lisanku kelu. Maka, kubelikan sejumlah buku kesukaannya. Kubungkus dengan menjadi sebentuk kado yang indah. Kuselipkan surat cinta di dalamnya. Lalu, kukirimkan ke alamatnya melalui kantor pos dekat rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian ... tepatnya pukul dua siang lebih lima belas menit, ponselku menyala, tertulis sebuah kiriman pesan singkat di dalamnya ... hatiku berdebar kencang saat tertulis namanya di sana. Kubuka dengan tangan bergetar. Rasaku saat itu, inilah momentum terpenting dalam hidupku, apakah si Bunga Hati akan benar-benar menjadi milikku atau ... aku taksanggup menyebutkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih atas hadiahnya, kebaikannya .... Namun, jujur saja aku terkejut ketika kubaca surat kirimanmu itu. Aku takbisa berkata apa-apa selain sebuah doa semoga Allah memberimu kesuksesan dalam karier, dilancarkan segalanya. Kita tetap berteman saja yah ... salam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangatku seakan hilang ditelan Bumi. Semuanya tampak runyam, kusam, dan takpunya arti. Manis terasa pahit. Putih terlihat hitam. Gelap ... semuanya menjadi gelap. Kusam. Sebuah SMS dengan beberapa ratus karakter cukup untuk memukulku KO. Entah karena saking cintanya, aku terkena stres stadium III, sedikit lagi (stadium IV) aku terkena depresi. Nafsu makan hilang, semangat kerja down, pikiran takmenentu. Selama beberapa minggu berat badanku turun karena tidak lagi memiliki nafsu makan. Kualitas kerjaku turun drastis hingga harus mendapat teguran dari atasan. Kalau bukan karena orang tua, mungkin aku sudah keluar dari pekerjaan ... atau melakukan yang lebih dari itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku semakin terpukul saat beberapa SMS-ku tidak direspons olehnya. Dia pun seakan menghindar dariku saat berkunjung ke kantor untuk suatu pertemuan. Aku pun jadi malu sendiri ... walau hati tetap rindu. Aku tahu, bahwa dalam dunia percintaan, ungkapan “cinta itu takharus memiliki” sudah takberlaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta itu akan terasa indah apabila memiliki. Kalau tidak memiliki, ya jangan dicintai,” begitu ungkap seorang teman. Namun, sebagai pelarian dari kegagalanku mendapatkan cintanya, jargon bahwa cinta takharus memiliki tetap kupegang erat dan kusimpan rapat-rapat di dalam hati (kalau sudah dimabuk cinta, biasanya rasionalitas dan kewarasan berpikir akan terpinggirkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun lamanya, harapan hatiku tetap tertuju kepadanya. Walau aku tahu, cintaku bertepuk sebelah tangan. Aku tidak berpikir untuk menikah dengan wanita lain selain dengannya. Harapanku masih tetap menyala saat mengetahui kalau dia belum memiliki hubungan apa pun dengan laki-laki lain. Selama itu pula, aku senantiasa berdoa kepada Tuhan agar dia menjadi milikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Allah Swt. berkehendak lain. Dia tidak mengabulkan doaku itu. Aku taktahu apakah aku terkena penyakit jiwa atau tidak. Yang jelas, rasa cintaku mulai bergeser menjadi sebuah kebencian. Lahir sebuah dualisme di dalam hati: cinta bercampur benci. Aku takbisa memungkiri bahwa aku sangat mencintainya. Namun, aku pun putus asa dari mendapatkan cintanya. Terbetik dalam hatiku untuk membalas dendam kepadanya. “Akan kubuat kau menyesali keputusanmu itu!” Aku pun terpacu untuk berkarya, berprestasi, dan membuat matamu melihat siapa aku. Dalam pengakuannya, tokoh kita ini telah menjadikan doa sebagai salah satu andalan baginya untuk mendapatkan cinta wanita idamannya. Berhasilkah? Secara lahiriah, doa-doa yang dia panjatkan seakan tidak menghasilkan apa-apa. Jangankan menerima, wanita yang diidamkannya malah semakin menjauh darinya. Ada semacam keseganan, kekakuan, dan ketakutan apabila harus kontak dengan si Lelaki. Namun, jangan salah, Allah Swt. punya rencana lain. Karena boleh jadi, menurut ilmu-Nya, si Wanita bukanlah jodoh terbaik bagi si Lelaki dan dia belum menyadarinya. Lalu, apa efek terbesar yang dirasakan si Lelaki dari doa-doa yang dipanjatkannya itu? HAKIKAT KEIKHLASAN. Orang boleh saja menganggap aku konyol, lelaki lemah, takpandai memilih, kayak nggak ada wanita lain aja selain dia, tapi mereka tidak merasakan bagaimana indahnya cinta dan dukanya ketika cinta itu takberbalas. Efeknya terus terasa hingga bertahun-tahun lamanya hingga memengaruhi banyak aspek kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Allah Swt. masih sayang kepada diriku. Walau Dia tidak mengabulkan doaku persis sama sebagaimana aku minta, Dia menunjukkan sesuatu yang lebih berharga dari pada seorang wanita. Suatu kali, seorang teman bertanya kepadaku tentang makna hadits, “Barang siapa menikahi wanita karena memandang kedudukannya, Allah akan menambah baginya kerendahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Barang siapa menikahi wanita karena harta bendanya, Allah akan menambah baginya kemelaratan. Barang siapa menikahi wanita karena keturunannya, Allah akan menambah baginya ke-hina-an. Akan tetapi, barang siapa menikahi seorang wanita karena ingin meredam gejolak nafsu dan menjaga kesucian dirinya atau ingin merekatkan ikatan kekeluargaan, Allah akan memberkahinya bagi istrinya dan memberkahi istrinya bagi dirinya.”&lt;/span&gt; (HR Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Rasulullah ini benar-benar menghunjam ke dalam jiwaku. Memang, sebelumnya aku sudah pernah membaca hadits ini, tetapi kali ini efeknya benar-benar berbeda, terlebih setelah aku renungkan dalam-dalam. Aku terhenyak. Aku baru tersadar, selama ini aku mencintai dia dengan mengorbankan banyak hal: diri sendiri, orang tua, perusahaan tempatku bekerja, dan tentu saja Tuhanku. Tanpa sadar, aku telah menuhankan makhluk dengan merusak banyak hal. Aku kecewa berat karena aku mencintai seseorang bukan karena Allah. Aku meradang karena aku memberi bukan karena mengharap ridha Allah, melainkan mengharap ridha manusia. Aku bekerja keras untuk meraih prestasi, menuntut ilmu, bukan untuk kemuliaan agama Allah, tetapi untuk membalas dendam dan mengharapkan penilaian manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, ketika seseorang melakukan sesuatu dan sesuatu itu tidak dijiwai oleh nilai-nilai ketauhidan, kekecewaan akan sangat dekat dengannya. Seakan-akan, Rasulullah saw. berkata, “Jika engkau mencintai seseorang bukan karena Allah, niscaya engkau akan dihinakan dengan cinta itu. Jika engkau mencintai seseorang hanya karena kecantikan dan kepintarannya, tunggulah kalau kecantikan dan kepintarannya itu akan menghinakanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bentuk ijabahnya doa dari Allah. Dia memberikan sesuatu yang sangat berharga: HAKIKAT KEIKHLASAN; yaitu bangkitnya kesadaran bahwa dalam melaksanakan segala sesuatu, keikhlasan harus menjadi landasannya. Tanpa keikhlasan, semua tidak akan berarti di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mulai memperbaiki niat, mengubah doa, dan mencoba mencari perspektif lain yang lebih menguntungkan dunia dan akhirat, “Ya Allah, jadikanlah Engkau sebagai pusat kehidupanku. Jika aku mencintai seseorang, jadikanlah cintaku itu sebagai jalan bagiku untuk semakin dekat dengan-Mu. Jangan biarkan aku terlena dengan manusia dengan melupakan-Mu. Ya Allah, Engkau Mahatahu siapa pendamping terbaikku. Pertemukanlah aku dengan cara terbaik, nikahkan aku dengan cara terbaik, dan himpunlah aku dalam rumah tangga terbaik sebagaimana dicontohkan oleh manusia-manusia terbaik pilihan-Mu. Ya Allah, muliakanlah dia dengan kesalehan. Pertemukanlah dia dengan pendamping yang akan membawa pada kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Hilangkanlah dalam hatiku rasa cinta kepadanya dan gantilah dengan rasa cinta kepada-Mu.” Itulah sebagian dari doa-doaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dengan mengambil perspektif baru berlandaskan keikhlasan, hati ini menjadi lebih lapang. Kini, aku menganggapnya sebagai teman biasa. Tidak ada lagi benci bercampur rindu. Yang ada hanyalah “rasa sayang” kepada seorang teman. Begitulah, teramat mudah bagi Allah untuk membolak-balikkan hati manusia. Awalnya cinta jadi benci setengah mati. Awalnya rindu jadi dendam kesumat. Sebaliknya, mudah pula bagi Allah untuk menjadikan benci menjadi cinta dan rindu menjadi dendam. Namun, di sana ada pilihan kita: mau yang mana? Maka, mintalah yang terbaik dari-Nya: sesuatu yang membahagiakan, yang melapangkan hati, dan membawa kebaikan bagi diri dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang berubah jika sudah cukup tahu.&lt;br /&gt;Orang berubah jika sudah cukup mau.&lt;br /&gt;Orang berubah jika sudah cukup menderita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Rasa cinta dan benci lahir karena penghayatan yang intens. Namun, keduanya bukanlah dua jenis emosi berlawanan. Cinta dan benci adalah emosi yang berjalan bersama (Rollo May, 1969). Keberadaan keduanya bisa dianalogikan dua sisi mata uang. Garis pemisah antara keduanya merupakan garis yang manis. Artinya, perasaan cinta sering diawali perasaan benci atau sebaliknya. Walaupun demikian, begitu rasa benci—sebagai emosi negatif—ditahan dan ditekan, tanpa disadari rasa cinta—sebagai emosi positif—yang hanya dipisahkan garis pemisah yang manis pun ikut tertekan. Jadi, kematian rasa benci, secara otomatis akan diikuti kematian rasa cinta. Begitulah proses penghayatan emosi yang dirasakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TAHUKAH ANDA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan neurosains baru saja mengungkapkan sebuah gejala fisiologis yang unik pada saat seseorang mengalami tekanan batin yang berat. Tekanan tersebut dapat ditimbulkan oleh masalah-masalah yang terkait dengan proses interaksi dan komunikasi sosial, termasuk persoalan hubungan cinta antara dua orang yang tengah dimabuk asmara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehm! Hasil pengamatan di beberapa negara ditemui sindrom “putus cinta” ini sering sekali menimbulkan gangguan yang menyerupai gejala serangan jantung, infark miokardium akut. Timbul serangan rasa nyeri di daerah dada yang menjalar ke punggung, lambung, dan daerah lengan sebelah kiri. Dapat pula diikuti dengan kesulitan bernapas (sesak), keluarnya keringat dingin, dan tubuh terasa lemas. Sindroma ini dikenal sebagai Sindroma Takotsubo atau Miokardiopati Takotsubo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Ilan Wittstein, MD, ahli jantung dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The John Hopkins University Medical School&lt;/span&gt; dan rekan-rekannya menemukan kasus Takotsubo terjadi akibat adanya akumulasi neuropeptida otak yang merupakan keturunan katekolamin. Turunan katekolamin yang kerap dijumpai serta memiliki efek simpatik secara sistemik antara lain adalah epinefrin dan norepinefrin. Namun, dalam kasus Takotsubo, ternyata tidak hanya epinefrin dan norepinefrin saja yang kadarnya melonjak drastis, tetapi juga molekulmolekul peptida kecil dan neurotransmiter, seperti metaneprin, normetaneprin, neuropeptida Y, dan peptida natriuretik turut melonjak secara drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akumulasi produksi faktor kimiawi yang terjadi pada saat amigdala di otak menerima data yang “menyakitkan” serta “gagal” mengatur emosi negatif akan menyebabkan efek fibrilasi (jantung bergetar tidak beraturan) sesaat yang diikuti dengan “pingsan”-nya sejumlah sel otot jantung. Jadi, putus cinta, ditolak, ataupun patah hati bisa membuat jantung “kelenger” alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“semaput”&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sindroma ini berbahaya? Bergantung pada seberapa luasnya daerah otot jantung yang “semaput”. Jika daerah yang mengalami kardiomiopati sesaat itu cukup luas, akibatnya bisa saja menjadi fatal. Mengingat fungsi utama jantung adalah menyuplai kebutuhan oksigen untuk seluruh sistem tubuh, termasuk otak. Jadi, keadaan jantung “mogok” bekerja ini dapat menimbulkan hipoksia (kekurangan oksigen) di jaringan. Jika kekurangan oksigen berlangsung dalam jangka waktu cukup lama, jaringan yang sangat bergantung pada asupan oksigen akan terganggu, bahkan rusak permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, catatan klinis Dr. Ilan Wittstein dan rekan-rekannya yang telah dipublikasikan di New England Journal of Medicine (2009) menunjukkan bahwa kasus-kasus kardiomiopati akibat kejutan psikologis ini biasanya bersifat reversible alias dapat pulih kembali. Kondisi jantung pun pada umumnya baik dan tidak disertai dengan kerusakan yang bersifat kronis. Siapa saja yang mungkin mengalami Sindroma Takotsubo? Orang-orang yang memiliki tingkat stres harian sudah sangat tinggi, orang-orang yang kinerja otaknya lebih didominasi oleh sirkuit amigdala (penuh tantangan dengan stres tinggi), dan orang yang memiliki tipologi kepribadian yang rentan terhadap stres. Maka, syukurilah peristiwa “patah hati”, cari hikmahnya dan jangan terlalu disesali sebab “patah hati” pasti adalah karunia Allah yang belum kita sadari maknanya. Jika disesali, “ancaman” Allah dalam Surat Ibrahim, 14: 7 akan berlaku: nikmat, jika disesali akan berubah menjadi azab. Nah, salah satu perwujudan azab itu mungkin sindroma “jantung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;klenger”&lt;/span&gt; yang dinamai Takotsubo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Cuplikan kisah di buku “114 Kisah Nyata Doa-doa Terkabul”)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1297738597948899025-6362393498683638074?l=kadocintaindah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/feeds/6362393498683638074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/05/derita-seorang-pencinta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/6362393498683638074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1297738597948899025/posts/default/6362393498683638074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kadocintaindah.blogspot.com/2010/05/derita-seorang-pencinta.html' title='Derita Seorang Pencinta'/><author><name>Indah Ratnaningsih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15457706766268134004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/Si91sqXHoZI/AAAAAAAAAAU/aEUFbcPiDkc/S220/indah+permai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/S-fDTsR-ySI/AAAAAAAAANM/PNVasEoR-U0/s72-c/114+kisah+Nyata.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1297738597948899025.post-2910996937748642085</id><published>2010-04-29T14:03:00.006+07:00</published><updated>2010-11-05T09:59:36.524+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Terpesona dengan  Kisah Cinta Kahlil Gibran dan May Ziyadah</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/S9kxcpHQ38I/AAAAAAAAAM8/-8RITETRBVU/s1600/Kahlil+Gibran+-+On+Children+for+SEFT.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465453990933225410" src="http://2.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/S9kxcpHQ38I/AAAAAAAAAM8/-8RITETRBVU/s400/Kahlil+Gibran+-+On+Children+for+SEFT.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 318px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“…Setiap hati mendamba hati lain, hati yang bisa diajak untuk bersama-sama mereguk madu kehidupan dan menikmati kedamaian sekaligus melupakan penderitaan hidup…”&lt;/span&gt; (penggalan surat Kahlil Gibran kepada May Ziadah, 1-3 Desember 1923)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa tidak mengenal Kahlil Gibran? Penyair dan pelukis ternama kelahiran Lebanon, 6 Januari 1883 ini telah banyak melahirkan puisi-puisi romantis, religius, dan sedikit dibumbui kritik sosial yang tetap humanis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, secara pribadi saya kurang tertarik membaca puisi dibanding membaca karya sastra lain, seperti cerpen atau novel. Puisi bersifat personal, kadang hanya bisa dinikmati oleh penulisnya sendiri hingga orang lain sulit menangkap maknanya atau menikmati untaian katanya seperti kita menikmati pemandangan. Bagi orang yang memiliki jiwa seni tinggi mungkin mampu mengapresiasi dengan baik dan dapat menikmati keindahannya. Akan tetapi, bagi saya yang orang awan di dunia seni, terasa biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, berbeda nuansanya ketika saya membaca karya-karya Kahlil Gibran. Untaian kata-katanya begitu “dalam” sarat makna, membuatku terpesona hingga sampai di ujung kata. Ibarat minuman, nikmat hingga tetes terakhir. Ibarat makanan, nikmatnya hingga jilatan tangan menjadi licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu lagi yang membuat saya terpesona begitu dalam dengan sosok Kahlil Gibran, yaitu kisah cintanya dengan May Ziyadah, seorang satrawan yang karya-karyanya banyak diminati orang. Dia seorang tokoh kunci dari Nahda di panggung sastra Arab pada awal abad XX dan dikenal sebagai seorang "feminis Palestina awal" dan "pelopor feminisme Oriental”. Wanita bernama lengkap Marie Elias Ziyada ini lahir di Nazareth, Palestina, pada 11 Februari 1886. Karena terpisah di dua Negara yang lumayan jauh−Kahlil Gibran di New York sedangkan May Ziyadah di Mesir−mereka cukup berpuas diri dengan saling berkirim surat. Mereka menjalin cinta melalui surat selama kurang lebih 20 tahun tanpa pernah bertemu muka. Hanya foto diri mereka yang bisa dilihat tanpa hadir langsung secara fisik hingga akhir hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNNymA4ngkI/AAAAAAAAAO8/De5llzHirko/s1600/100px-May_ziade.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_vBvpCf1o-sg/TNNymA4ngkI/AAAAAAAAAO8/De5llzHirko/s1600/100px-May_ziade.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Soe Sudarjo dalam tulisannya berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;May Ziadah: Ironi Cinta Sang Pujangga&lt;/span&gt; yang dimuat dalam majalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Muslim Insani&lt;/span&gt;, menuliskan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Korespondensi antar-keduanya dimulai pada 1912, ketika May berkirim surat kepada Gibran mengenai tokoh Selma Karameh yang terdapat dalam Broken Wings. May sangat tersentuh dengan kisah dalam Broken Wings, yang menurut cita rasanya terlalu liberal. Menurut May, nasib yang menimpa Selma merupakan cerminan rasa ketidakadilan atas persamaan hak-hak kaum perempuan. Sejak itulah keduanya saling berkirim argumen melalui surat. Di kemudian hari, saat Gibran menetap di Amerika, May sempat menjadi editor untuk tulisan-tulisan Gibran, menggantikan posisi Mary Haskell. Pada 1921, Gibran berhasil memperoleh foto May.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya “curhat” mereka berdua, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Love Letters&lt;/span&gt; sebenarnya bisa dipahami sebagai ungkapan cinta yang universal, yang mendasari sebagian besar karya-karya Gibran. Dalam peta susastra dunia, nama Gibran memang layak digarisbawahi sebagai salah seorang penyair yang membawa “wahyu” cinta dan kedamaian. Meski dibesarkan sebagai penganut ajaran Kristen Maronite, Kahlil Gibran juga menyatakan keagungan Alquran dan potensinya bagi inspirasi spiritual, sosial, dan sastra. Dunia Barat dan Timur yang dia selami dan jelajahi menumbuhkan kesadaran rekonsiliasi antar-kutu
